Status: On going ~~~
Farel tidak mengerti, tahu-tahu sang Ibu menyuruhnya untuk mencari pasangan hidup hanya karena ingin memiliki cucu seperti teman arisannya.
Atas permintaan konyol itu, Farel jelas saja menolak. Gila saja! Walau 26 tahun, dia le...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Keyla dan Aura bercerita hingga malam mulai larut. Banyak hal yang mereka bicarakan mulai dari drama apa yang sedang on going, grub Kpop mana yang akan melakukan tour comeback dan sebagainya. Jelas saja semua begitu nyambung dan lancar karena mereka satu server.
Tidak ada rasa canggung di antara keduanya walau jarang bertemu. Keyla malah langsung nyaman saat dengan Aura. Ia seperti menemukan adik baru dalam hidupnya.
Ada saat Aura menceritakan masa lalu Farel. Tentang ia dengan mantannya. Tentang Nessa yang sudah memutuskan Farel secara sepihak, atau masalah ketidak sukanya Aura pada Nessa yang katanya bermuka dua, Matre dan sebagainya.
Ada hal lain yang Keyla rasakan saat Aura bercerita panjang lebar mengenai Nessa. Ah, mendengar namanya saja Keyla yakin dia gadis yang sangat cantik.
Tiba-tiba dia penasaran seperti apa orang yang pernah jadi pacar Farel. Keyla yakin sangat berbanding jauh, mengingat bahwa Keyla bukan tipe Farel.
"Pokoknya Nessa itu nggak kayak yang terlihat di postingannya."
"Aku yakin cepat atau lambat Kak Farel bakal ngelupain Mantannya itu."
Kata-kata Aura terdengar sangat meyakinkan. Dialah yang antusias jika Keyla lah yang harus menjadi istri Farel kelak. Tetapi walau bagaimanapun ia tidak bisa bersama Farel. Karena ia tahu Farel tidak pernah menyukainya.
---
Jam 2 dini hari, Keyla merasa tenggorokannya kering. Ia menatap meja di kamar Aura—tak ada minuman sama sekali. Terpaksa ia turun ke dapur pelan-pelan agar tak membangunkan siapa pun.
Ketika sampai di dapur, Keyla terkejut melihat Farel masih terjaga, sedang menuang air panas ke cangkir. “Belum tidur?” tanyanya sambil menahan kantuk.
“Lagi lembur,” jawab Farel datar tanpa menoleh. “Gara-gara siang kebanyakan buang waktu sama lo.”
Keyla menaikkan alis. “Lo yang nyamperin, salahin siapa sekarang?”
“Ya salah lo lah. Lo tuh kayak magnet masalah.”
“Wah, terima kasih atas pujiannya.” Keyla melipat tangan di dada, pura-pura kesal.
Farel mendengus, tapi ujung bibirnya naik sedikit. “Lo mau ngapain ke dapur jam segini?”
“Minum. Haus.”
“Air putih di kulkas. Jangan salah ambil, itu kopi panas,” ucapnya sambil menunjuk cangkir di depannya.
Keyla membuka kulkas tanpa banyak bicara. Tapi saat menutup pintu kulkas, bahunya nyenggol siku Farel hingga cangkir kopi itu hampir jatuh.
“Eh—!” Refleks, Keyla menahan tangan Farel agar tidak kena tumpahan.
“Dasar ceroboh,” gumam Farel, tapi tangannya tak langsung ia tarik. Tatapan mereka bertemu sekilas sebelum Farel buru-buru melepaskannya.