"mengapa kau memendam semua ini
sendirian? aku sangat sakit ketika tahu
bahwa kau mati matian menghadapi ini
sendirian."
•••
"wah, lo gabisa bawa motor?" tanya zean marah
"maaf dek, ini udah jam 00.35 gue kira jalanan sepi ternyata ada lo yang jalan, maaf ya" ujar laki laki itu
"hm" jawab zean dan berjalan
"gue anter deh ya?" tanya laki laki itu
"hm" zean menaiki motor laki laki itu
zean memberi tahu rumahnya dan sampai di depan rumah nya.
"thanks" kata zean meninggalkan lelaki itu
"anjir, anak zaman sekarang cuek betul" heran laki itu dan langsung meninggalkan rumah zean
•••
"kemana lagi kamu?" tanya syntia di depan zean
"tadi-"
PLAKK
"anak gatau diri kamu ya, laki laki bandel, persis seperti ayahnya!"
"anak haram kayak kamu ga pantes buat jadi anak saya!"
"ma, maafin ze-"
"diem kamu anak sialan" syntia terus memukul zean memakai sapu, kayu yang di bentuk menjadi pemukul, dan sebagainya yang menyakitkan.
"zean capek ma" zean menangis
"gue anak yang kuat! masa cowo lemah ze! enggak lemah!" sedu zean meringis kesakitan
syntia berjalan ke kamarnya dengan santai seperti tak ada beban
"jadi? selama ini mama nyiksa bang zean?" tanya zyana bergetar pada diri sendiri, zyana belum tidur saat ini, ia mendengar kericuhan dan melihat semuanya dan tidak percaya.
•••
"gue capek.." zean berbaring di kasur nya
aku melihat nanar langit rumah ku dengan tatapan menyedihkan, sampai kapan aku merasakan ini, ya tuhan. Apa hanya aku yang merasakan ini? apa semua anak merasakan ini? kepada siapa aku harus berkeluh kesah, aku sangat lelah menghadapi dunia ini yang kejam..
batinn zean
•••
"dok, apakah saya bisa sembuh total?" tanya om sandi
"maaf san, saya gabisa apa apa lagi sekarang, sekarang rencana tuhan lah yang kita percaya" maaf dokter itu
"beberapa hari lagi dok?"
"memungkin kan" dokter mengelus bahu sandi
"bisa kok san, ayo berjuang." semangat dokter
dokter itu keluar dan sandi membuka handphone nya.
zeandra axio
online.
KAMU SEDANG MEMBACA
ZEANDRA AXIO
Teen Fictionpria 16 tahun, yang memiliki otak cerdas, ceria, suka menolong orang, ketua osis, ketua kelas, namun di acuhkan oleh ibu nya sendiri dan adik nya sendiri, dan ditinggalkan oleh ayah kandung nya, namun saat ia menemukan kebahagiaan yang lain, ia mala...
