Bagaimana bisa seorang wanita fakir ilmu seperti ku menjadi istri dari seorang pria yang paham agama dan sangat baik seperti mu. Rasanya waktu itu aku tengah bermimpi dan ketika aku terbangun semuanya akan menghilang begitu saja. Namun aku salah, se...
"Masa depan adalah mutlak ranahnya Tuhan, jangan pernah kita memasuki dan ikut campur. Lakukan saja kebaikan apa yang sekarang ada di depan kita, nanti Allah pertemukan kita dengan apa yang menjadi takdir kita"
Humaira Shakeela Wardani
zauji gus Dylan karya : fadillah aulia
yuk kepoin kehidupan nyata Gus Dylan dan Shakeela di Instagram @baksobuylat
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Kini Gus Dylan sudah di pindahkan ke ruangan HCU, karna kondisi nya yang sudah mulai membaik perlahan.
Gus Dylan melaksanakan ibadah sholat Dzuhur dengan di bantu oleh beberapa perawat pria yang sedang bertugas. Walaupun sedang sakit, tak menjadi penghalang bagi Gus Dylan untuk terus beribadah.
Gus Dylan mengurung dirinya di sebalik selimut karna ia masih sangat berduka dengan kepergian Abi dan ummi nya. Gus Dylan ingin sekali kembali ke Bandung, namun ia tak bisa melakukan itu. Karna kondisi nya belum benar-benar sembuh dan masih bergantung dengan selang oksigen untuk membantunya bernafas.
Sedikit info HCU ( High Care Unit ) adalah ruang perawatan pasien ICU yang dianggap sudah menunjukkan perbaikan tetapi masih dalam pengawasan ketat.
Shakeela kembali melihat Gus Dylan setelah ia selesai sholat Dzuhur di mushola.
"Assalamualaikum"
"Waalaikumussalam," sahut Gus Dylan yang masih berada di dalam dekapan selimut.
"Qiqi udah shalat?"
"Udah tadi di bantu sama perawat"
Shakeela berusaha untuk tetap tenang dan tidak menangis di dekat Gus Dylan. Ia mendekat dan membuka selimut yang menutupi tubuh suaminya itu.
Gus Dylan pun tersenyum dengan arah wajah nya yang sedang tersenyum kearah tembok. Sebab ia tak dapat melihat dimana Shakeela berada.
"Astaghfirullah Qiqi," ujar Shakeela saat melihat bibir Gus Dylan yang kini semakin memucat.
"Shakeela panggil dokter dulu ya?"
"Untuk apa?" sahut Gus Dylan berusaha meraba sekitar agar bisa menghentikan langkah Shakeela.
"Shakeela takut Qiqi semakin sakit, Shakeela panggil dokter dulu ya?" Ujar nya sambil mencoba melepas perlahan genggaman tangan Gus Dylan.
Gus Dylan menggeleng dan semakin memperkuat genggaman nya."Obat terbaik dari penyakit ini, cukup kamu berada di samping Qiqi, Humaira"