4. Spending time together

30 9 0
                                        

Mereka telah sampai disalah satu mall yang ada di Jakarta.

"Anshel, bawa jaket atau cardigan gak?" tanya laki-laki itu ketika mereka sudah sampai diparkiran mall.

Anshel terdiam. "Enggak. Gak boleh pakai seragam ya?"

"Boleh. Tapi lebih baik di tutup. Bentar," laki-laki itu berusaha meraih tas yang berada di kursi belakang, kalau tidak salah Baskara mempunyai hoodie di tasnya.

"Nah!" Baskara tersenyum setelah mendapatkan hoodie nya.

"Nih, pakai."

Anshel mengambil hoodie berwarna biru muda itu dari Baskara lalu langsung memakainya. Laki-laki itu terkekeh, hoodienya terlalu besar di badan Anshel.

"Bocah."

Mereka berdua turun dari mobil, berjalan masuk kedalam mall.

"Timezone! Boleh mampir kesana nanti?" gadis itu menatap laki-laki yang lebih tua tiga tahun darinya, lalu tersenyum ketika mendapatkan anggukan dari sang empu.

Mereka berjalan sambil melihat-lihat sekitar, sesekali Anshel berseru ketika melihat sesuatu yang lucu menurutnya. Menaiki satu persatu eskalator untuk mencapai ke lantai 4, tempat foodcourt.

"Kita makan dulu ya."

Anshel mengangguk semangat. "Tau aja deh aku laper." gadis itu menyengir.

Mereka sudah sampai di restoran Jepang karena Anshel bilang dia ingin makan sushi.

"Aku mau  seafood dynamite roll!" seru Anshel.

Itu adalah menu favoritnya disini. Berbagai macam seafood yang digulung oleh nasi dan juga nori yang disiram dengan saus mentai serta diberikan telur ikan didalamnya.

"Gak mau pesan ramen nya?"

Anshel menggeleng. "Itu aja."

Baskara memesan menu yang sama, hanya saja dia pesan yang ayam.

Mereka menunggu sambil mengobrol kecil. Anshel menceritakan bagaimana kegiatan di sekolah nya tadi.

"Guru matematika nya lucu tau kak, dia suka ngelawak masa?" gadis itu tertawa ketika mengingat momen lucu dikelasnya tadi.

Baskara terkekeh. "Berarti dia tau cara buat muridnya suka sama pelajaran matematika."

"Bukan malah suka ke pelajaran nya tapi ke gurunya!"

"Iya, itu salah satu trik dia supaya anak muridnya suka sama matematika."

"Namanya kan bu Siti, nah dia tuh ingatannya jangka pendek jadi kalau ngejelasin tuh suka pusing. Tapi sama dia aku jadi lebih ngerti sih, cuman muter-muter aja ngejelasinnya."

Makanan telah datang, pelayanan itu menaruhnya sesuai pesanan mereka tadi.

"Ada lagi tambahan?"

Anshel dan Baskara menggeleng, pelayanan itu pamit undur diri.

Baskara mengambil tisu lalu mengelap sumpit yang akan mereka pakai agar bersih. Di berikan kepada Anshel dan menyuruh anak itu makan dengan perlahan.

"Eum, enak banget!" seru Anshel. Gadis itu makan seperti ikan buntal, pipinya menggembung penuh karena makanan.

"Kamu mau coba gak kak?"

Baskara menggeleng membuat Anshel mengerutkan dahinya dengan mulut yang masing menggembung.

"Kenapa?"

"Gua alergi udang."

Mata gadis itu membulat lalu dia mengangguk paham.

Dia BaskaraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang