Tamparan keras dan pukulan 3

365 33 12
                                        

Sementara itu di sebuah toko, Carlos dan Johannah berduaan. "Astaga, Carlos Santos. Kalung-kalungnya mahal" kata Johannah sambil tersenyum. "Baiklah, Johannah Robles. Apakah kau ingin membelinya?" tanya Carlos sambil memeluk. "Tidak, Carlos sayangku. Sebaiknya lain waktu" jawab Johannah sambil memeluk. "Tenanglah, Johannah sayang. Belilah saja kalungnya" kata Carlos sambil menggoda. Seketika itu juga, mereka pergi dari toko perhiasan tersebut.

Sementara itu di sebuah toko, Carlos dan Constanza berduaan. "Astaga, Carlos Santos. Pakaian-pakaian yang bagus" kata Constanza tersenyum. "Baiklah, Constanza Fernandez. Apakah kau ingin membelinya?" tanya Carlos sambil memeluk. "Tidak, Carlos sayangku. Sebaiknya lain waktu" jawab Constanza sambil memeluk. "Tenanglah, Constanza sayang. Belilah saja pakaiannya" kata Carlos sambil menggoda. Seketika itu juga, mereka pergi dari toko pakaian tersebut.

Sementara itu di sebuah toko, Daniel dan Michelle berduaan. "Astaga, Daniel Santos. Tas-tasnya bagus sekali" kata Michelle sambil tersenyum. "Baiklah, Michelle Osorio. Apakah kau ingin membelinya?" tanya Daniel sambil memeluk. "Tidak, Daniel sayangku. Sebaiknya lain waktu" jawab Michelle sambil memeluk. "Tenanglah, Michelle sayang. Belilah saja tas-tasnya" kata Daniel sambil menggoda. Seketika itu juga, mereka pergi dari toko tas mewah tersebut.

Sementara itu di sebuah toko, Diego dan Veronica berduaan. "Astaga, Diego Santos. Hewan-hewannya lucu" kata Veronica sambil tersenyum. "Baiklah, Veronica Bracho. Apakah kau ingin membelinya?" tanya Daniel sambil memeluk. "Tidak, Diego sayangku. Sebaiknya lain waktu" jawab Veronica sambil memeluk. "Tenanglah, Michelle sayang. Belilah saja hewannya" kata Diego sambil menggoda. Seketika itu juga, mereka pergi dari toko hewan tersebut.

Sementara itu di sebuah rumah, Damian dan Caroline berduaan. "Astaga, Damian Santos. Bayi-bayi yang lucu" kata Caroline sambil tersenyum. "Baiklah, Caroline Sandoval. Apakah kau ingin membesarkannya?" tanya Damian sambil memeluk erat. "Tidak, Damian sayangku. Sebaiknya lain waktu" jawab Caroline sambil menolak. "Tenang, Caroline sayang. Rasanya hatiku bahagia" kata Damian sambil memeluk erat. Seketika itu juga, mereka pergi dari rumah sederhana tersebut.

Sementara itu di rumahnya, Daniel sudah terkapar di lantai. "Baiklah, Valentino Becker. Apakah kau sudah puas?" tanya Julieta sambil menangis. "Biarkan, Julieta Caspian. Biarkan saja anak itu mati" jawab Valentino tersenyum. "Tidak, opa Valentino Becker. Jangan bunuh uncle Daniel" kata Daniela sambil mendekat. "Tidak, Daniela Rueda. Menjauhlah dari hadapanku" kata Valentino sambil geram. "Tidak, opa Valentino Becker. Aku tidak akan pergi" kata Daniela sambil menangis. Seketika itu juga, Valentino segera pergi dari rumah.

Sementara itu di rumahnya, Carlos dan Johannah berduaan. "Astaga, Johannah sayang. Tolong gosok punggungku" kata Carlos sambil tersenyum. "Baiklah, Carlos sayang. Wajahmu seperti Enrique Rocha" kata Johannah sambil memuji. "Baiklah, Johannah sayang. Wajahmu cantik seperti Daniela Romo" kata Carlos jujur. "Baiklah, Carlos sayang. Sekarang berbalik menghadap kepada diriku" kata Johannah. "Baiklah, Johannah Robles. Perintahmu adalah tugasku" kata Carlos sambil memeluk. "Baiklah, Carlos Santos. Rasa-rasanya aku rindu seperti ini" kata Johannah tersenyum. "Baiklah, Johannah Robles. Berikan aku sebuah ciuman" kata Carlos sambil tersenyum. Seketika itu juga, mereka bermesraan-mesraan.

Sementara itu di sebuah kamar, Carlos dan Constanza berduaan. "Astaga, Constanza sayang. Tolong gosok punggungku" kata Carlos sambil tersenyum. "Baiklah, Carlos sayang. Wajahmu seperti Fernando Colunga" kata Constanza. "Baiklah, Constanza sayang. Wajahmu cantik seperti Susana Gonzales" kata Carlos jujur. "Baiklah, Carlos sayang. Sekarang berbalik menghadap kepada diriku" kata Constanza. "Baiklah, Constanza Fernandez. Perintahmu adalah tugasku" kata Carlos sambil memeluk. "Baiklah, Carlos Santos. Rasa-rasanya aku merindukan seperti ini" kata Constanza sambil tersenyum dengan lebar. "Baiklah, Constanza Fernandez. Berikan aku sebuah ciuman" kata Carlos sambil tersenyum. Seketika itu juga, mereka bermesraan-mesraan.

Sementara itu di sebuah kamar, Daniel dan Michelle berduaan. "Astaga, Michelle tersayang. Tolong gosok punggungku" kata Daniel sambil tersenyum. "Baiklah, Daniel sayang. Wajahmu seperti Jorge Salinas" kata Michelle sambil tersenyum. "Baiklah, Michelle sayang. Wajahmu cantik seperti Silvia Navarro" kata Daniel jujur. "Baiklah, Daniel sayang. Sekarang berbalik menghadap kepada diriku" kata Michelle. "Baiklah, Michelle Osorio. Perintahmu adalah tugasku" kata Daniel sambil memeluk. "Baiklah, Daniel Santos. Rasa-rasanya aku merindukan seperti ini" kata Michelle sambil tersenyum dengan lebar. "Baiklah, Michelle Osorio. Berikan aku sebuah ciuman" kata Daniel sambil tersenyum. Seketika itu juga, mereka bermesraan-mesraan.

Sementara itu di kamar lainnya, Diego dan Veronica berduaan. "Astaga, Veronica tersayang. Tolong gosok punggungku" kata Diego sambil tersenyum. "Baiklah, Diego sayang. Wajahmu seperti David Zepeda" kata Michelle sambil tersenyum. "Baiklah, Veronica sayang. Wajahmu cantik seperti Sandra Echeverria" kata Diego jujur. "Baiklah, Diego sayang. Sekarang berbalik menghadap kepada diriku" kata Veronica meminta. "Baiklah, Veronica Bracho. Perintahmu adalah tugasku" kata Diego sambil memeluk. "Baiklah, Diego Santos. Rasa-rasanya aku merindukan seperti ini" kata Veronica sambil tersenyum dengan lebar. "Baiklah, Veronica Bracho. Berikan aku sebuah ciuman" kata Diego sambil tersenyum. Seketika itu juga, mereka bermesraan-mesraan.

Sementara itu di kamar lainnya, Damian dan Caroline berduaan. "Astaga, Caroline tersayang. Tolong gosok punggungku" kata Damian sambil tersenyum. "Baiklah, Damian sayang. Wajahmu seperti Victor Gracia" kata Caroline sambil tersenyum. "Baiklah, Caroline sayang. Wajahmu cantik seperti Marlene Favela" kata Damian jujur. "Baiklah, Damian sayang. Sekarang berbalik menghadap kepada diriku" kata Caroline. "Baiklah, Caroline Sandoval. Perintahmu adalah tugasku" kata Damian sambil memeluk. "Baiklah, Damian Santos. Rasa-rasanya aku merindukan seperti ini" kata Caroline sambil tersenyum dengan lebar. "Baiklah, Caroline Sandoval. Berikan aku sebuah ciuman" kata Damian sambil tersenyum. Seketika itu juga, mereka bermesraan-mesraan.

The Perfect DaddyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang