Tabrakan itu membuat Susanto terjungkal dengan keras sementara Petra mendarat dengan mulus dibelakang (Name) yang masih tertawa tanpa suara
"Aku bisa menggantikanmu, Susan ..." Ucap Petra dengan percaya diri pada Susanto yang entah bagaimana kondisinya
Surya hanya bisa tertawa hambar melihat kelakuan Petra, sementara para undead lain merasa bingung dengan kondisi saat ini. Sangat berbanding terbalik dengan Nirmala yang berseru senang karena kedatangan Petra dan (Name) yang saat ini berpindah menertawakan wajah bangga Petra karena berhasil menggilas Susanto dengan keren
-///-
Sesaat setelah Petra melumpuhkan Susanto yang mengundang decakan kagum dan tawa dari beberapa orang, aksi heroiknya juga sukses mengundang perhatian pasukan jinn lebah. Suara dengungan khas mereka terdengar datang dari kejauhan terbang perlahan tepat diatas para undead yang saat ini sedang kebingungan
"Apa yang sebenarnya kau lakukan?! Kau membuat pasukan lebah datang!" Sentak Surya pada Petra dengan suara lantang
"Makhluk apa itu?!" Sergah Nirmala yang merasa tidak nyaman dengan keberadaan pasukan lebah
"Mereka jinn lebah anggap saja sebagai satpam ditempat ini. Jika sengatan listriknya mengenai seseorang tubuh mereka akan lumpuh selama beberapa jam." Jelas Surya memperingatkan agar mereka tidak bertindak gegabah
"Kalian! Apa yang sebenarnya terjadi?!" Teriak Dwi bersamaan dengan selesainya penjelasan Surya dirinya dan Mar terlihat berlari tergopoh-gopoh ke arah mereka
"Ya ampun! Ini Susanto kan?! Kenapa mukanya bisa begini?!" Teriak Dwi untuk kedua kalinya saat melihat wajah Susanto yang disensor dan sudah tidak berbentuk lagi
"Kalau mukanya sampai hancur begini harus cepat masuk ruang operasi!"
"Maaf ... remnya tadi blong jadi terpaksa ketabrak ..." Sahut Petra dengan wajah tanpa dosanya yang kembali menggelitik perut (Name)
"Ada apa dengan alasannya? Barusan tadi remnya baik-baik saja." Tentu saja Surya tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mencerca alasan Petra yang sama sekali tidak masuk akal
"Apa kau pikir aku bodoh?! Cepat lumpukan dia!" Perintah Dwi pada pasukan lebah yang tidak segera melakukan tugas mereka karena kembali dihentikan oleh perkataan Petra
"Kau yakin mau menangkapku sekarang?"
"Kenapa tidak?"
Disela-sela perdebatan mereka terdengar Andre yang turut menikmati tontonan yang mereka suguhkan saat ini
"Susan badak mesum itu tidak bisa bangun, artinya pelatih dikelas ini hanya tinggal Surya. Menurut peraturan satu kelas minimal ada dua pembimbing, kan?"
"Tidak perlu bertele-tele langsung saja ke intinya!"
"Aku ada waktu sampai pelatihan mereka selesai. Aku bisa mengantikan badak mesum itu sebagai pelatih."
"Bagaimana bisa kau seenaknya begitu?"
"Memangnya dalam waktu singkat kau bisa cari pengganti dimana? Tentu saja itu akan memakan waktu dan mengacaukan jadwalmu, kan?"
"Mau bagaimanapun juga kau adalah penanggung jawab kelas ini, para atasan tidak akan suka dengan kabar buruknya."
"Baiklah! Tidak usah kau teruskan!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Did I Just Die Before? [ BFD X Fem! Reader ]
Fantasy❝ Akan ada waktu dimana yang bernyawa akan ditarik masa hidupnya. Manusia paling berkuasa sekalipun tak akan bisa menghindar dari jalan takdirnya ❞ ❝ Begitu pula dengan pemeran utama kita yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju tempat peristira...
![Did I Just Die Before? [ BFD X Fem! Reader ]](https://img.wattpad.com/cover/320561931-64-k392236.jpg)