/Dua orang pria membuka pintu lebar- lebar. Menerobos masuk, Rodra dan Dahyu terkejut dan saling melempar tatapan bingung.
"Ndi Dahyu..."
"Raden mas"
●●●
Kedua perempuan itu berdiri. Menatap ke arah pitu rumah. Dahyu maju secara perlahan mengamati lebih dalam wajah pria yang terkena silauan cahaya matahari. Menyipitkan mata.
Mata keduanya bertemu. Prohmadani
Ya, dia pria yang di panggil sebagai Raden Mas.
Prohmadani menatap Dahyu seperti biasa, tidak ada yang spektakuler dari sorot matanya pada Dahyu.
"Melu aku" (ikut aku)
Dahyu mengerutkan kening, menciptakan lekukan garis di antara kedua alisnya.
Prohmadani memindahkan tatapan mata ke arah Rodra. Rodra menurunkan pandangan, ia maju mendekati Dahyu menarik lengannya pelan untuk mundur.
"Den, melu mawon" (den ikut aja) suara bisik-bisik di antara keduanya. Prohmadani mendengar walau ia tidak ambil pusing.
"Aku nda mau" Dahyu melempar tatapan menolak beriringan kepada Rodra dan Prohmadani.
"Lagian aku nda kenal dia siapa" tegas Dahyu, sebagai penolakan untuk Prohmadani.
"Lagian??. Boso opo kui??" (Lagian??. Bahas apa itu) Prohmadani nampak bingung.
Dahyu sadar ia di tubuh orang lain.
Dahyu berjalan mundur hingga menabrak meja di belakangnya. Entah mengapa fikirannya terlalu lama berkerja menyadari hal aneh ini.
Prohmadani mendekat, tapi Dahyu memberi tatapan penolakan. Dahyu kembali mendekati Rodra, manarik tangan wanita itu, mengajak nya pergi ke ruangan lain.
Pengawal Prohmadani berusaha untuk menyusul dua wanita itu tetapi di tahan oleh Prohmadani.
"Ben wae" (biarkan saja) pengawal menuruti perintah Raden mas.
Sedangkan Dahyu yang masuk ke dalam ruangan bersama Rodra mengunci pintu. Ia mendekati Rodra.
"Aku bukan...Dahyu. aku Anna" Rodra menatap bingung. Apanya yang raden ayu nya katakan.
"Raden ayu ngomong opo.." (raden ayu bicara apa) Raut wajah yang paling tidak di sukai Dahyu/Anna.
"Aku tidak bohong, aku Anna" Rodra memegang kening Dahyu memastikan raden ayu itu bukan sedang gila.
"Den, uwes" (den sudah)
"Aku tidak bohong Rodra!" Dahyu berteriak frustrasi, bagaimana menjelaskan semua ini dengan orang kolot itu?.
"Raden ayu, raden mas nunggoni sampean" (raden ayu, raden mas menunggu kamu) Rodra berusaha meyadarkan bahwa ada pria yang memiliki status sosial tinggi sedang menunggu mereka.
Rodra berjalan ke arah pintu membuka kuncinya dan mengajak Dahyu keluar.
"Wes rampung ngomong?" (Sudah selesai bicara?) Prohmadani melirik kedua wanita di depannya. Rodra hanya mengangguk faham.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Kita
AdventureBukan soal cinta seperti bagian awal yang akan kalian baca. Ini lebih dalam dari itu, bagaimana kehidupan mereka terhalang banyak larangan, derajat dan status sosial. Kehidupan yang enggan untuk kita rasakan. Soal kematia, perpisahan, keberhasilan d...
