7

744 15 0
                                        

"kan udah gw bilang gausah shan" ucap Nino kepada Shani yang saat ini berada di rumahnya

"kamu tuh harus diobatin biar cepet sembuh" ucap Shani "buka baju kamu dulu no biar luka yang di perut aku benerin perbannya" lanjut Shani

Nino pun hanya bisa pasrah membuka kaus yang dia pakai, Indira yang melihat Nino pun hanya bisa menahan tawanya karena Nino seakan menjadi seekor tikus kecil dihadapan seorang Shani

"b-badan kamu bagus no" puji Shani dengan wajah yang sudah memerah karena melihat tubuh Nino yang keren dengan otot dada yang bidang serta otot perut yang terbentuk sempurna dan terlihat juga tubuh Nino sangat kencang dan keras karena sering berolahraga

"iya ci dia soalnya ngejaga badannya banget ci ampe diet-dietnya dia jalanin, tapi aneh ci masa dia ga pernah makan sayur" ucap Indira

"ya karena gw gasuka sayur" ucap Nino

"jadi kamu makan hewani doang no" tanya Shani

"iya gw carnivore diet pakenya" jawab Nino

"tapi badan kamu banyak bekas luka gini tau jadi agak serem" ucap Shani

"udah biasa" ucap Nino singkat

"udah nih udah selesai yang ditangan juga udah selesai, kamu jangan berantem-berantem terus kerjain apa kek gitu yang bermanfaat" ucap Shani menasihati Nino

"iya" ucap Nino malas

"sini kak Nino ci Shani makan dulu udah siap nih" ajak Indira

"iya" sahut Nino dan Shani bersamaan

Mereka pun akhirnya menuju meja makan dan memakan makanan yang sudah disajikan oleh Indira dan benar saja makanan Nino hanya daging dan sedikit nasi merah

Setelah makan mereka lanjut mengobrol sambil menonton drakor di netflix walaupun sebenarnya Nino malas menonton drakor tapi entah kenapa kalau dengan Shani tidak malas rasanya

"aku pulang ya" pamit Shani yang sudah siap untuk pulang

"iya ci, besok cici libur kan istirahat ya ci" ucap Indira

"iya Indira makasih" ucap Shani dengan senyuman

"makasih ya shan" ucap Nino lalu tersenyum tipis

"sama-sama no, aku pulang ya" balas Shani dengan senyuman manisnya

"hati-hati shan" ucap Nino

Shani yang sudah menuju ke lift pun tersenyum mendengar kata-kata Nino

"apaansi kak orang cuma beda satu lantai hati-hati emang ci Shani pulangnya ke Jogja" ucap Indira lalu tertawa kecil

"tolol amat si no" batin Nino "berisik lu tai, tutup pintu kunci jangan lupa" ucap Nino lalu masuk ke kamarnya

***

Seminggu berlalu hari ini Nino dan Indira sudah rapi dengan setelan hitam dan jaket Lykosnya begitupun dengan Indira

"udah siap lu" tanya Nino

"udah, oh iya mamah sama papah hari ini sampe Jakarta harusnya" ucap Indira

"iya tau gw semalem papah kasih kabar, yaudag ayo jalan" ucap Nino lalu berjalan menuju keluar dari unitnya diikuti Indira di belakangnya

"loh, kalian mau kemana" tanya Shani

"ke makam ci" jawab Indira

Shani hanya membalas dengan anggukan, ingin sebenernya ia ikut tetapi ia merasa bahwa ia tak punya urusan

"ikut aja ci ayo nanti aku sama biar aku sama kak Ecen aja nanti biar cici bisa sama kak Nino" ucap Indira

"emang gapapa" tanya Shani

NINO [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang