˚
˚
˚
˚
˚
˚
˚
•✧•
6. Misguided
Gracia terlihat mengernyit kala sampai pada tempat dimana nantinya ia dan teman-temannya akan mengerjakan tugas kelompok.
"Ini tempat apa?" tanya Gracia pada teman disebelahnya.
"Tempat seru, Ci" jawab orang itu sembari tersenyum lebar.
Gadis itu menutup telinganya, "Tapi ini terlalu berisik, kenapa kita engga ke cafe aja?" sarannya.
"Kalo di cafe boring, mending disini lebih asik," jawabnya.
"Udah jangan banyak ngomong, ayo masuk." Elya mengajak Gracia untuk masuk ke dalam.
Gracia masih tampak ragu dengan tempat yang teman-temannya pilih, "Terus Hugo sama Alvin kemana?" tanya nya lagi
"Udah nunggu didalem mereka," sahut temannya yang bernama Liana.
Ketiga gadis yang berstatus pelajar menengah atas itu kini terlihat berjalan masuk ke dalam sebuah tempat karaoke. Perasaan Gracia kian tidak enak kala melihat beberapa wanita tampak lewat dengan berpakaian terbuka.
"Kayaknya kita engga seharusnya disini," Gumam Gracia lagi.
"Calm down, lo jangan panik gitu dong Cia," ujar Elya mengingatkan.
"Ya gimana engga panik, kalian ngide ke tempat yang aneh," sahut Gracia.
"Aman, lagian kita udah legal."
"Legal dari mana kita masih dibawah umur, kalo sampe ketahuan bisa habis kita, "celetuk Gracia.
Elya meremas tangan Gracia, "Diem aja."
Gracia dengan enggan mengikuti Elya dan Liana ke dalam tempat karaoke, dia tidak bisa menahan perasaan tidak nyaman, saat mereka mulai masuk ke dalam. Musik yang terdengar semakin keras saat mereka mendekati pintu masuk, membuat Gracia meringis dan mempertimbangkan untuk menyarankan mereka mencari lokasi yang lebih tenang.
Karaoke itu remang-remang, dengan lampu warna-warni yang menyala mengikuti alunan lagu pop yang memekakkan telinga. Mata Gracia terbelalak saat melihat beberapa wanita berpakaian minim berjalan lewat, pakaian mereka yang terbuka membuatnya semakin merasa tidak nyaman.
Gracia mundur sedikit saat Elya memimpin jalan menuju ruang karaoke pribadi tempat Hugo dan Alvin menunggu. Dia gelisah, menarik ujung roknya, sembari berharap agar pergi ke tempat yang lebih nyaman.
Saat mereka memasuki ruangan, tiga gadis itu disambut oleh pemandangan Hugo dan Alvin yang duduk di sofa, tampak sangat nyaman dalam suasana yang remang-remang. Mereka melambaikan tangan kepada gadis-gadis itu dengan antusias.
"Akhirnya yang ditunggu datang juga, selamat datang para gadis" sambut Hugo dengan seringai aneh.
"Maaf ya lama" ujar Elya.
"Santai aja, lagian kita juga baru dateng" jawab Hugo sambil menepuk bantal sofa di sebelahnya "Sini duduk, jangan cuma berdiri di pintu atau mungkin mau gue pangku" tawarnya.
