Status: On going ~~~
Farel tidak mengerti, tahu-tahu sang Ibu menyuruhnya untuk mencari pasangan hidup hanya karena ingin memiliki cucu seperti teman arisannya.
Atas permintaan konyol itu, Farel jelas saja menolak. Gila saja! Walau 26 tahun, dia le...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Farel terlihat kesal setelah membaca chat terakhir dari Keyla. Semestinya ia masih di sini sampai acara selesai dan mengambil foto bersama keluarga.
Jika saja bukan wisuda adiknya pasti sudah ia tinggal sejak tadi. Sepanjang Keyla tidak ada di sampingnya, Farel tampak enggan senyum. Hanya saat berfoto besama ia terpaksa senyum, kemudian wajahnya kembali muram.
Ini memang bukan acara resminya. Tapi tetap saja itu membuat Farel kepikiran kalau Keyla tiba-tiba pergi.
Selesai acara ia langsung ke rumah Keyla. Benar-benar ingin tahu urusan mendadak apa yang maksud Keyla.
Telepon tidak diangkat sama sekali. Membuat rasa frustrasi bertingkat.
Namun saat ia sampai rumah Keyla, yang ia dapati Keyla kini sedang menonton Netflix.
"Ternyata ini urusan mendadaknya?" Farel menghampiri Keyla yang sedang duduk di sofa ruang tamu.
Keyla menutup laptopnya. Menatap Farel sejenak, lalu mengabaikannya.
"Kamu kenapa tiba-tiba jadi kayak gini sih?"
Farel merasa Keyla bersikap dingin. Padahal semula keadaan baik-baik saja.
"Aku punya salah?" Farel bertanya dengan lembut.
"Kalau ada sesuatu yang kamu pengen bilang! Nanti aku cariin."
Keyla terdiam. Matanya berkaca-kaca saat Farel menggenggam tangannya.
"Key, bilang kamu mau apa?" Farel semakin khawatir.
Tadi sebelum datang ke acara suasana hati Keyla baik-baik saja.
"Kamu beneran sayang sama aku?" tanya Keyla
"Ya sayanglah."
"Tapi, kenapa aku nggak merasa gitu."
"Setelah pengorbanan aku selama ini kamu masih ragu?"
"Iya aku ragu. Apalagi sejak Nessa datang."
"Nessa udah bilang apa aja?"
"Nggak tahu. Lupa."
"Jadi kamu percaya sama Nessa atau sama aku?"
"Aku ngga tahu mau percaya siapa."
"Key... "
"Aku mau sendiri dulu."
"Gimana caranya biar aku bisa ngerti mau kamu."
"Mending kamu pulang aja. Aku lagi males ketemu sama kamu."
"Kok gitu?"
"Aku lagi nggak mood."
"Jelasin sekarang. Aku nggak mau kepikiran semalaman"
"Terserah. Pikir aja sendiri." Keyla berdiri dari duduk dan hendak masuk kamar.
Farel menarik Keyla dan mendekap tubuhnya dengan erat. Cara ampuh Farel meluluhkan hati gadisnya.