3

674 14 0
                                    

Semakin mendekat cahaya-cahaya lampu motor tersebut posisi Nino pun semakin siap sekarang bahkan kedua belati di tangannya sudah ia angkat tanda siap bertarung

Anehnya bukan gerombolan dengan jaket denim yang turun dari motor dan motor tersebut pun juga bukan motor sport berwarna hitam oranye ciri khas Tigro tapi justru 4 pria dan seorang wanita menggunakan jaket kulit hitam pekat yang turun dari motor dan mengampiri Nino

"BANG NINO" teriak salah satu pemuda dan mereka berlima berlari menuju Nino

"bangsat ternyata mereka" guman Nino dengan senyuman

Tidak lama keempat sosok itu pun sampai di tempat Nino dan ternyata itu adalah Adam Eric Aten Ecen dan Gracia, pasalnya memang saat turun dari mobil Nino sengaja mengirimkan lokasinya ke grup dan Adam yang tahu bahwa terjadi sesuatu dengan Nino pun langsung mengajak Eric Aten Ecen dan Gracia yang kebetulan berada di basecamp

"lu gapapa no" tanya Adam khawatir

"santai" ucap Nino lalu tersenyum

"sorry ya gw ajak ci gre bang soalnya dia maksa tadi soalnya katanya ci Shani sama lu dia takut ci Shani kenapa-napa katanay" ucap Aten meminta maaf

"iya gapapa" ucap Nino kepada Aten lalu melihat Gracia dan berkata "Shani aman di mobil dia"

Gracia pun berlari menuju mobil Nino untuk mengecek kondisi Shani sedangkan Nino masih berurusan dengan teman-temannya

"ke rumah sakit gih" ucap Eric

"nanti aja lah, lu urusin nih si Mikel harusnya mati buang aja anak buahnya juga lu buang aja kemana kek gasuka gw sama mereka dari dulu" perintag Nino

"sip gampang masalah jejak lu gaakan kecium polisi nanti gw urus" ucap Eric

"thanks ya gw ke mobil dulu, tencen ajak kakak lu balik sana"

"sip bang" ucap mereka berdua lalu mengikuti Nino ke mobilnya

Nino pun langsung memasuki mobil dengan kondisi penuh darah, Shani Indira bahkan Gracia yang baru menyadari kondisi Nino pun ingin muntah karena melihat darah yang sangat banyak

"hoekk" mereka bersuara berbarengan

"hoekk, ci aku hoekk pulang dulu ya see you besok ci take care hoekk" ucap Gracia yang ingin muntah lalu mengikuti Aten dan Ecen untuk pulang

***

"no, kamu ga ke rumah sakit dulu" tawar Shani di perjalanan

"iya kita ke rumah sakit dulu kok" ucap Nino

Setelah sampai di rumah sakit dan Nino di obati oleh dokter langganannya pun ia langsung menuju pulang karena ternyata ia dan Shani satu gedung apartemen hanya berbeda satu lantai

***

"Shan" panggil Nino kepada Shani yang hendak memasuki unitnya sedangkan Indira sudah kembali ke unit Nino

"kenapa" tanya Shani bingung

"minta kontak lu biar kalo ada apa-apa bisa kabarin gw" ucap Nino

"emm...boleh tapi emang kamu siapa aku ya kok khawatir gitu" goda Shani dengan nada bercanda lalu tertawa kecil

Nino pun mendorong Shani masuk ke unitnya lalu menghimpit badannya ke dinding

"yaudah mulai hari ini kita pacaran" ucap Nino dengan nada dan tampang serius lalu mengambil handphone Shani dam memasukan kontaknya ke handphone Shani

"kok git-" belum selesai Shani berbicara tiba-tiba keningnya dikecup oleh Nino dan Nino berkata "love you" dan langsung berlalu pergi meninggalkan Shani yang masih tertegun seorang diri

Sepanjang perjalanan menuju unitnya Nino mengutuk dirinya sendiri

"tolol ngapain coba gw begitu baru kenal sehari udah nembak anak orang mana ga ngasih anak orang ngejawab lagi tolol Nino tolol" pikir Nino sambil terus menerus memukul kepalanya

Sesampainya di unitnya Indira melihat keanehan pada Nino kakaknya yang terkenal tenang itu saat ini terlihat frustasi jadi Indira pun bertanya "kenapa si kak pulang nganterin ci Shani kok tiba-tiba begitu" dengan tampang penasaran

"hah? enggak ada udah tidur sana lu" jawab Nino lalu memasuki kamarnya dan melempar asal jaketnya lalu merebahkan dirinya di atas kasur

"Shani Indira Natio, siapa lu bisa bikin gw kayak gini" ucap Nino dalam hati masih memikirkan Shani yang membuatnya bisa jatuh hati hanya dengan sekali pertemuan

***

Pagi sekali Nino sudah siap karena hari ini rencananya dia akan mengantar Shani ke basecampnya untuk mengambil mobil milik Shani yang sudah selesai di perbaiki oleh Hendry

"loh, mau kemana kak" tanya Indira yang melihat sang kakak sudah rapih

"basecamp" jawab Nino singkat

"nanti malem jemput loh aku kegiatan hari ini soalnya" kata Indira

"iya bawel ah, gw jalan dulu assalamualaikum" ucap Nino lalu keluar dari unitnya

"waalaikumsalam" Indira menjawab salan Nino

Tidak perlu waktu lama saat ini Nino sudah berada di depan unit Shani

*tok..tok..tok*

"iya sebentar" jawab Shani dari dalam dan tidak lama pintu pun terbuka

Terlihat sosok Shani yang sepertinya baru bangun yang bahkan saat bareface seperti ini pun Shani dapat membuat Nino tertegun

"eh Nino masuk dulu aja aku belum siap-siap mandi aja belum hehe" ucap Shani lalu tertawa kecil

"oh iya gapapa ga buru-buru juga kok" balas Nino dengan nada yang lembut "kok gw jadi lembut gini sih kalo depan dia tai" batin Nino

Nino yang dipersilahkan masuk pun memasuki unit Shani lalu duduk di sofa dan memutuskan menonton televisi

"kamu udah makan no" tanya Shani

"belom nanti aja lah gampang" jawab Nino santai

"sini makan dulu aja tapi masakan semalem udah aku panasin sih tadi" tawar Shani

Entah kenapa Nino langsung berdiri dan berjalan ke arah meja makan

"kamu makan juga lah sini" ucap Nino "kamu? apaan nih mulut gw" batin Nino

"eh...iya aku ambilin sekalian ya" ucap Shani sedikit bingung pasalnya tiba-tiba Nino memakai aku kamu yang sedikit tidak biasa

Nino pun duduk di meja makan dan Shani mengambilkan makanan untuk Nino dan dirinya lalu ikut duduk di meja makan

"kalo kurang enak maafin ya soalnya aku ga begitu bisa masak hehe" ucap Shani lembut takut makanannya tak enak karena memang Shani tidak terlalu pandai memasak

Nino pun hanya membalas dengan anggukan lalu berdoa dan mulai menyantap makanannya jujur sebenarnya sedikit terlalu asin tapi entah kenapa bukan keluhan seperti biasanya yang keluar dari mulut Nino justru

"enak kok masakan kamu cuma rada kebanyakan garem aja cuma masih enak kok" ucap Nino tulus disertai senyuman

Shani pun tak menyangka sosok Nino yang keras dan dingin bisa tersenyum serta memuji dengan tulus dan berkata dengan sangat halus

"makasih ya, nanti aku belajar lagi deh" ucap Shani berterima kasih dan membalas senyuman Nino

To Be Continued

NINO [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang