Setelah kejadian dikantin tersebut kebetulan sekali tepat bagian kelas Reyna dan Namora masuk, Reyna menarik tangan Namora yang masih terlihat agak shock melihat kejadian dikantin barusan menuju ruang kelas.
Tak! Tak! Tak!
Suara langkah kaki Reyna dan Namora terdengar di lorong-lorong gedung kampus itu
Setelah setengah dari perjalanan, Reyna melepaskan tangannya yang tadi menarik tangan Namora tanpa berkata apapun.
Kejadian dikantin tadi bukanlah satu kejadian yang biasa, belum 1 jam kejadian itu berlalu tapi berita nya sudah tersebar keseluruh penghuni kampus ya tentu saja ini menjadi cepat tersebar karena orang nomor satu di kampus ini yang hobby nya bully mahasiswi di kampus ini seketika dibuat tak berdaya oleh seseorang yang bahkan tidak terkenal sama sekali.
Saat mereka berdua memasuki kelas mereka menjadi pusat perhatian seisi kelas bukan hanya dikelas bahkan sepanjang perjalanan pun mereka menjadi pusat perhatian semua orang,
Tidak ada yang berani menyapa bahkan mendekati mereka terutama Reyna
Namun Reyna terlihat cuek bebek dan tidak mempedulikan omongan bahkan tatapan semua orang kepada dirinya seakan apa yang terjadi di kantin sebelum nya tidak pernah terjadi sama sekali
Reyna berjalan dengan santai menuju kursinya yang berada dipojok dekat jendela tempat favorit Reyna tentunya dan kursi disebelah kanannya kebetulan kosong tak ada yang mau duduk bersebelahan dengan Reyna namun Reyna tidak mempedulikan itu
Sedangkan namora duduk di depan Reyna yang berada didekat jendela juga
Tak lama kemudian dosen memasuki ruangan kelas dan suasana seketika menjadi semakin hening seketika dosen itu menatap tajam kearah Reyna
"REYNA ANATASYA?" panggil dosen tersebut kepada Reyna yang sedang menatap kearah luar jendela
Reyna yang merasa terpanggil pun melihat ke arah dosen tersebut tanpa berkata apapun
"Kamu tidak boleh memasuki kelas hari ini, dan sekarang kamu pergi keruangan dosen, cepat!" Ucap dosen tersebut sedikit agak galak kepada Reyna yang sedang duduk manis dikursi pojok dan melihat kearah luar jendela
Reyna yang mendengar itu langsung beranjak dari tempat duduknya dan mengambil tasnya lalu pergi begitu saja tanpa berkata apapun
Samar-samar terdengar bisikan yang masuk kedalam telinga Reyna membicarakannya
"Bener nih dugaanku kan? Reyna bakal kena masalah besar"
"Iya, kalo aku sih udah nangis duluan kayanya"
Hanya terdengar beberapa saja karena Reyna sudah berjalan keluar ruangan kelas itu menuju keruagan dosen yang tempatnya lumayan jauh dari ruang kelasnya
Reyna berjalan sekitar 10 menit, setelah sampai depan pintu Reyna mengetuk pintu ruangan tersebut
TOK!TOK!TOK!.

KAMU SEDANG MEMBACA
Nona Physico Jatuh Cinta
RomanceReyna merupakan gadis kesayangan Keluarga Besar Sadya yang berpusat di Jepang, Namun dia dan ayah, ibu, kakak, beserta adiknya memilih tinggal di Indonesia. Reyna sempat kecelakaan hebat tepat pada usia 10 tahun bersama sang ibu saat menuju wisata b...