🅿🅰🆂🆂🅸🅾🅽🅰🆃🅴 🅽🅸🅶🅷🆃
Hai hai
Balik lagi..
Kira2 ada yg masih inget nggak ya sama cerita ini. Secara macet hampir 2th lebih😅😅😅
Maaf ya, bukannya mau ninggalin kalian dan cerita ini gitu aja. Tapi skrg susah bgt punya waktu buat nulis. Apalagi nih otak kadang mogok soal ide.
🗣️ : Halah, alesan aja. Padahal sibuk nontonin series sama baca manhwa yang banyak cogannya tuh. 🙄
👀 : Ssstttt, jangan buka kartu, ih.. 😩
😌 : Udah deh, nggak usah banyak drama. Biarin mereka baca sambil mengingat alur ceritanya sendiri.
Oke deh..
Nggak usah lama lama
Langsung aja
Yuk baca
Seperti biasa sebelum baca jangan lupa tinggalkan jejak
Voment jangan lupa
*
*
*
HAPPY READING
Rintik hujan di luar jendela tak mampu mengganggu kebersamaan dua insan yang saat ini tengah di mabuk asmara. Meski langit diluar semakin gelap dan udara semakin dingin karena hujan. Tapi keduanya nampak nyaman satu sama lain saling menyandarkan diri.
Waktu saat ini sudah menunjukkan pukul 22.50 malam. Di dalam mobil yang terparkir di depan sebuah taman kecil, sepasang anak adam itu berhenti sejenak dan berbicara.
"Ya, Baby ya?" bujuk Mew sambil bersandar di bahu sang kekasih.
"Hmmn.." jawab Gulf berpikir.
"Ayolah, kan bentar lagi juga magang kamu selesai. Ya, mau ya? Kamu mau ya tinggal bareng di apartemen Phi. Phi nggak mau jauh sama kamu, sayang." kata sang dominan sambil memeluk tubuh si manis.
"Hufttt, yaudah deh. Iya, aku mau. Tapi janji, nggak ada yang boleh tau!"
"Iya sayang..." jawab Mew. Ia lalu mengeratkan pelukan manjanya pada sang kekasih hati.
"Phi nggak malu sama umur? Manja amat sih." kekeh Gulf.
"Biarin, sama pacar sendiri ini." kata Mew semakin membenamkan dirinya pada kekasih manisnya itu.
"Dasar." decak Gulf tersenyum.
"Oh iya, nanti kalau magang kamu selesai, gimana kalau kamu nggak usah pindah ke asrama lagi? Kamu tetep tinggal di sini sama Phi. Naaa... Naaa.." pinta manja sang dominan.
"Terus kalau aku mau kuliah gimana, jauh kan? Lebih baik aku pindah ke asrama lagi sih, tapi," Si manis menggantung kalimatnya. Dari kata-katanya tersirat rasa enggan. Ia merasa malas jika bertemu kembali dengan Mark dan juga Vee yang telah menyakiti hatinya.
"Kenapa, Baby?" tanya Mew yang melihat raut sedih dan juga ragu di wajah kekasih manisnya itu.
Gulf menggeleng, "Nggak ada apa-apa kok Phi, cuma agak males aja kalau mikir harus balik ke asrama. Males ketemu sama mereka lagi." kata Gulf mencoba bersikap baik-baik saja.
"Mereka?" tanya Mew.
"Iya, Phi Vee dan juga Mark." kata Gulf menjelaskan.
"Kenapa? Emangnya kamu masih ada perasaan sama mantan kamu itu?" rajuk Mew sedikit cemburu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Passionate Night
FanfictionStory of Mewgulf. Adaptasi dari story Oneshoot dengan judul yang sama.
