17

7 1 0
                                        

"Kalau begini caranya, aku bisa saja melarangmu bertemu dengan Arka lagi" ucap Shinta

"Bagaimana bisa kau melakukan hal itu kak? Aku akan segera bertunangan dengannya" kata Seyra terkejut

Shinta tidak mengiraukannya, dia pergi meninggalkan Seyra sendirian disana.

Seyra bangkit dan menuju ke meja belajarnya, dia mengambil bolpoin dan kertas lalu menulis surat untuk Arka.

(mau dikasi liat isi suratnya? Jangan atuh)

Seyra menceritakan segalanya yang terjadi disekolah dan rumahnya di surat itu, dia benar benar menceritakan segala keluh kesahnya pada Arka yang tengah sibuk menuntut ilmunya di Universitas Negeri Yogyakarta.

Singkat cerita, surat Seyra pun sudah sampai pada Arka di kampusnya.

***

"Ar, iki ono surat pengirime Seyra" kata Yusuf yaitu teman se-asrama Arka

"Seyra?tumbenan banget" ucap Arka sembari menerima surat itu dari genggaman Yusuf

"yowes aku tak metu sek, diwaca nganti marem ar" kata Yusuf dengan tawa khasnya yang seperti terompet perkusi

Arka tersenyum ramah lalu mulai membuka amplop sederhana dengan prangko bunga mawar itu setelah Yusuf pergi darisana.

Surat itu dibuka dengan kalimat

Untuk mahasiswa UNY,
Arkana Reyhan Andara.

Arka kembali mengulas senyumnya diwajah tampan miliknya itu. Arka membaca dengan seksama isi dari surat yang dikirim oleh kekasihnya itu.

Senyum Arka tidak pernah pudar dari wajahnya sepanjang 2 paragraf dari surat tersebut, tetapi sudut bibir Arka perlahan turun setelah sampai di Paragraf ke-3 surat itu. Disana Seyra menuliskan kalau Shinta setiap hari memintanya berangkat sekolah bersama dengan Zihan dan di siang hari saat pulang sekolah sebelum Seyra menulis surat ini untuk Arka, Seyra menampar Zihan karena dia terus saja berusaha mendapatkan hati Seyra dan hal itu diketahui oleh Shinta sebab hal itu Shinta melarang Seyra untuk menemui Arka lagi bahkan saat nanti Arka pulang untuk kelulusan Seyra dan pertunangannya.

Arka membaca semua paragraf itu sampai kalimat

Sungguh Arka.. Aku takut kalau kita benar benar akan gagal, apa yang harus aku lakukan disini? Aku sama sekali tidak bisa berpikir, terlebih lagi ujianku yang akan segera datang.

Kalimat tersebut membuat Arka juga berpikir keras, paragraf terakhir dari surat itu pun sudah terlewati dan surat itu pun berakhir.

Arka meletakan surat itu di meja nakasnya dan dia memijat pelipisnya nampaknya dia juga bingung dan tak tahu harus berbuat apa.

"Kenapa keaadaannya makin rumit begini, apakah Shinta se benci itu padaku sampai ingin membuat jarak antara aku dan Seyra" gumam Arka dengan pelipisnya yang terus dia pijat

Tak mau membuang waktu. Arka segera mengambil kertas juga dan membalas surat yang diberikan oleh Seyra.

Arka menulis dengan khusuk dan telaten dia sungguh memoerhatikan kata demi kata yang dia tuliskan, dia mencoba untuk menenangkan kecemasan kekasih hatinya itu, setidaknya dengan surat itu Seyra bisa merasa sedikit tenang sedangkan Arka juga akan mencari solusi masalah mereka dari disini.

Arkana [COMPLETED]✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang