19

1.6K 215 22
                                    

¤¤¤

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

¤¤¤

Hari ini Sadewa akan berangkat sekolah untuk mengurus sesuatu, sementara Nakula diam dirumah karena Sinta melarangnya untuk terlalu banyak aktivitas.

"Gue ke Sekolah dulu, Lo baik-baik dirumah"

Nakula mengangguk, "Pulang sekolah Kerja dulu apa langsung pulang?"

"Kerja, Gue Minta ijin Cutinya besok sama Lusa. Gak papa kan?"

"Gak papa, kan ada Mamah sama Papa"

"Iyah, Ajakin si Mamah liat BoyGroup yang Lo suka, Gue yakin kalian bakal Nyambung"

"Serius?"

Sadewa mengangguk sebagai jawaban, "Oh iya, Hp Lo mana? Dari semalem Gue liat Lo gak pegang Hp?"

"Hp, Laptop, sama Motor Gue ditahan sama Orangtua Gue" cicit Nakula

Sadewa pun tersenyum, kemudian memeluk Nakula.

"Gak Papa, Pake Hp Gue aja"

"Lo gimana?"

"Gampang, Pake aja"

Sadewa pun menyerahkan ponselnya pada Nakula, kemudian mengecup sayang kening dan perutnya bergantian.

"Gue berangkat, jangan lupa Makan ya"

"Iya, Lo hati-hati"

Sadewa mengangguk, kemudian keluar dari kamarnya dan berangkat menuju sekolah.

Setelah kepergian Sadewa, Nakula membuka salah satu Kopernya, dan benar saja, barang-barang koleksinya juga ikut dibuang oleh Kedua orangtuanya.

"Hahh...Gue Jual aja kali ya sebagian" gumamnya

"_Tanyain Mamah dulu deh, siapa tau punya kenalan Army juga"

Nakula pun menghampiri Sinta yang sedang menonton televisi, "Mamah..."

"Eh Na, ada apa sayang? Sini!"

"Um...Mamah punya kenalan Army gak?"

"Army? Aahhh...Banyak sayang, kenapa?"

"Um...Na mau jual beberapa Koleksi Milik Na"

"Kenapa dijual sayang, sayang loh"

"Gak semua sih Mah, cuma beberapa aja"

"Boleh, nanti Mamah bantu ya"

Nakula mengangguk, kemudian kembali ke kamar untuk menyeleksi apa saja yang akan dia Jual.

¤¤¤

Sedangkan disekolah, Sadewa sudah sampai dan sedang duduk dikelasnya.

"Wa..."

"Hm"

"Ari maneh kunaon ngalamun wae? (Lo kenapa Melamun terus?) Tanya Shaka

"Teu Nanaon (gak papa)"

"_Gue ngomong sekarang gak ya" Gumam Sadewa dalam Hati

"Bener teu nanaon? (Bener gak Papa?)

Sadewa mengangguk sebagai jawaban, sebenarnya hari ini dia akan bicara pada kelima temannya bahwa dia akan Menikah, tapi sepertinya tidak jadi.

"Maneh masih Gawe ditempat Bang Adi (Lo masih Kerja ditempat Bang Adi?)

"Masih, Lumayan buat Nambah-Nambah"

Shaka mengangguk, kemudian menatap lamat wajah Sadewa karena merasa ada yang disembunyikan oleh Sahabatnya itu.

"Wa, kalau ada apa-apa yang bebani pikiran Lo, bilang aja sama Kita, jangan Lo pendem sendiri" ucapnya.

"Sebenernya Gue lagi banyak Pikiran, mau bilang sama Lo semua takut Lo semua kecewa sama Gue"

"Bilang aja, Lo tau kita sahabatan udah Lama" ucap Ravindra yang baru saja bersama Tama, Brahmana dan Damian.

"Hahh...Lo semua janji gak bakal Kecewa sama Gue?"

Semuanya Kompak mengangguk, Sadewa menatap bergantian kelima temannya. Dia mengepalkan tangannya dan menghela nafas Panjang.

"Gue besok mau Nikah"

"What the Fuck!!!" Kompak kelima temannya.

"Wa, Lo jangan Berjanda anj*ng!" Ucap Damian.

"Sama siapa? Lo tega Lo ya!" Ini Ravindra.

"Gue serius, Sama Nakula"

"Holly Shit!!" Umpat Brahmana

"Anj*ng Wa, Lo tega sama kita gak pernah Ngomong Kalian berdua Pacaran" ucap Tama.

"Maafin Gue, sebenarnya ada alasan Lain kenapa Gue sama Dia Nikah cepet"

"Apa?" Kompak kelimanya

"Nakula Hamil, anak Gue"

"Ohh God..."

Kelimanya Kompak mengadahkan kepala dengan Mengusap kasar wajah masing-masing, karena tidak menyangka Sadewa bisa berbuat sejauh ini.

"Lo serius Nakula Hamil anak Lo? Bukan anak orang lain, sedangkan dia kan Brandal juga sama Kek kita" tanya Damian

"Mau itu anak Gue atau bukan, Gue bakal tetap Tanggungjawab, karena yang terakhir nidurin Nakula Gue, bukan orang Lain!" Ucap Sadewa.

Prok!! Prok!! Prok!!

Kelimanya bertepuk tangan mendengar ucapan Sadewa, membuat Sadewa terheran.

"Gue bangga sama Lo anj*ng" ucap Damian

"Lo memang laki-laki bertanggungjawab, jadi ini Alasan sebenarnya kenapa Lo kerja?" Tanya Shaka

Sadewa mengangguk, "Nakula udah tinggal dirumah orangtua Gue, karena dia diusir sama orangtuanya"

"Pasti karena kehamilan ini?"

Sadewa mengangguk, "Gue juga awalnya takut orangtua Gue gak bisa Nerima Nakula, tapi ternyata mereka Welcome, bahkan yang urus pernikahan Gue, Papa"

"Om Seno GentleMen!"

"Sama Kek anaknya"

"Setuju sih Gue, dimana Lo besok Nikah, Jam Berapa?" Tanya Ravindra.

"DiGereja Katedral, Jam 10 Pagi"

"Oke, kita besok kesana sebagai Saksi"

"Kalian Gak Marah sama Gue?"

"Enggak, Ya Kali..." ucap Shaka

"Thanks Ya..."

"Santai...Kalau Lo Butuh Bantuan, Bilang aja sama Kita" ucap Shaka

Sadewa mengangguk, dan mereka pun membicarakan bagaimana awalnya Sadewa dan Nakula bisa sedekat itu.

¤¤¤

¤¤¤

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
THE BERANDAL'S [TaeKook (AU)]✅Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang