"Scenario Tuhan tidak akan pernah ada yang tau"
-Neca Zavara Alasya
Inilah kisah Alasya sang gadis arogan dengan scenario Tuhan, seperti apakah kisah nya?
HAPPY READING TEMAN-TEMAN
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"DIAM!!! Pergi Alisya. percuma, gue nggak akan buka pintunya!"
"Aku mohon Bertahanlah, aku akan ada di sini menunggu sampai kamu mau buka pintunya Vara!" Akhir kata yang Vira (Alisya) ucap, gadis itu luruh di atas lantai yang dingin lalu menyandar di luar pintu kamar Alasya. begitupun sama halnya dengan Alasya, ia juga menyandar di balik pintu, tanpa disengaja mereka saling membelakangi meski hanya berhalang pintu.
Malam ini, Hujan begitu deras menghujani kota Surabaya. Guntur dan petir bersahut-sahutan, air yang jatuh begitu deras dari langit seolah-olah langit juga ikut sedih.
Gelap menjadi terang, hujan telah henti matahari pun terbit, istirahat telah usai aktifitas telah dimulai. Dipagi hari yang cerah dan disertai air yang menggenang serta embun di dedaunan, sisa tangisan langit semalam membuat pagi kala itu sangat sejuk sekali.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Pantulan sinar matahari memantul kecelah-celah yang ada di rumah besar itu, rumah itu tampak megah, indah dan nyaman dari luar, tetapi entah dengan di dalamnya. (T_T)
"Alisya?" Monolog wanita muda bernama tiara itu, langkahnya terhenti. Saat Ia melihat adiknya tertidur di depan pintu adik bungsunya, awalnya ia ingin memanggil kedua adiknya itu untuk sarapan, akan tetapi ia di kejutkan dengan kejadian dihadapannya itu.
Gadis itu segera melangkah, ia menepuk-nepuk pundak adiknya itu dengan pelan membangunkannya dengan halus, Tiara merasa iba melihat adiknya itu tertidur di depan pintu kamar adik kembarannya. Wajahnya terlihat sangat lelah, garis hitam bak panda itu terlihat jelas terukir diwajahnya, begitupun mata yang terlihat bengkak, sepertinya adiknya itu menangis semalaman.
"Alisya, bangun. Kenapa kamu tidur disini?" Tiara mencoba membangunkan adiknya itu dengan pelan agar tidak membuatnya terkejut.
"Sshhh" Gadis berusia 17 tahun itu, memegangi lehernya yang sedikit sakit karena posisi tidurnya yang tidak tepat.
"Kenapa?" Tanyanya, sambil mengelus-elus surai rambut panjang milik adiknya yang terlihat berantakan.