Konser malam ini berlangsung sangat meriah dan dipenuhi oleh ribuan penggemar musik. Panggung yang megah dihiasi dengan lampu sorot yang berwarna-warni, sementara band favorit mereka yang bernama Anapati sedang mempersiapkan diri untuk tampil.
Ketika lampu mulai redup, penonton mulai berteriak dan bersorak-sorak. Vocalis, Galleo bersama Gitaris, Alvaro, melangkah ke depan panggung dengan senyum percaya diri, membuat beberapa penonton yang kebanyakan kaum hama terkesima melihatnya.
Jreng... Alvaro memainkan genjrengan yang kuat pada gitar listriknya, dan penonton langsung bergoyang mengikuti irama musik.
Vocalis Galleo mulai bernyanyi dengan suara yang kuat dan emosional, sementara penonton bernyanyi bersama. Drummer, Alvaro, memainkan ritme yang menghentak, membuat penonton semakin bersemangat.
Rayakan hari ini
Besok sisa sengsara
Belum pulang kau pun di sini
Temani diriku
Ketika band itu memainkan lagu hits yang berjudul "Kita ke Sana", penonton bernyanyi bersama dengan suara yang keras dan bersemangat. Di tengah konser, Galleo turun ke bawah panggung untuk menjemput salah satu penonton yang sedari tadi mencuri perhatiannya.
Semua orang berteriak histeris kala Galleo bernyanyi bersama seorang wanita yang terlihat sangat cantik dengan pakaian nya berwarna pink cerah yang senada dengan bandana di rambutnya yang ia biarkan tergerai, membuatnya terlihat sangat cantik walaupun tanpa polesan makeup.
Kita bersandiwara
Bicara tak semestinya
Walau kita tahu nyatanya
Semua tak baik saja
Ada masanya kita
Mencuri ruang dan waktu
Walau pasti berlalu
Biarkan saja kita ke sana
Selagi masih bisa bersama
Bersama
Konser itu berlangsung dengan sangat meriah, penonton terus bernyanyi dan menari. Mereka tidak ingin konser itu berakhir. Ketika Anapati selesai memainkan lagu terakhir, penonton berteriak dan bersorak-sorak, meminta encore. Namun dengan berat hati, konser akhirnya berakhir dan semua orang mulai pergi meninggalkan lokasi konser termasuk cewe yang tadi bersamanya.
"Nama lo siapa?" Cewek itu berbalik saat Galleo tiba-tiba saja mengeluarkan suaranya.
"Gue?" tanyanya sembari menunjuk dirinya sendiri.
Galleo mengangguk.
"Gue, Alea Zavira, lo bisa panggil gue Alea."
Cewek itu menyodorkan tangannya dengan senyuman yang sangat manis kala ia tersenyum dan tercetak dua lesung di pipinya.
Galleo meraih tangan mungil itu, lalu tersenyum."Gue, Galleo Naraka, lo bisa panggil gue Galleo atau mungkin sayang."
"Eh?"
~Satu Dimensi~
Ini cuma prolog ya ges ya
Kalian bisa kepoin kelanjutannya di akun aku juga dengan judul 'Satu Dimensi'
Okeyy tq and happy reading guyss!!!
KAMU SEDANG MEMBACA
ZAUJI GUS DYLAN | END
Ficção AdolescenteBagaimana bisa seorang wanita fakir ilmu seperti ku menjadi istri dari seorang pria yang paham agama dan sangat baik seperti mu. Rasanya waktu itu aku tengah bermimpi dan ketika aku terbangun semuanya akan menghilang begitu saja. Namun aku salah, se...
