1. Baskara

81 16 4
                                        

Namanya, Baskara Archio Josse. Orang-orang suka memanggilnya dengan sebutan "Bas" atau "Josse", kalau "Chio" itu panggilan khusus dari keluarganya.

Baskara adalah anak kedua yang mempunyai satu kakak dan satu adik. Tapi sekarang dia menjadi anak tunggal karena kakak dan adiknya sudah pergi duluan meninggalkannya.

Menjadi anak tunggal tidak lah menyenangkan. Bas sering merasa kesepian karena tidak ada teman yang bisa dia bagi cerita.

Baskara itu dari kecil kurang mendapatkan kasih sayang kedua orang tuanya. Kalian yang anak tengah pasti merasakan hal yang sama, kan? Seolah tidak terlihat, padahal kita ada disana.

Baskara, ntah sudah berapa kali dirinya berpikiran untuk mengakhiri hidup. Saat itu, ada Ezekiel yang menahan pistol yang sudah siap ia tembakan ke kepalanya. Ketika sang kembaran meninggal, malah seorang gadis yang menolongnya saat itu.

Motor ninja berwarna hitam itu terparkir disebelah motor yang lainnya. Baskara membuka helm tersebut, rambutnya sedikit tertiup angin membuat kening indahnya terpampang bebas disana.

Laki-laki itu berjalan memasuki sebuah rumah yang merupakan markas ELIXIOUS.

"Bos!" seru salah satu orang yang ada disana.

"Lo udah tau, siapa yang buat kakak gua mati?"

"Belum. Gua udah tanya semua orang yang bersangkutan, tapi mereka semua seakan tutup mulut sama alasan kematian kakak lo."

Aneh, menurutnya. Bahkan Aslan yang merupakan tangan kanan kakaknya tidak tau kenapa Dexter– sang kakak bisa mati.

Baskara menghela napasnya, menjatuhkan diri di atas sofa empuk itu, lalu seseorang menyodorkan sebuah kaleng soda kepadanya.

"Minum dulu, bos."

Kaleng soda itu dibuka, lalu di teguk sekaligus tanpa tersisa setetes pun.

Dua orang yang melihatnya melongo, heran apakah bos nya ini sehaus itu?

"Lo habis ngapain dah, sampai kehausan gitu?" tanya salah satu dari kedua orang tersebut, namanya Matthew.

"Menurut lo aja." ucap Baskara dengan wajah datar nya.

Menurut dia, itu bukan pertanyaan yang harus dia jawab.

"Gua rasa kasus kakak lo kita tutup aja deh." orang itu adalah yang bicara dengannya saat awal, Raskal namanya.

"Maksud lo apa!?" ucap Baskara tidak terima.

Raskal menghela napasnya, dia mendudukkan diri di samping Baskara.

"Percuma Bas, kita gak dapet apa apa."

Baskara berdecak. Kematian kakaknya ini sangat ganjal, membuat Baskara tidak tenang ketika belum mengetahui penyebab kematian kakaknya.

"Udah 10 tahun yang lalu, Bas. Orang-orang udah lapang dada nerimanya. Kakak lo juga udah tenang disana," ucap Bevan.

Baskara tersenyum sinis mendengarnya. Oke, Baskara ikuti maunya mereka. Lagi pula, memang benar selama 2 tahun ini mereka tidak mendapatkan apa-apa.

Baskara bangkit dari duduknya, membuat semua temannya menatap laki-laki itu.

"Apa?" tanya Baskara bingung.

"Lo mau kemana?" tanya Raskal.

"Cafe."

Setelah memakai jaketnya Baskara pergi meninggalkan markas.

"Lo gak kasian apa sama sepupu lo, Van?"

Bevan terkekeh. "Tuh orang kalau dikasihani marah, Mi. Biarin aja."

Dia BaskaraTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang