E18: Mereka Yang Menaklukkan Dunia

17 1 0
                                        

Anak kecil itu terus berlari di gelapnya malam. Menghindari hewan buas, menghindari kejaran tentara bangsawan. Ia terus berlari, tak membawa apa-apa. Berharap bisa menemukan fajar, berharap bisa terus hidup untuk ke depan.

Matanya tak kunjung menyerah, ia terus percaya, dan terus berjalan tanpa arah. Hingga suatu saat dirinya tiba di padang rumput tak terbatas. Berjalan menyusurinya, sempoyongan, dengan menahan rasa lapar di raga. Tubuhnya benar-benar berantakan, bajunya kusut, robek, serta berlumuran tanah. Tangannya berbecak luka karena tersungkur. Namun ia tak menyerah, percaya ia bisa membalas dunia.

Hingga akhirnya, sebuah kota terlihat dari ujung padang. Di keliling oleh ladang gandum dan sayuran yang luas. Banyak petani bekerja di sana, mengikat fajar, dan datang bersamanya. Ia terus berjalan ke arah kota, dengan tubuh yang sempoyongan dan tak tahu arah. Insting terus berkata untuk ke sana. Mencari makan, mencari nafkah yang tak seberapa.

Gerbang besar kini telah terlihat, orang-orang lalu lalang di depan. Ia merangkak perlahan, hingga akhirnya pingsan di depan toko buah milik warga.

***

Matanya terbuka, melihat pemandangan yang kini telah berubah di hadapan. Sebuah roti dan dua buah apel terpampang di depan mata. Sekelompok anak menemukan serta membawa anak malang ini ke kediamannya. Gelap, tempat itu dipenuhi oleh barang-barang bekas. Meski langit terang, namun entah mengapa tempat itu selalu dipenuhi bayang-bayang.

Salah seorang anak melambaikan tangan pada anak malang itu. Memeriksa, serta melihat apakah ia telah pulih dari pingsannya. Bermain, mengitarinya, ada yang lebih kecil dari dia, dan ada yang sudah beranjak dewasa. Mereka adalah anak-anak yang hidup di kawasan pinggir kota.

Mata dari anak malang itu terbuka, dan kini beranjak bangun dari tidurnya. Ia duduk, menghadap ke sekelilingnya, menemukan bahwa banyak anak telah mengerubunginya. Mereka sangat penasaran, saling bersahutan dan bertanya dari mana dia berasal. Anak malang itu hanya bisa diam, tak berkata apa-apa. Umurnya telah menginjak remaja, namun tetap tak menyangka telah melalui ini semua.

Sontak, salah satu dari anak itu menyuapinya, memberinya makan dengan paksa meski ia masih berproses menelan semua. Anak malang itu hampir tersedak, namun salah seorang dari anak kemudian memberikan air kepadanya. Setelah selesai makan, tiba-tiba tangannya diraih, dibawa lari mengikuti jalan.

Lorong demi lorong kota dilalui, serta blok demi blok dilewati. Menerpa matanya, cahaya berkelap-kelip seiring melewati wilayah yang terang dan gelap. Hingga akhirnya anak itu tiba di pinggir sungai dan melompat dari sana. Anak malang itu tak bisa melawan, tak menyangka skenarionya menjadi seperti ini. Dia terjatuh dan kini tercebur di sungai. Anak-anak yang lain mengikutinya, mereka semua melompat serta kini berenang di sungai bersama.

Mereka tertawa, saling bermain, menyiram wajah anak malang itu dengan cipratan air sungai. Ia terus menutupi wajahnya dengan tangan kanan. Hingga akhirnya ia ikut tertawa, dan membalas serangan yang selama ini diterimanya. Mereka berlima cekikikan, menikmati dinginnya air sungai di tengah kota.

***

Waktu menjelang siang, kini mereka beranjak dari sungai. Mengeringkan pakaian, dan berjalan pelan ke tempat berbayang tadi. Kepala dari anak malang diusap terus menerus oleh anak kecil itu. Katanya ia kini sudah bersih serta tak berantakan lagi. Anak malang itu tersenyum, lalu membalas mengusap si anak kecil.

Mereka kini telah tiba di tempat tadi, setelah sampai di sana, mereka kemudian duduk melingkar, serta memperkenalkan diri masing-masing.

Anak kecil yang mengusap tadi bernama Ren, ia tersenyum manis saat memperkenalkan dirinya. Di sebelahnya ada Albert. Dia lebih dewasa daripada yang lain, mungkin umurnya sekitar 15-16 tahun. Di sampingnya lagi ada Leon, dengan umur sekitar 10 tahun ia yang membawa si Anak Malang ke sungai. Lalu ada Anne, anak perempuan berumur 12 tahun yang menemani mereka sedari tadi.

RattleheartTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang