Happy Reading
_________________________
Becky perlahan membuka matanya, ia melihat tidak ada seorangpun ditempatnya dan langsung bangun dari tidurnya karena takut.
"Dimana Freen?"
Gumamnya dengan takut.
Beberapa detik kemudian, Freen masuk kedalam dan menghampirinya. Ia hanya diam sambil menatap Freen.
"Kamu sudah bangun?"
Tanya Freen.
"Gue kira lo ninggalin gue."
Balas Becky dengan sedikit kesal.
Freen tersenyum sangat tipis, setelah itu ia memberikan sebotol air putih kepada Becky. "Minumlah dulu, kamu pasti haus."
"Ini air apa?"
Becky melihat air tersebut dengan sedikit tidak yakin.
"Tenang saja ini hanya air biasa."
Ucap Freen.
Ia akhirnya menerima air yang diberikan oleh Freen tersebut, ia meminumnya sampai habis karena ia memang benar-benar kehausan.
"Mau pulang sekarang?"
Tanya Freen meskipun ia tidak rela berpisah dengan Becky.
"Iya... kakak gue pasti sedang khawatir sekarang."
Balas Becky.
"Oke kamu boleh pulang tapi" Freen menjeda ucapannya dan mengeluarkan ponselnya. "Berikan nomor ponselmu."
"Hah!? Sejak kapan lo punya ponsel?"
"Itu tidak penting, sekarang berikan dulu nomor ponselmu."
Desak Freen yang menyodorkan ponselnya ke Becky.
Becky menerima ponsel Freen dan menulis nomornya, ia sedikit mengerutkan keningnya karena ponsel tersebut sepertinya ponsel baru.
"Lo gak curi ponsel kan?"
Tuduh Becky setelah mengembalikan ponsel Freen.
"Jangan bicara sembarangan kamu!"
Freen sedikit menaikkan suaranya karena tidak terima dengan ucapan Becky tersebut.
Becky langsung terkejut mendengar bentakan Freen, ia melangkahkan kakinya duluan keluar dari ruangan tersebut tanpa berbicara apapun kepada Freen.
Freen yang sadar bahwa tadi ia terlalu berlebihan langsung menyusul Becky, ia tidak mau jika wanita tersebut dalam bahaya.
"Sorry buat yang tadi."
Ucap Freen.
"Gue juga salah."
Balas Becky tanpa menatap Freen.
"Ayo saya antar."
Freen mengulurkan tangannya.
Setelah Becky menerima uluran tangannya, ia langsung melesat pergi dari tempat tersebut.
Freen berhenti dipinggir jalan, Becky yang bingung langsung menoleh ke arah Freen.
"Kita tidak mungkin pergi kesana dengan berlari."
"Maksud lo?"
"Semua orang nanti akan curiga."
Becky yang mendengar penjelasan Freen mulai paham, terlihat sebuah mobil Lamborghini Urus berwarna hitam mendekat ke arah mereka.
Mobil itu berhenti tidak jauh dari tempat mereka, seorang pria keluar dari mobil tersebut dan menghampiri mereka.
"Tumben kamu ingin menggunakan mobil Freen."
Celetuk pria itu kepada Freen.
"Apa karena wanita ini?"
Lanjut pria itu lagi sambil melirik Becky yang masih menggenggam tangan Freen.
"Bukan urusanmu Zen! Pergilah sekarang."
Usir Freen dengan wajah datarnya.
Pria yang bernama Zen itu akhirnya pergi melesat dengan cepat dari tempat tadi, Becky yang melihatnya menyimpulkan jika pria tadi sama seperti Freen.
KAMU SEDANG MEMBACA
Meet a Werewolf Girl (END)
Fiksi PenggemarBecky adalah seorang murid sekolah biasa, semuanya berubah ketika ia bertemu dengan Freen ditengah hutan. Awalnya ia tidak percaya dengan keberadaan werewolf, tapi ia malah jatuh hati dan merasa nyaman berada didekat Freen. Becky tetap nekat bersama...
