Saat ini Nino dan Papahnya sedang berada di balkon mereka sedang mengobrol sambil merokok dan menikmati kopi sambil melihat keindahan Jakarta di malam hari
"no" panggil Enzo
"iya pah kenapa" tanya Nino
"kamu beneran ga mau lanjutin bisnis papah" jawab Enzo bertanya balik kepada Nino
"bengkel Nino lancar pah jadi kayaknya engga perlu pah" jawab Nino
"yaudah gapapa, menurut kamu siapa yang bisa nerusin bisnis papah soalnya kan Indira dia pasti bakal ke dunia entertainment" ucap Enzo menanyakan pendapat Nino
"Reza aja pah" ucap Nino memberikan pendapatnya
"Reza abangnya si Eric" tanya Enzo
"iya, dia sebelas dua belas pinternya sama Eric dia juga kuliah dulu ambil bisnis pah jadi harusnya bisa" jawab Nino sekaligus menjelaskan
"yaudah nanti kamu kirim kontaknya ke papah ya biar papah masukin ke perusahaan papah biar bisa diliat kinerjanya" ucap Enzo
"iya pah nanti Nino kirim" ucap Nino
"oh iya, kamu gamau gitu cari pacar papah liat dari kuliah ga pernah liat kamu punya pacar" ucap Enzo
Nino pun hanya terkekeh lalu berkata "ada si pah tapi dia se grup sama Indira jadi susah kan ada aturan soalnya di grup mereka"
"siapa namanya" tanya Enzo
"Shani pah dia satu lantai di bawah kita unitnya" jawab Nino
"ohhh, kak Nino suka ama ci Shani ternyata pantesan kalo ama ci Shani lembut banget dia" batin Indira yang daritadi menguping dari balik jendela balkon
"nih ya no, mau ada peraturan mau ada apapun yang ngehalangin kamu hajar aja no, karena kalo cinta mau ada rintangan apapun yang ngehalangin buat ngegapai orang yang kamu cinta itu gabakal ngaruh no.....papah dukung siapapun pilihan kamu pokoknya" jelas Enzo lalu tersenyum
"makasih ya pah" ucap Nino berterima kasih lalu tersenyum
Papah Nino lalu berdiri dan menepuk pundak Nino "ayo masuk udah malem"
Nino pun mengikuti papahnya masuk ke dalam lalu dia langsung masuk ke dalam kamarnya
***
Di dalam kamar Nino duduk di depan komputernya lalu mengeluarkan pen tabletnya yang sudah cukup lama tak ia pakai
Nino mulai menggambar sambil mendengarkan sebuah musik cukup lama ia menggambar karena sosok yang ia gambar semuanya sesuai dengan ingatan yang terukir di kepalanya
Sampai sekitar 3 jam kemudian gambar tersebut selesai, dimana di gambar tersebut terdapat sosok seorang wanita yang sangat cantik lalu di akhir Nino tak lupa menuliskan tanda tangannya di bagian paling pojok kanan bawah karyanya sebagai tanda bahwa karya tersebut adalah miliknya, Nino juga menulis nama wanita tersebut yaitu Shani Indira Natio wanita yang selalu memenuhi pikiran Nino akhir-akhir ini
"aduhhh kelar juga, di print juga udah besok aja lah tempelnya sekarang tinggal tidur aja" ucap Nino seraya meregangkan tangan dan tubuhnya lalu melompat ke kasurnya
***
Hari ini Nino hanya sendirian dan di rumah saja karena Indira diantar oleh papah mereka dan sang mamah sedang pergi dengan teman-temannya
"sore-sore gini gabut banget ya nonton tv gaada yang bagus acaranya" keluh Nino karena diserang rasa bosan
*TOK...TOK...TOK*

KAMU SEDANG MEMBACA
NINO [END]
Fanfictionseorang ketua geng motor yang mencintai seorang kapten idol ibukota gimana kisah mereka berdua check this out . . . cerita ini cepet aja dan ga banyak bertele-tele okee enjoyy✌🏻