Dengan langkah gemetar, Hesa berjalan mendekat mendekati bathup itu, perlahan semakin jelas sosok yang berada di dalam air.
"Khan!"
Dengan sigap, Hesa mengeluarkan si teman dari sana, menepuk nepuk pipinya berusaha membangunkan.
Tubuh itu terasa benar2 dingin membuat Hesa semakin khawatir.
"Khan, gue mohon bertahan," Hesa berusaha menahan tangisnya di sela2 menekan dada si teman –melakukan tindakan cpr.
"Khan,"
Setelah beberapa menit berlalu tak ada yang terjadi, Hesa mengalihkan pandangan karna air mata itu sudah benar2 tak bisa ia bendung.
Arkha terbangun karna merasakan sesak di dadanya yang membuatnya seketika terbatuk.
Hesa yang melihat itu reflek terkejut.
"Khan."
"L-Loe,"
Arkha perlahan bangkit, ia mengangkat satu tanganya pada Hesa –mengisyaratkan agar si teman tak membantunya.
"Gue gak apa2," ucap Arkha.
"Loe hampir mati tenggelam dan bisa2 nya loe ngomong gitu," ucap Hesa kesal.
Namun reaksi itu rupanya membuat Arkha tersenyum dan reflek memeluk si kakak kelas, ia tau bila Heeseung rasanya tak akan bisa memberi reaksi kesal seperti itu.
"Kak Hesa," ucap Arkha.
"Loe gak ngira gue Heeseung kan?" ucap Hesa.
"Loe tau aja, gue sempet ngira loe Heeseung. Gimana enggak, kan yang camp bareng kita kesini tu dia, bukan loe," ucap Arkha.
"Loe sadar juga ternyata," ucap Hesa.
"Dia yang ngaku sendiri," ucap Arkha.
Ia merasa lega melihat Hesa yang sudah kembali tapi ketika melihat lilitan kain dilenganya, ia seketika tersadar.
"Joan ketangkep sama kembaranya," ucap Arkha panik. Ia bangkit namun oleng karna tubuhnya masih terasa lemas akibat ditenggelamkan tadi.
"Loe diem dulu aja disini, biar gue yang pergi." ucap Hesa.
Hesa tersenyum berusaha menenangkan si teman. Sialnya, ketika berbalik si kembaran ada disana.
'Gue cariin ternyata disini.'
"Mau apalagi loe!" ucap Hesa.
'Ketemu lah, loe pikir alasan gue nyari loe apa?'
Hesa menatap malas si copyan. "Loe udah nyulik gue kemarin, mungkin loe lupa,"
'Iya, gue lupa malah mukul loe padahal gue kan mau ngobrol sama loe.'
Ternyata si kembaran mengingat kebodohanya, ia lalu mengarahkan pistolnya pada Arkha. 'Ikut gue dan gue jamin dia gak apa-apa,'
"Gak, tembak aja gue sekalian." ucap Hesa dengan berani namun Arkha menahan tanganya.
"Kak ikut dia."ucap Arkha.
Hesa langsung menatap Arka protes. "loe gila, gue yakin dia cuma mau misahin kita!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Undercover
FanfictionBermain petak umpet bangunan kosong? Ini ide yang cukup gila namun siapa sangka, permainan ini diwujudkan oleh sekelompok remaja. Hesa serta teman-temanya merencanakan liburan bersama di villa, tak sekedar liburan karna pada malam hari mereka bermai...
