Bagaimana bisa seorang wanita fakir ilmu seperti ku menjadi istri dari seorang pria yang paham agama dan sangat baik seperti mu. Rasanya waktu itu aku tengah bermimpi dan ketika aku terbangun semuanya akan menghilang begitu saja. Namun aku salah, se...
"Katanya bab* haram Terus ente kok masih pacaran?"
Arroyyan Dylan Alfariqzi
zauji gus Dylan karya : fadillah aulia
yuk kepoin kehidupan nyata Gus Dylan dan Shakeela di Instagram @baksobuylat
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻🌻
"Shakeela gak mau lihat kue itu Qi. Kue itu penyebab Qiqi kecelakaan waktu itu. Kalo aja Qiqi gak pergi beli kue itu, pasti Qiqi gak bakal kayak gini!" Racau Shakeela, kacau.
"Humaira tenang, dengerin Qiqi belum selesai bicara," ujar Gus Dylan berusaha memeluk Shakeela, namun ia malah terjatuh dari kursi roda nya.
Brukh!
"SHAKEELA GAK MAU LIAT KUE ITU! JAUHKAN KUE ITU! KUE PEMBAWA PETAKA!" teriak Shakeela sambil berlari dan menutup telinga nya.
"Humaira tunggu," teriak Gus Dylan berusaha bangkit, namun usahanya sia-sia.
Sebagian orang panik mengejar Shakeela dan sebagian lagi membantu Gus Dylan bangkit dan kembali ke atas kursi roda nya.
"Gus Dylan tenang aja, biar saya yang coba ngomong sama Shakeela," ujar Rara.
"Tapi bagaimana keadaan istri saya Rara?" balas Gus Dylan, panik.
"Inti nya, Gus Dylan istirahat dulu ke ruangan biar di antar sama perawat. Kalo urusan Shakeela biar saya yang urus. Saya permisi mau temui Shakeela dulu, assalamualaikum," ucap Rara, santai.
"Waalaikumussalam," gumam Gus Dylan pelan.
Gus Dylan tertegun di atas kursi roda dengan tangan nya yang bergetar karna khawatir terjadi apa-apa pada Shakeela dan kandungan di dalam perut nya.
"Di saat seperti ini, hamba hanya ingin bisa melihat dan menenangkan istri hamba, ya Allah," batin Gus Dylan.
••••••
Karna Shakeela yang terus memberontak, akhirnya ada satu perawat yang tanpa berpikir terlebih dahulu, langsung menyuntikkan obat penenang yang membuat Shakeela lebih mudah untuk di tenangkan dan di bawa ke salah satu kamar untuk beristirahat.
"Shakeela? Sha? Lo aman kan?" Ucap Rara sambil melambai-lambaikan tangan nya di hadapan Shakeela.
"Shakeela kenapa? Bagaimana kalian bisa dengan mudah menenangkan dia?" Tanya Rara, heran.