10. Pasar Malam

805 107 10
                                        


~~~

Di alun-alun kota kini diadakan yang namanya bazar lebih ke seperti pasar malam. Acara ini memang rutin diadakan setiap satu tahun sekali, setiap acara perayaan kota.

Dan disinilah keluarga rusa berada. Jaemin langsung tantrum ketika pada sore harinya di beritahu Minho bahwa di alun-alun kota terdapat pasar malam, bahkan Minho memamerkan fotonya yang dengan sengaja berada di bazar makanan sembari memegang sosis bakar. Tidak terima tentu saja Jaemin ini, bocah yang selalu ingin ikut kemanapun Minho pergi.

"Huaaaaaa... Antalin Nana kakak!!!" Yah begitulah kira-kira teriakannya.

Keluarga harmonis itu tengah berjalan beriringan di area bazar makanan, dengan posisi Jaemin yah duduk di pundak Daddy nya. Dan dengan santainya bocah cadel itu menjambak rambut Daddy nya untuk berpegangan.

"Adek mau beli apa?" Tanya Yoona.

"Beli cepelti kakak tadi"

"Beli apa tadi kak?" Kini Yoona berbalik menanyai Minho.

"Sosis bakar mom" Minho menjawab singkat.

Yoona mengangguk mengerti. Keluarga itu berhenti di stand penjual sosis bakar, dengan Yoona yang mengambil alih untuk memesan.

"Kakak mau sosis apa, ayam atau sapi?" Yoona bertanya lagi pada Minho.

"Kakak tidak usah, tadi udah beli"

"Terus kakak makan apa?" Yoona kembali bertanya.

"Tidak tau, nanti kalau ada kebab kakak beli kebab aja"

"Ok"

Sembari menunggu pesanan jadi mereka mengedarkan pandangan ke seberang dimana letak permainan berada. Memang pasar malam alun-alun kota ini tempat bazar makan dan permainan akan dipisahkan, agar tidak berdesakan bagi pengunjung yang mengantri makanan dan permainan.

"Paman sosis nana jangan gosong yah" Kata Jaemin pada penjual sosis bakar. Sedari tadi bocah itu memperhatikan paman penjual sosis yang tengah memanggang pesanan nya, sembari menyerap ilmu baru pikirnya.

"Ok anak manis..." Paman penjual sosis tertawa.

Setelah pesanan mereka jadi kini mereka kembali melangkahkan kaki menuju bangku taman yang tersedia, untuk makan terlebih dahulu lalu nanti kembali jalan-jalan.

"Nana mau main di cana sama kakak boleh tidak?" Kata Jaemin dengan mulut yang belepotan saus itu. Anak itu tidak makan sendiri melainkan di suapi tapi tetap saja belepotan.

"Boleh, mom and dad tunggu di sini yah" kata Yoona memperbolehkan, sembari mengusap sekitaran mulut Jaemin menggunakan tisu basah.

"Ok" Jaemin beralih meminta gendong pada kakaknya itu. Sungguh jika di keramaian ia takut hilang.

"Kakak main apa kita?" Jaemin bertanya setelah mereka sampai pada area permainan.

"Nana mau main apa?" Tanya balik Minho.

"Ikan, mancing ikan ada tidak yah?" Sembari celingukan Jaemin mencari mainan kesukaan nya.

"Jangan mancing lah dek ini udah malem nanti basah, gak bawa baju ganti" tolak Minho.

"Cari yang lain a-" perkataan Minho terpotong oleh teriakan Jaemin yang melengking itu. Berdenging dikit tidak ngaruh.

"ITU!!! ITU!! ADA MANCING-MANCING!!!" Tunjuk Jaemin di belakang tubuh Minho.

Minho menoleh melihat apa yang Jaemin tunjuk. Minho tidak melihat adanya mainan memancing di sana, yang Minho lihat hanya banyak nya orang dewasa yang bergerombol di sebuah permainan memancing berbagai macam barang.

INNER EYES - Na JaeminCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang