Bagaimana bisa seorang wanita fakir ilmu seperti ku menjadi istri dari seorang pria yang paham agama dan sangat baik seperti mu. Rasanya waktu itu aku tengah bermimpi dan ketika aku terbangun semuanya akan menghilang begitu saja. Namun aku salah, se...
"Belajar menerima tubuh dan fisikmu apa adanya, kamu cantik dengan caramu sendiri, Allah itu adil, semua orang punya kelebihan dan sisi keindahan, tapi tidak semua orang bisa melihatnya"
Arroyyan Dylan Alfariqzi
zauji gus Dylan karya : fadillah aulia
yuk kepoin kehidupan nyata Gus Dylan dan Shakeela di Instagram @baksobuylat
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
Pukul sudah menunjuk hampir tengah malam. Setelah kurang lebih 2 jam menjalani operasi, Gus Dylan baru saja keluar dari ruang operasi dan langsung di bawa masuk ke dalam ICU karna kondisi nya yang masih belum sadarkan diri. Tak lama setelah Gus Dylan keluar, ada seorang pasien yang juga keluar dari dalam ruang operasi, namun sudah tertutup kain putih. Mungkin itu adalah orang yang sudah mendonorkan mata nya untuk Gus Dylan.
Shakeela yang sedang tertidur pulas di pundak Rara langsung di bangunkan dan di beritahu jika operasi Gus Dylan sudah selesai.
"Hmm, Gus Dylan di pindahkan ke ruang perawatan atau di HCU lagi Ra?" Tanya Shakeela dengan nada parau dan masih mengumpulkan sedikit nyawanya.
Rara geming.
"Gus Dylan di bawa masuk ke ICU lagi sha," balas nya yang membuat Shakeela kaget bukan main.
"Ha? Kenapa harus ICU? Operasi nya lancar kan Ra?" Panik Shakeela.
"Lo tenangin diri lo dulu jangan panik," ujar Rara sambil memegang bahu Shakeela dan menatapnya.
"Gus Dylan gak apa-apa, operasi nya juga lancar gak ada masalah. Tapi gue juga gatau kenapa tadi selesai operasi, Gus Dylan langsung di bawa masuk ke ICU," lanjutnya penuh tekanan.
"Yaudah kalo gitu, gue mau ke ICU sekarang," putus Shakeela final, tidak ada pencegahan.
"Tapi janji jangan aneh-aneh dan jangan sampe penyakit anxiety Lo kumat ya?" Pinta Rara, penuh tekanan.
Shakeela mengangguk dan menyatukan jari kelingking nya dengan jari kelingking Rara."Janji! Gue cuman mau liat kondisi suami gue, Jadi Lo jangan panik ya Ra. Lo disini aja jangan gerak. Kasian Udin kecapean sampe tidur di pangkuan Lo gitu"
Rara tersenyum dan mengusap-usap rambut Udin perlahan. Lalu ia kembali menatap wajah Shakeela sinis."Kalo udah liat kondisi Gus Dylan, langsung kasih tau gue ya,"
"Siap bestie bawel!" Ledek Shakeela, kemudian pergi meninggalkan Rara.
"Yee minimal ngucap salam dulu lah," balas Rara tak terima.