5

4 0 0
                                    

Happy Reading



Hari senin hari yang sangat tidak di sukai oleh Tania karena setelah upacara ada mata pelajaran matematika. Mungkin sebagian orang menyukai pelajaran matematika sedangkan dengan dirinya tidak begitu suka. Dengan alasan sulit di mengerti. Lebih tepatnya ia malas belajar.

"Kayaknya pelajaran matematika jamkos deh semoga aja sih," itulah yang ada di pikiran Tania.

"HAH! " Kaget Tania melihat guru matematika yang baru saja datang. Padahal hari ini masih acara kelas 9 dan pastinya berisik apalagi dekat dengan lokasinya.

Benar ya kata orang-orang juga, guru matematika selalu masuk di segala kondisi apapun.

"Assalamu'alaikum, selamat pagi!" Sapa guru matematika dengan senyumnya yang begitu semangat.

"Waalaikumsalam bu," jawab semua murid.

"Materi hari ini buka halaman 22-23 tentang pola bilangan." Ucap Bu Imas sambil berdiri dari tempat duduknya untuk menerangkan.

Setelah selesai menerangkan, mereka semua di beri soal untuk di kerjakan hari ini juga. Namun, beberapa menit kemudian jam istirahat pun berbunyi.

"Bu, udah bel istirahat." Sahut Bayu.

"Bel istirahat sudah berbunyi, soalnya PR kan saja minggu depan di kumpulkan, Assalamu'alaikum." Ucap Bu Imas sambil meninggalkan murid 8k sesi satu.

"Waalaikumsalam, Huhh!" degus semua murid.

Semuanya merasa senang akhirnya guru matematika telah habis jam pelajarannya, mereka pun melanjutkan untuk beristirahat.

******

Jam istirahat telah habis. Mereka semua kembali ke tempatnya masing-masing. Sambil menunggu jam pelajaran kedua, ada yang bermain game dan ada juga yang bermain handphone saja. Sepuluh menit kemudian notif dari semua handphone yang ada di ruang itu berbunyi 'Ting'.

Semua yang berada di ruangan membuka notif tersebut. Ternyata notif tersebut dari grup 'Sunda 8k'.

Sunda 8k

Bu Sarah: Assalamu'alaikum, hapunten dinten ieu ibu teu tiasa masuk kumargi aya kaperyogian. Kerjakeun LKS na kaca 10 pancen 1, kumpulkeun di neng Tania.

Tania: Muhun bu

Mereka semua mengerjakan tugasnya sambil berdiskusi satu sama lain.

"Di liat-liat Ravendra ganteng banget." ucap Tania di dalam hatinya sambil menatap Ravendra yang sedang mengerjakan.

"Eitss tunggu dulu jangan suka sama teman sekelas lagi deh takutnya kayak waktu kelas 7," pikir Tania dengan menatap Ravendra.

"Tapi kalo dekat Ravendra kadang suka degdegan, kenapa ya? Apa gue suka sama Ravendra? Ga mungkin sih! " Lanjutnya.

"WOII!" Teriak Nayla di dekat kuping Tania hingga sontak membuat Tania kaget sehingga Ravendra pun melirik mereka berdua.

"Kaget anjir!" Sinis Tania dengan wajah malas.

"Ngapain lu ngelamun atau jangan-jangan lagi liatin Ravendra diam-diam ya," ledek Nayla sampai pipi Tania memerah.

"Apaan anjir orang lagi liatin di belakang Ravendra," bohong Tania yakali harus jujur.

Ravendratania [ ON GOING ]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang