13

16 2 4
                                        

°
°
°
°
°
°
°
•✧•

13. Confused

Teruntuk nona kecil dengan pita pink.
pemilik senyum seindah rembulan,
yang membawa harsa di kala gulana,
dan mengulurkan tangan di saat harapan terasa sirna.

Kau datang menawarkan sesuatu yang sederhana -
sebuah hubungan yang bernama teman.
Untuk pertama kalinya, tak ada tatapan kasihan,
hanya sorot mata polos berbinar layaknya bintang,
membawa secercah cahaya pada langit yang telah buram.

Sebuah permen yang dulu kamu tawarkan,
masih kusimpan rapi dalam kotak kecil berwarna cokelat -
tanda bahwa kamu melihatku sebagai manusia,
bukan sekadar tubuh berseragam putih,
dengan jarum infus di pergelangan tangan.
Kau pernah berjanji akan membawakan kue cokelat buatan tangan,
namun hingga senja tiba,
tubuh kecil itu tak kunjung datang.

Kupikir, itulah akhir dari kisah pertemuan kita.
Tapi takdir, seperti biasa, suka berkelakar.
Aku menemukamu lagi -
bukan sebagai gadis kecil berbalut pita pink,
melainkan remaja anggun dengan dress putih.
Masih dengan rona yang sama,
namun dengan keindahan yang berbeda.

Kau kini tumbuh menjadi gadis yang memesona,
rambutmu menjuntai panjang, menari lembut bersama angin.
Aku kagum - sekaligus cemburu,
membayangkan berapa banyak mata yang terpikat
oleh senyum dan pesonamu yang sempurna.

Nona, terima kasih telah menjatuhkan hatimu padaku.
Kau tak tahu seberapa bahagianya aku mendengar pengakuan itu.
Namun maaf,
laki-laki ini belum cukup berani membawamu lebih jauh.
Aku takut, pada akhirnya, kau akan terluka -
entah karena aku yang lebih dulu pergi,
atau karena kau yang akan sendirian menunggu.

Sebab sesungguhnya, sakit ini tak pernah benar-benar sembuh.
Yang kau lihat kini hanyalah seseorang
yang terus berusaha bertahan hidup.
Entah kapan akhir itu akan datang,
aku hanya tak ingin kau menyaksikannya.

Namun percayalah, nona -
jika ada kehidupan lain,
aku akan mengusahakan.
Aku janji, akan memberimu sejuta kebahagiaan,
hingga hatimu tak lagi sanggup menampungnya.
Dan untuk itu, kumohon,
cintai aku lagi di kehidupan berikutnya.

Tertanda,

Devan Luca Anchico

─┉┈◈◉◈┈┉

Australia, 9 Juli 2042

Di kamar rumah sakit yang diselimuti aroma antiseptik, seorang laki-laki muda duduk bersandar di atas ranjangnya. Selang infus menggantung di sisi kanan, sementara tangannya yang lain sibuk menulis di atas lembaran kertas kusut. Cahaya sore menembus tirai putih, memantulkan bayangan lembut di wajahnya yang pucat namun tenang.
Setiap kata yang ia tulis seolah membawa potongan kecil dari pikirannya.

Tiba-tiba, suara lembut namun penuh cemas memecah keheningan. "Chico..." panggil ibunya dari ambang pintu.
Laki-laki itu berhenti menulis, pena di tangannya menggantung di udara. Ia menoleh perlahan, menatap ibunya yang berdiri dengan mata yang lembab dan senyum yang berusaha tegar.

Laki-laki itu tersenyum, sebuah senyum tipis menghiasi wajahnya yang mulai pucat.

Elisa melangkah perlahan mendekat. "Kamu yakin?" suaranya bergetar, menahan isak yang nyaris pecah. "Kamu mau berhenti cuci darah?"

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 12, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SequoiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang