RINDU

271 28 1
                                    

April 2023

___________________

Kakinya melangkah kecil dan sedikit berhati hati agar balita berumur tiga tahun itu tidak terganggu tidurnya. Senyuman Jeongwoo merekah kala ia melihat sang putranya yang tidur adem di box bayi itu.

"Tidur yang nyenyak bayiku" Lirih Jeongwoo yang bersuara kecil sambil mengusap lembut kepala Ruwoon dan tidak terlupa mengecup tipis pipi lembut putranya.

Bunda anak satu ini menatap putranya dengan iba, Jeongwoo merasa bersalah dengan bayinya karena ia tidak fokus menjaga Ruwoon seperti ia menjaga Ruwoon buat satu tahun yang lalu.

Jelas Jeongwoo sangat sibuk sekarang, dengan mengendalikan perusahaannya dan harus mencari pendapatan bagi bisa membiayai sang putra. Iya, Walaupun sekarang harta mereka sudah melimpah dan cukup.

Jeongwoo sangat sibuk sehingga hampir melupakan tanggungjawabnya sebagai orang tua bagi Ruwoon. Semenjak bayinya menginjak kepala dua, Ruwoon sudah diasuh oleh suster Nisa, hanya sus Nisa yang dapat Jeongwoo percayakan setakat ini untuk menjaga Ruwoon.

Ia tidak dapat mengalihkan semua atensinya ke Ruwoon karena ia benar benar sibuk, makanya Ruwoon jarang sekali mendapat kasih sayang dari Jeongwoo.

Bahkan pernah satu kali, Jeongwoo tidak menemui anaknya seminggu. Dia hanya bertanya kabar di telefon. Ia harus ke luar kota bagi menyelesaikan kerja kerjanya itu sampai harus mengorbankan masanya buat Ruwoon.

Seperti sekarang ini, Jeongwoo pulang lewat jam tiga pagi. Sudah semestinya balita gemas itu sudah tertidur. Seperti ini lah rutin anak beranak ini. Jeongwoo hanya akan melihat bayinya ketika larut malam.

Dan jika bayinya membuka mata, Ruwoon akan merengek mencari mamanya yang tidak ada di sampingnya.

Ia terbuai dengan perasaan 'harus kerja keras'. Jeongwoo sudah terbiasa dengan kata itu, bahkan kata itu selalu aja terngiang di kepalanya.

Karena Jeongwoo yang dulu susah, membuat kata bekerja keras menjadi kata motivasinya agar dapat berjaya seperti sekarang ini.

Lihatlah, nama Jeongwoo sekarang tercatat di media sosial dengan julukan perfect boy. Laki laki yang dulunya nol dan sekarang menjadi jutaan.

Pemuda ini baring dikasurnya selepas menunaikan hajatnya untuk mandi dan menggunakan piyama. Ia menatap langit langit dan membuang rasa lelahnya yang seharian bekerja.

Seketika kepalanya mula muncul tentang kejadian siang tadi, sudah tiga tahun ia sudah tidak melihat mantan suaminya.

Entah mengapa hati Jeongwoo merasakan kembalinya muncul perasaan rindu akan pemuda itu. Tapi disisi lain, ia masih membenci Haruto dengan kejadian di masa lalu.

Jeongwoo mengeluh panjang sembari memijit pelipisnya. Ia belum bisa terbiasa melihat Haruto yang mungkin akan ia lihat setiap hari.

Karena ia berencana untuk menerima lamaran Haruto untuk bekerja di perusahaannya. Entah kenapa ia menerima Haruto untuk bekerja dengannya. Mungkin rasa penasaran yang tinggi tentang apa yang telah terjadi dengan Haruto sampai harus merayu untuk diterima bekerja.

Jeongwoo lelah, biar kebesokan harinya ia akan menyelesaikan semua ini. Untuk sementara Jeongwoo ingin beristirahat dan harus bangun pagi untuk memulakan rutinnya yang sibuk itu.

________________

Jeongwoo menggeliat dan merasakan sesuatu yang berat menindih perutnya. Ia membuka matanya sebelah dan menemukan siapa gerangan yang membuatnya terbangun.

Suara anak kecil yang sudah tercekik nyaring terdengar. Ternyata itu putranya yang sudah bangun dengan menoel muka mamanya agar si mama terbangun.

Jeongwoo terkekeh melihat si putranya yang sudah tersenyum lucu untuk membangunkannya. Jeongwoo menangkup kedua pipi anaknya dan menghujam berbagai kecupan di seluruh muka Ruwoon. Dan membuat si kecil ketawa khas bayi.

GET BACK [HAJEONGWOO]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang