Setelah diberi tahu nera, semua teman zean pun berkeluh. Dan tiba tiba arya berjalan ke arah aisyah, semua terkejut karena arya memukul meja yang didepan aisyah, dan karena arya tidak pernah marah seperti ini.
"ar?" beo aisyah
"JANGAN PANGGIL NAMA GUE!" bentak arya, aisyah terkejut dan memeluk michelle
"SEMUA INI KARENA LO!" teriak arya menunjuk aisyah
"lo apa apaan sih ar, za" lerai fatiya, fatiya menatap arya dan khaliza secara bergantian.
"lo yang apa apaan, bela belain cewe yang udah nyakitin zean!" balas khaliza dengan tajam
aisyah berdiri berjalan ke arah arya dan khaliza
"asal lo tau, gue gatau apa apa tentang Zean, gue gapernah minta untuk disukain Zean, dan gue gapernah minta di temenin sama mereka dan lo, gue gapernah pengen tau sedalam apa masalah Zean, yang harus lo tau itu. Semua orang punya masalahnya masing masing, masalah Zean dan gue itu urusan kita berdua. Tanpa lo tau, gue juga punya trauma, gue punya masalah keluarga, gue punya masalah pribadi, gue juga punya mental yang berantakan yang bikin gue punya sifat kayak gini, siapa yang mau punya sifat yang kaya gini? gue benci manusia, gue benci jadi manusia, gue gasuka sosialisasi, gue gasuka ngobrol sama orang. Lo gapernah ngerasain rasanya gemeteran cuma untuk natap orang? lo gapernah ngerasain rasanya takut ketemu orang baru, lo gapernah tau rasanya takut di tatap orang lain, gue baru sadar, ternyata Zean juga selain gagal dalam keluarga, Zean juga gagal di pertemanan, dia malah punya temen kaya kalian yang gatau arti terimakasih, kemarin. Baru aja kemarin dia berduka, dan dia paksa sekolah, tapi temen temennya, apa ada yang ngajak dia ngobrol? ada? sekarang kelas berantakan gaada Zean, apa sadar? KALIAN KALAU GAADA ZEAN KALIAN BAKAL BERANTAKAN, TAPI KALIAN GAPERNAH HARGAIN ADA NYA ZEAN! KALIAN GATAU CAPE NYA! lo bilang ini salah gue? waktu dia terpuruk, apa dia minta kalian temenin dia? ENGGAK! dia datang ke gue, gue orang baru, tapi gue rumahnya. Dari pada kalian yang jelas jelas temennya dari lama, tapi dia ga berpulang ke kalian. Apa kalian sadar?" jelas aisyah panjang melihat ke semua sisi kelas. Semua mendengarkan apa yang aisyah katakan dan saling merenungi.
"Dan lo penambahnya!" balas khaliza mendorong aisyah
"GUE? GUE PENAMBAHNYA? GUE?" Teriak aisyah
"stop" suara ulya memberhentikan semuanya
"gausah saling menghakimi, semua salah." ulya dan robby pergi dari kelas
"lo kaya anak kecil tau ga" michelle mendorong arya dan khaliza
"pantesan kalian pacaran, ternyata cocok, sama sama beban dan bisa nya cuma menghakimi doang!" fatiya menatap tajam arya dan khaliza
***
"gue.. capek" Zean berdiri di dekat tepi pantai, merasakan hembusan angin menerpa dirinya. Hanya satu kata yang ada dibenaknya.
"Apa gue bakal kuat setelah semua kejadian ini?" Zean meleburkan pandangannya dan mulai duduk dan bermain pasir disana.
Karena keasikan, Zean tak menyadari ada sebuah anak kecil memberinya kertas, dan anak kecil itu langsung berlari.
Zean seperti dejavu dengan kejadian ini yang dulu pernah ia lakukan pada, Aisyah.
Zean membuka kertas itu yang berisi
KAK ZEAN! JANGAN SEDIH YA?
•••
"gue ngerasa, sekarang gue lagi di intip intip in sama orang deh!" Zean mengawasi sekitarnya.
tanpa Zean sadari, ada kakek kakek duduk di sebelahnya dan menepuk bahu zean, DUAR.
GAKLAH ANJIRRR! INI BUKAN CERITA HORORRRRRR!
"ALLAHUMA LAKA SUMTUU!" zean berteriak melihat senyuman horor dari kakek itu.
"Kek, demi nya kek, Zean gaada niatan bunuh diri, Zean masih kuat kok kek, jangan bunuh Zean" setelahnya Zean membaca ayat kursi untuk menghilangkan setan kakek kakek ini.
"Astaghfirullah nak, udah beberapa lama disini sayang?" ucap nya parau mengelus kepala Zean
"Kakek manusia ta?" Zean bertanya dengan mata mengerjap
"Kakek manusia, tapi Kakek terkejut melihat manusia di depan kakek, yang amat kuat menghadapi semua masalah hidupnya." Kakek itu tersenyum pada zean
kakek hantu. Batin Zean, MASA ADA SIH MANUSIA YANG BISA LIAT PERASAAN GUE GITU AJA? NGERI BEJIR..
"Kakek mempunyai kelebihan, yaitu bisa melihat keadaan hati seseorang." Kakek itu mengambil pasir dan memainkannya.
"Bagaimana kamu bisa sejauh ini nak? Bagaimana kamu bisa sekuat ini? bagaimana cara kamu bisa melewati semua ini sendirian? Kakek tau, tidak semua orang mengerti masalah kamu, tapi mengapa kamu hanya memendam semua ini sendirian? kau tau? manusia mempunyai batas kesabaran, semua orang berhak lelah, dan dimana kamu melampiaskan kelelahan kamu, nak?" Kakek itu mengelus pipi Zean, kepala Zean, dan menghapus air mata Zean yang lolos begitu saja.
Zean ambruk, Zean memeluk kakek tersebut, Zean merasa lelah sekarang.
"Zean capek, kek. Zean capek harus jadi manusia yang selalu sempurna di mata orang lain, Zean capek harus ngertiin semua perasaan orang lain. Kek, Zean capek ngerasain sakit fisik dan hati sendirian, gaada yang bisa Zean ajak bercanda, gaada yang bisa buat Zean senyum lagi! Dunia sejahat itu sama Zean, Zean gapernah ngerasain rasanya kasih sayang orang tua Zean, Zean capek. Kenapa harus Zean yang menghadapi masalah ini? kenapa enggak orang lain aja? Sekarang, Zean gapunya siapa siapa lagi, om sandi yang dulu jadi rumah buat Zean, sekarang ada di langit. Mama? Zean gatau mama kemana, dan papa? Ternyata papa udah lebih dulu tinggalin Zean, dan sekarang papa sama om sandi lagi liat Zean di atas sana" Zean menatap langit dengan menghapus air matanya.
"Bahkan buat dibilang capek pun itu udah ga ngaruh."
Ga ngaruh dikit.. Berchyandaaa.
Tak disadari, ada perempuan dengan seragam melekat ditubuhnya. Dia menulis di kertas sambil menangis.
____
kak zean.
ini aku, orang yg udah berani suka sama kakak! Kak! aku bangga sama kakak.
aku kelas sepuluh, dan aku pernah ngobrol sama kaka, ka zean. Aku tau sesakit itu, rasanya, aku pengen meluk kakak sekarang. Kak, ka zean manusia yang sempurna. Dengan segala masalah mu, Kamu sangat sempurna..
aku, suka kamu. Zeandra axio.
M. sksvzynn.
____
Kakek langsung memeluk Zean.
"nak sayang? kuat ya? kakek pengen, Zean nginep dirumah kakek, gimana?" tawar kakek
"jangan takut, kakek bernama abidin, sudah lama kakek tinggal di dekat sini, kakek tinggal seorang diri." kenal si kakek.
Karena lelah, Zean pun menuruti nya.
Kabar perempuan tadi, Dia berlari untuk pulang, dia merasa aman karena Zean sudah dengan kakek itu.
***
"Setelah ku pikir pikir, ternyata yang menjadi alasan aku bertahan sampai sekarang adalah.. Diriku."
KAMU SEDANG MEMBACA
ZEANDRA AXIO
Teen Fictionpria 16 tahun, yang memiliki otak cerdas, ceria, suka menolong orang, ketua osis, ketua kelas, namun di acuhkan oleh ibu nya sendiri dan adik nya sendiri, dan ditinggalkan oleh ayah kandung nya, namun saat ia menemukan kebahagiaan yang lain, ia mala...
