02 | Siapa?

27 18 9
                                    

FOLLOW DULU SEBELUM MEMBACA! add_caramellatte

Tencu
_______________________________

HAPPY READING

2. SIAPA?

"LO!"

Eliza berdiri dengan sigap. Hidungnya kembang kempis sewaktu itu juga. "Minta maaf gak lo!" sosornya ngegas.

Cowok berperawakan tinggi itu hanya menatap datar gadis di depannya. Bryan Maverick, itu lah yang tertera di name tag-nya.

"Gue aduin lo ke ayang gue, ya!" ancam Eliza saat perintahnya itu diabaikan. "Lo temennya Devan, 'kan?" ujarnya lagi seraya menunjuk muka cowok yang diajak debat olehnya.

Cowok yang kerap dipanggil 'Bryan' itu mendekati Eliza. Sangat dekat. Dengan tatapan mengintimidasi membuat Eliza tidak nyaman. Batas jarak mereka kini hanya sejengkal. Deru napas mereka saling beradu. Keduanya saling menatap dengan intens. Entah hanya perasaan Eliza atau bukan, namun tatapan Bryan kini berubah lembut, tersirat sesuatu yang mendalam di dalamnya. Tidak mungkin 'kan? Namun ....

Eliza sedikit nyaman dengan tatapan itu.

Tuk

Bryan mengetuk jari telunjuk dan jari tengahnya secara bersamaan di dahi Eliza. "Lain kali hati-hati," bisiknya tepat di telinga cewek itu. Kemudian ia meninggalkan Eliza yang mematung di tempat.

Apa maksud ... semua ini?

Kring...

Bel masuk membuyarkan lamunannya.

Eliza menatap sekitarnya seperti orang linglung. "Loh heh?"

Kriuk...

Cewek itu menatap kasihan perutnya yang berbunyi lalu mengelusnya. "Kamu laper ya, Nak? Kita tunggu dady pas pulang nanti, ya," lirihnya.

"Cebong siapa tuh?" celetuk Ana tiba-tiba yang mengagetkannya.

Eliza berusaha mencerna pertanyaan Ana. "Cebong?"

"Itu dalem perut lo," balas Ana memicingkan matanya.

Eliza manggut-manggut mengerti. Dia paham sekarang. "O-Ohh itu," katanya menggantung, "Cebongnya Devan!" sambungnya. Ana reflek tersedak ludahnya sendiri.

Eliza melengos pergi begitu saja meninggalkan Ana yang masih terbatuk-batuk. Ia membekap mulutnya kuat-kuat agar tawanya itu tidak keluar.

"SERIUS LO?!—uhuk uhuk!"

Eliza sudah tidak sanggup menahan tawanya lebih lama lagi, "HAHAHA." Suara tawa cemprengnya yang seperti setan itu menggelegar di sepanjang koridor.

Bulu kuduk Ana bergidik. "Ragu gue kalau dia bukan anak manusia."

♥♥♥

Eliza mengelus perutnya setibanya di parkiran. "Devann, baby-nya lagi laperr," adunya dengan nada manja pada pacarnya.

Cowok itu terkekeh geli melihat kelakuan Eliza. Gadisnya itu memang sangat random.

"Hm, anak Papa laper ya? Habis ini kita makan ya," sahut Devano menimpali ucapan Eliza seraya menepuk pelan perut cewek itu.

Sadar jika kelakuan mereka sangat absurd. Keduanya pun tertawa lepas.

Sementara tiga makhluk yang menyaksikan pemandangan itu langsung memalingkan wajahnya.

Aku, Kamu dan Dirinya [HIATUS]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang