Chapter 7. Punya Adek Gini Amet.

4 2 1
                                    

Beberapa hari telah berlalu, sejak mereka pergi ke perpustakaan, dimana disana Yuuna banyak belajar hal baru. Banyak yang telah ia ketahui, dari sejarah, maupun hal lainnya, bahkan ia sudah bisa menyimpulkan bahwa sejarah disini itu, berbeda. Adapun Yuuna belajar sesuatu dari buku resep memasak, buku ilmu pengetahuan alam serta buku lainnya.

Sementara itu disebuah ruangan atau lebih tepatnya dikamar milik Rian, ia tengah berbaring-menatap langit-langit kamarnya. Padahal, ini sudah pukul 10 pagi.

"Hah ... mana sih, katanya dalam kurun waktu tujuh hari bakalan dapet kerjaan."

Ngomong-ngomong, saat berada di perpustakaan, buku dewasa yang ia maksud adalah buku yang berjudul : 1001 cara mendapat pekerjaan. Dijamin, dalam 7 hari sudah bisa mendapat pekerjaan. Namun itu tak sesuai ekspektasinya, dan justru ia malah semakin bosan menunggu.

"Hoax nih buku. Udah lewat 7 hari juga, hadeh ..."

Ia lalu memutuskan untuk beranjak dari tempat tidurnya, untuk kemudian keluar dari kamarnya. Disana ia sudah melihat Yuuna yang tengah menggambar dilaptopnya. Tunggu, sejak kapan Yuuna bisa menggambar? Ia lalu bergegas melihatnya langsung.

"Yuuna, kamu ... ngegambar?"

"E-eh! Rian?! Ah, anu, ini tuh ..." Yuuna berusaha menutup layar laptopnya agar tidak dapat dilihat oleh Rian.

"Kok disembunyiin sih."

"A-abisnya, belum selesai ..."

"Gak apa. Sini liat." Mau tak mau, Yuuna membuka layar laptopnya, dan menunjukan hasil gambarnya. Apa yang ia gambar? Itu adalah wajahnya sendiri. Terlihat gambar yang sangat detail, cantik dan sangat bagus. Rian tidak tau bagaimana harus menilai sebuah gambar, namun ia berani jamin bahwa ini salah satu gambar terbagus yang pernah ia lihat.

"Wahh, Yuuna! Kamu jago ngegambar loh!"

"Eh, iya kah? Emm ... bagus gak gambarnya ...?"

"Bagus, dong! Mungkin, kamu bisa buka commission deh, dan keknya bakalan laku."

"Open commission?" Yuuna tampak bingung.

"Ah, kayak semacam kamu diminta gambar apa yang diminta sama pembeli dan kamu nurutin terus dibayar."

"Owh ... jadi seperti, jual gambar yah?"

"Mungkin? Aku juga kurang ngerti sih. Tapi, bagaimana kalo kita coba?"

"Yah, selama itu bisa menghasilkan uang, dan bisa membantu Rian, aku mau!"

"Yaudah, pertama yang harus dilakuin itu buat dulu akun social media kamu sendiri dulu buat promosi."

Rian lalu menjelaskan semuanya secara rinci dimulai dari bagaimana ia harus memulai dan menunjukan hasil gambarnya agar orang-orang tertarik. Mungkin, ini butuh waktu yang cukup lama.

****

Waktu kini sudah menunjukan tepat pukul 3 sore. Tidak terasa, 5 jam lamanya Rian mengajarkan Yuuna. Yah, disamping itu, ia kini mempunyai akunnya sendiri. Sebelumnya ia berinteraksi dengan orang menggunakan akun Rian sendiri, karena Rian tau jika Yuuna memiliki akun social media sendiri, pasti banyak pria yang akan menggodanya. Dan sekarang juga, tidak menutup kemungkinan akan ada pria seperti itu yang akan menggoda Yuuna nanti.

"Uwahh ...! Selesai juga. Udah sih itu tinggal nunggu aja. Sekarang mending mandi dulu."

"Owhh ... yaudah! Aku mandi dulu ya!" Dengan segera, Yuuna bergegas ke kamar mandi.

Apa yang Rian lakukan saat menunggu? Ya ... menunggu. Hanya itu. Namun saat menunggu, ia tiba-tiba kembali terpikirkan sesuatu.

My Wife Is From Another WorldTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang