Happy Reading guys👋🏻
Saat ini Lea tengah berjalan dengan sedikit cepat menyusuri koridor sekolah untuk menyusul Lina yang entah pergi kemana. Ia terus berjalan sembari celingak celinguk berharap menemukan Lina namun nihil ia tidak melihat Lina sama sekali. Karena ia baru disini dan Lea pun juga belum hapal denah sekolah ini jadilah ia berjalan tanpa arah menyusuri koridor itu sendiri.
𝘓𝘰 𝘬𝘦𝘮𝘢𝘯𝘢 𝘴𝘪𝘩 𝘓𝘪𝘯, 𝘯𝘨𝘢 𝘳𝘪𝘸𝘦𝘶𝘩 𝘬𝘦𝘯 𝘢𝘪𝘯𝘨 𝘢𝘯𝘺𝘪𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘯𝘦𝘩 𝘮𝘢𝘩 batin Lea agak kesal. Ia juga tidak tahu kenapa ia bisa sepanik dan sekhawatir ini pada Lina yang bahkan baru ia temui beberapa jam lalu.
Lea terus berjalan dengan masih celingukan mencari Lina hingga tidak sadar bahwa di depannya ada seorang pria yang juga sedang berjalan searah dengannya. Pria itu juga sama tidak memperhatikan jalannya karena ia sedari tadi melihat HP nya. Alhasil mereka pun bertabrakan yang membuat Lea jatuh terduduk ke bawah dan pantatnya lah yang mendarat terlebih dahulu. Sedangkan si pria itu pun sama terkejutnya namun ia dengan cepat menyeimbangkan badannya agar tidak terjatuh. Ia melihat ke arah Lea dengan wajah yang terlihat datar.
"Aws... Eh maaf ma-"
Belum sempat Lea meminta maaf pria itu sudah terlebih dahulu memotong nya dengan sebuah ucapan.
"Sepertinya matamu memang setidak berguna itu nona" ucap pria itu.
Lea yang merasa tidak asing dengan suara itu pun lantas mendongak kan kepala nya ke atas dan betapa terkejut nya ia kala menemukan pria yang pada saat itu juga menabrak nya di mall. Lea yang mendengar ucapan si pria itu pun kesal dibuatnya. Karena jelas disini adalah salah mereka berdua yang sama sama tidak memperhatikan jalan, bukan hanya Lea saja. Ia dengan cepat langsung berdiri seraya menepuk nepuk debu yang menempel pada roknya. Lea melihat ke arah pria itu dengan tatapan kesalnya.
"Dih om juga salah ya, kalo jalan tuh ya liat jalan bukannya malah liat HP, dasar om om tua" ucap Lea kepalang kesal hingga tidak sadar mengumpati pria itu.
Pria itu menaikan sebelah alisnya, seumur umur baru pertama kali ini ia mendengar umpatan dari seseorang yang tertuju untuknya. Apalagi dari anak SMA seperti gadis ini. Karena tidak mau memperpanjang masalah pun akhirnya pria itu meninggalkan Lea yang mencak mencak tidak jelas begitu saja. Lea yang ditinggalkan pun seketika memelototkan matanya tidak terima.
"Tuh kan bukannya minta maaf malah maen pergi gitu aja kan, emang kampret tuh om om" kata Lea kesal.
Orang yang sedari tadi ada di belakang pria itu pun meringis dibuatnya. Baru kali ini ia melihat ada yang seberani ini pada bos nya.
𝘉𝘦𝘳𝘢𝘯𝘪 𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳 𝘯𝘪 𝘤𝘦𝘸𝘦𝘬 𝘨𝘢𝘬 𝘢𝘥𝘢 takut 𝘵𝘢𝘬𝘶𝘵 𝘯𝘺𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘴𝘪 𝘣𝘰𝘴 batinnya. Ia yang tidak enak hati pun berinisiatif untuk meminta maaf atas perlakuan bos nya."Maaf nona, bos saya memang seperti itu perangai nya. Mohon jangan dimasukkan ke dalam hati" ucap pria itu sembari tersenyum sedikit.
Lea yang mendengar ada suara lain pun menengok ke arah suara itu. Ia membelalakan matanya terkejut dengan mulut terbuka lebar kala melihat pria dihadapan nya. Tubuhnya membeku seakan tak percaya.
𝘐𝘯𝘪 𝘢𝘪𝘯𝘨 𝘮𝘪𝘮𝘱𝘪 𝘨𝘢𝘬 𝘴𝘪𝘩? Batin Lea bertanya. Ia pun menggelengkan kepalanya dan mencubit lengan nya yang langsung terasa sakit. Ia pun langsung kembali menatap si pria tadi dengan raut wajah yang sama seperti tadi.
Pria itu yang melihat gelagat aneh Lea pun seketika mengangkat tangannya dan menggoyangkan nya di depan Lea.
"Nona, kau baik baik saja?" tanya pria itu khawatir.

KAMU SEDANG MEMBACA
Transmigrasi Cinta
Teen FictionCinta Bia Asyifa atau kerap dipanggil Cinta adalah seorang gadis desa yang ber transmigrasi ketubuh seorang figuran novel bernama Azalea Queen Andirga yang bahkan tidak muncul sama sekali dalam adegan novel. Satu persatu kebenaran mulai terungkap ya...