Bagaimana bisa seorang wanita fakir ilmu seperti ku menjadi istri dari seorang pria yang paham agama dan sangat baik seperti mu. Rasanya waktu itu aku tengah bermimpi dan ketika aku terbangun semuanya akan menghilang begitu saja. Namun aku salah, se...
"Karna untuk sampai ke surga nya kita butuh nahkoda yang paham akan jalurnya"
Arroyyan Dylan Alfariqzi
zauji gus Dylan karya : fadillah aulia
༼ つ ◕‿◕ ༽つ༼ つ ◕‿◕ ༽つ༼ つ ◕‿◕ ༽つ
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
______________________________________
Arhan Hafid sancoko Bin Hendro karto wirjoyo
Lahir : 30-juni-1996 Wafat : 29-juni-2018 ______________________________________
Setelah selesai membacakan Yasin dan menaburi bunga di makam Arhan dan Syakil. Gus Dylan menyandarkan kepala nya di pundak Shakeela dengan tangan yang mengusap nisan Arhan.
"Wallahu a'lam bish-shawabi, hanya Allah Maha Tahu yang sebenarnya. Banyak pelajaran baru yang saya dapat setelah kejadian ini, mulai dari mengiklaskan apa yang teramat saya sayangi, memaafkan kesalahan orang yang berbuat sangat sadis kepada keluarga saya"
"Selama beberapa hari ini, saya selalu merasa bingung karna rasanya ada yang belum terpenuhi jika saya belum ziarah ke makam kamu dan mengucapkan terima kasih atas semua yang udah kamu lakukan untuk keluarga saya"
"Arhan Hafid Sancoko, maaf jika selama ini saya selalu memandang kamu sebelah mata. Terima kasih ya, terima kasih untuk semuanya. Mungkin jika waktu itu kamu benar memiliki hati yang jahat, pasti kamu tidak akan mau mendonorkan kornea mata ini. Terima kasih juga untuk pesantren Nurul Furqon yang sudah kamu bangun kembali, Insyaallah saya dan Humaira akan mengelola pesantren itu bersama-sama jika saya sanggup"
Gus Dylan tertunduk, menghapus air mata nya yang hampir saja terjatuh.
"Udah selesai sayang? Atau masih ada uneg-uneg nya kamu lagi? Keluarin aja semua"
Shakeela mengusap-usap punggung Gus Dylan untuk menenangkan.
"Semua nya sudah selesai Humaira. Mulai hari ini, bahkan detik ini kita sudah bisa membuka lembaran baru untuk kehidupan yang lebih baik tanpa adanya air mata lagi"
"Aamiin, sayang. Aamiin....."
Gus Dylan dan Shakeela tersenyum bahagia. Mereka berdua beranjak dan bergegas menuju rumah Shakeela seperti permintaan bunda Syifa.