*maaf kalo ada typo
⚠adengan darah!
_sei_
"Benarkah dia dari keluarga kaiser? Kenapa anak itu tidak menghabiskan hidupnya yang santai di keluarganya yang kaya raya itu? Dia mau pamer ya?"
'Mempunyai mimpi sendiri itu salah ya? ' batin [name].
"Wah.. Awal nya aku ragu saat anak itu kembali, ternyata firasat ku ini benar."
"Anak anak memang seperti itu. Aku tidak tahu jalan pikirannya kemana, malang sekali."
'Kalian yang tidak mengerti diriku!'
Mata [name] tidak ada sama sekali kehidupan, terlihat kosong.
Jleb!
Crass!
Suara seseorang yang terdengar di tusuk menggunakan pisau, lalu memukul kepalanya di kaca.
Darah metetes dari dahi, pipi dan hidung. Dengan Bahu yang tertusuk pisau.
[Name], dia duduk di dekat kaca yang hancur sehabis di hantam kepalanya. Kemarin, seseorang yang menamparnya di pemakaman datang kepadanya, orang itu menyeret [name] pergi ke mansionnya. [Name] di tempatkan ke dalam suatu ruangan olehnya dan di siksa.
"Merepotkan."
Saat ini, [name] duduk dengan kepala menunduk. Darahnya sudah berhenti menetes, tapi bahunya masih mengeluarkan darah.
[Name] menangis tanpa suara. Padahal, dirinya masih 10 tahun. Tapi kenapa hal ini terjadi padanya? Apa semua ini memang salah [name]?
Dia memegang pelan bahu kirinya.
"Sakit... Kakak... Aku ingin pulang." ucapnya pelan. [Name] tidak mau mati kehabisan darah disini, dia ingin kabur tapi tenaganya seperti tidak ada.
Seminggu kemudian.. Orang itu datang lagi. Dia adalah kakak dari ayah [name] dan Michael, namanya Kaiser Xielo atau biasa di panggil xiel.
Xiel memandang dingin [name], lalu memaksanya berdiri dengan menjambak rambutnya. Xiel berucap,
"Kau.. Tidak berguna, dan tidak memiliki bakat. Entah bagaimana Jack mendidik mu dari kecil, tapi... Bagaimana kalau aku saja yang membuatmu menjadi berbakat?" Xiel tersenyum lebar atau bisa di anggap menyeringai ke arah [name].
*Jack itu Jackson ayahnya [name] dan Kaiser.
Semenjak hal itu, Xiel lebih sering melukai [name], dan [name] yang sudah lama tidak bertemu kakaknya lagi.
Tubuhnya penuh luka dari luka memar, luka sobek, dan luka besar yang sudah kering hanya menyisakan jejak darah saja.
Bugh!
"Kau.. TIDAK BECUS!! JANGAN TERUS BERBUAT KESALAHAN SIALAN!" teriak Xiel dengan marah. Pria itu memukul terus [name] tanpa ampun walaupun dia adalah anak berumur 10 tahun, sedangkan [name] sendiri hanya diam sambil merasakan tubuhnya yang tidak merasakan apa apa.
[Name] membulatkan matanya. Xiel baru saja menusuk perut, dan kedua kakinya. Setelah itu, Xiel pergi dari ruangan [name].
[Name] terjatuh, dia meringis setelah merasakan sakit yang sangat dalam. Pupil matanya bergetar.
"Aku.. Takut." Airmata menetes lagi. Ketakutan yang tidak pernah dia rasakan, rasa sakit yang sangat menyakitkan, dan rasa kesepian karna tidak ada yang menemaninya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Haikyuu × Kaiser! Reader
FanfictionAdik dari Kaiser Michael yaitu Kaiser [Name] ikut kakaknya ke Jepang tapi dia malah ke daerah yang berbeda dari kakaknya dan memutuskan untuk bersekolah. Kakaknya yang sangat mahir dalam permainan sepak bola juga sebagai pemain besar tentunya [Name...
