.
.
.
.
.
Leona masih memikirkan rencana raja vampir tadi yang menurutnya terlalu pengecut, ia bahkan dengan tegas menolaknya.
~Flashback~
"Kita harus menculik Freen."
Leona menatap raja vampir dengan wajah yang terkejut, ia bahkan langsung menolaknya begitu saja.
"Bukankah itu rencana yang terlalu pengecut raja?"
Ucapnya menatap raja vampir.
"Tapi itu cara mudah agar bangsa kita menang Leona! Kau bisa menjadi umpan dan kelemahannya!"
Jawab raja vampir dengan tatapan seriusnya.
"Aku tidak akan pernah setuju!"
Tolaknya dengan tegas.
Ia langsung melesat dengan cepat pergi dari hadapan sang raja, sedangkan raja vampir hanya bisa menghela nafasnya karena Leona menolak rencananya.
Tanpa mereka sadari ada seseorang yang bersembunyi di balik tembok dan menguping pembicaraan mereka tadi, orang tersebut menyeringai.
~Flashback off~
Lamunan Leona buyar ketika kedatangan Arlo yang wajahnya terlihat panik.
Wajah Leona tiba-tiba saja berubah setelah mendengar ucapan Arlo, ia bahkan langsung melesat pergi begitu saja menuju tempat raja vampir.
"Sepertinya kita terlambat."
Ucap Arlo yang tiba-tiba sudah berada disampingnya.
"Siapa yang melakukannya!"
Leona berkata dengan suara yang sangat dingin dan tatapan mata tajamnya.
"Tadi saya melihat seorang penyusup yang menggunakan jubah hitam, penyusup tersebut menusuk raja dengan pisau yang terdapat racun."
Jelas Arlo sambil melihat raja mereka yang sepertinya sudah mati.
"Sebutkan ciri-cirinya!"
Perintah Leona dengan emosi yang mulai menguasai dirinya.
"Kalau tidak salah dia seorang perempuan dan saya bisa merasakan aroma serigala di tubuhnya."
Ucap Arlo yang terlihat berusaha mengingat-ingat.
"Sialan!"
Leona terlihat tidak terima.
"Sekarang apa yang harus kita lakukan? Kami semua bergantung kepadamu, karena kamu adalah penerus raja."
Arlo menatapnya dengan serius.
"Kumpulkan semua vampir!"
Putus Leona dengan mata yang menyala sekilas.
Arlo mengangguk dan berlutut dengan sopan ke arah Leona, setelah itu ia berdiri dan melesat pergi dari tempat tersebut.
Sedangkan Leona berbalik melihat keadaan sang raja, ia bertekad akan membalasnya dan menjalankan rencana raja sebelumnya.
🌑🌑🌑🌑🌑
Di sebuah hutan terlihat seorang wanita yang berhenti melesat, ia berbalik dengan tatapan dingin dan wajahnya yang datar.
"Kenapa susah sekali untuk bertemu denganmu?"
Tanya Zen yang mengejar dirinya.
"Ada apa?"
Ia malah balik bertanya.
"Kita harus menyiapkan semuanya untuk perang nanti malam Alpha."
Jelas Zen kepada Alpha nya.
"Kau pergilah duluan, nanti saya akan menyusul."
Jawab sang Alpha.
"Baiklah Alpha."
Ucap Zen dan langsung pergi melesat dengan cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Meet a Werewolf Girl (END)
Fiksi PenggemarBecky adalah seorang murid sekolah biasa, semuanya berubah ketika ia bertemu dengan Freen ditengah hutan. Awalnya ia tidak percaya dengan keberadaan werewolf, tapi ia malah jatuh hati dan merasa nyaman berada didekat Freen. Becky tetap nekat bersama...
