Selamat pagi/siang/sore/malam.
Cukup lama buat post part ini. Sebenernya ga sesibuk itu juga si, cuma males aja nulis. Ini di lanjut karena ada salah satu pembaca yang nungguin banget katanya. Hey makasi.
-cerita ini akan terus berjalan sampe end aku janji. Ini sepesial buat beberapa orang ternyata. Masih banyak rahasia dari masa sekarang dan masa depan. Semua dugaan orang pasti bakal ada melesetnya. Begitupun dugaan setiap tokoh di sini. Banyak yang buat kecewa kedepannya. Tapi kita harus yaki bahwa kekecwwaan itu di jemput sama diri kita sendiri.
Selamat bertemu di part ke... selanjutnya●
//"Nganti kapan koe mikir ke prasaanmu dewe" (sampai kapan kamu memikirkan prasaanmu sendiri)
Prohmadani pergi meninggalkan Arunika. Sedangkan Arunika memasang wajah marah yang bercampur kecewa. Ia tidak menyangka Prodmadani akan bertindak sejauh ini demi Dahyu.
●●●
Ruang tamu itu cukup sunyi, walau banyak orang yang tengah duduk di setiap kursi. Tapi terasa tidak ada nyawa, ini seperti dunia tanpa umat manusia.
"Raden..." Renjana akihrnya mengeluarkan suara, memecah kesepian yang cukup menyiksa di antara mereka ber-empat.
Dahyu menatap Renjana, sama dengan Renjana. Dahyu juga memiliki seribu pertaanyaan yang sama.
"Raden ojo nikah karo Prohmadani nggeh raden jangan menikah dengan Prohmadani ya)
Anintya membenahi posisi duduknya. Ia tahu pembahasa ini akan sangat sensitif terutama bagi Dahyu.
"Siapa yang mau nikah dengan Prohmadani?" Dahyu kembali bertanya sembari memutar bola matanya malas.
Rodra pergi meninggalkan majikannya. Ia tidak ingin ikut campur terlalu dalam terkait hal ini. Drajat sosialnya tidak pantas untuk mengikuti alur pembicaraan mereka.
"Raden kudu ngelakok ke sesuai rencana awal den" (raden harus mengikuti sesuai rencana awal)
Dahyu melirik Anintya, wanita itu cukup serius. Dan dia penasaran. Rencana? Rencana apa?.
"Raden duku iso bebas seko romo" tutur Anintya memastikan
"Romo??" Anintya dan Renjana mengangguk.
Dalam diam Dahyu berfikir keras. Ia bukan Dahyu yang asli. Ia hanya berada di tubuh seorang raden yang memiliki pengaruh besar. Dan sepertinya pengaruh itu ia dapat oleh romo. Ia dapat memanfaatkan pengaruhnya untuk keluar dari sini?. Dari masa ini.
"Bantu aku" mendengar itu Anintya Dan Renjana mengangguk, terlihat senyum tulus di antara mereka.
Entahlah, Dahyu tidak peduli siapa orang yang ada di depannya. Tapi ia yakin dua manusia ini dapat menjadi alat, walaupun ia belum pasti memilih dua orang ini sebagai rencananya.
"Raden!!" Rodra berlari dari dapur belakang. Sontak semua orang yang ada di ruang tamu melempar pandangan pada Rodra.
"Raden!!, romo!!" Renjana dan Anintya saling mentap kaget.
KAMU SEDANG MEMBACA
Tentang Kita
PetualanganBukan soal cinta seperti bagian awal yang akan kalian baca. Ini lebih dalam dari itu, bagaimana kehidupan mereka terhalang banyak larangan, derajat dan status sosial. Kehidupan yang enggan untuk kita rasakan. Soal kematia, perpisahan, keberhasilan d...
