"Mommy!!"
Chandira yang mendengar suara tidak asing langsung berbalik badan. Ketika ia melihat sang sumber suara, ia terkejut ternyata itu adalah Jeno yang sedang berdiri di depan pos satpam yang berada disamping gerbang sekolah.
"Jeno?" Chandira langsung berjalan cepat menghampiri Jeno yang masih berdiri di pos satpam "Jeno kok masih disini? kenapa belum pulang?" Lanjut Chandira sambil memegang kedua lengan Jeno.
Chandira khawatir ketika melihat Jeno yang masih berada dilingkungan sekolah. Ini sudah hampir 1 jam dari waktu pulang sekolah, dan Jeno masih belum pulang. Dan yang membuat Chandira lebih khawatir lagi Jeno sendirian, tidak ada yang mengawasinya.
"Jeno belum dijemput, jadi Jeno nunggu disini"
"Seharusnya Jeno minta ditemani sama bu guru"
"Hmm Jeno gak kepikiran" Jeno menunduk, tadi dia tidak kepikiran untuk memberi tahu gurunya
Chandira menghela nafas beratnya. Setidaknya ia harus bersyukur Jeno baik baik saja walaupun rambutnya sudah lepek karena keringat.
"Tapi Jeno gak sendirian, tadi ada pak satpam. Sekarang bapaknya lagi di wc" jelas Jeno. Ia tahu bahwa Chandira khawatir kepadanya, jadi ia memberitahu bahwa ia tidak sendirian.
"Yasudah tidak apa apa. Lain kali kalau Jeno belum dijemput, minta tolong bu guru untuk telepon daddy dan minta tolong ditemani supaya Jeno gak sendirian. Mengerti?" Chandira memberi nasihat pelan pelan.
"Heung.. mengerti mommy. Mommy jangan marah~ marahin aja tuh daddy, katanya hari ini daddy janji mau jemput Jeno. Tapi ternyata daddy bohong!!" Sebal Jeno sambil menautkan alis dan memajukan bibirnya.
"Haha kakak gak marah..kakak cuma khawatir Jeno kenapa-napa" Chandira tertawa melihat ekspresi sebal Jeno yang menurutnya lucu, gemas sekali sampai ia ingin mencubit pipi chubby Jeno.
"Mommy tenang ajaa Jeno baik baik aja kok, gak ada yang berani jahat sama Jeno. Jeno kan jagoan"
"Iya deh percayaa... jagoan bekalnya habis gak?"
"Habis dong tapi Jeno masih lapaar~" ucap Jeno sambil memegang perutnya dengan kedua tangan sambil memasang wajah memelas.
"Ya ampun lucu banget siiih" Chandira mencubit kedua pipi Jeno, membuat Jeno tertawa geli. Chandira tidak tahan dengan kegemasan inii.
"kalau gitu kita cari makan dulu habis itu kakak antar Jeno pulang, mau?"Mata Jeno bersinar ketika Chandira menawarkan makan bersama. Jeno selalu ingin menghabiskan waktu lebih lama bersama Chandira, selama ini ia hanya bisa bertemu dengan chandira ketika ia masuk sekolah.
"Mau!! Jeno mau banget, ayook mommy~ Jeno gak sabaar~" Jeno langsung bersemangat dan menarik tangan Chandira agar cepat menuju mobil.
"Haha iyaa iyaa sabar Jenoo" Chandira hanya pasrah ketika tangannya ditarik Jeno.
Hingga sampai di mobil, barulah Chandira melepaskan tangan Jeno. Ia ingin menaruh tas sekolah Jeno ke kursi belakang terlebih dahulu, baru membuka pintu mobil untuk Jeno.
"Jeno!! Nak Jeno!!"
Baru saja Jeno ingin masuk kedalam mobil, namanya sudah di panggil oleh satpam sekolah. Satpam itu berlari menuju mobil Chandira. Setelah sampai dihadapan mereka, satpam itu langsung menjauhkan dan mengamankan Jeno di belakang tubuhnya.
"Ada apa ya pak?" Tanya Chandira
"Mohon maaf anda siapa? Saya tidak pernah melihat anda menjemput Jeno" ucap pak satpam. Dia belum pernah melihat Chandira, Jeno juga selalu dijemput oleh supirnya. Jadi ia parut mencurigai Chandira.

KAMU SEDANG MEMBACA
Puzzle Piece || Jaehyuck
Fanfic"Jadi kamu yang culik anak saya!?"tuduh Jeffrey "Ihh..daddy bukaaan, ini mommy Jeno!!" "M-maaf pak, bukan begitu..ee Jeno panggil kakak kak Dira saja ya" "HUUAA..tuh kan gara gara daddy mommy jadi marah sama Jeno!!" Chandira yang tadinya mau menjem...