03. Jadian

1.7K 94 1
                                        

Hari-hari selanjutnya mereka tak bertemu dengan satu sama lain lagi, namun kali ini Rin mencoba untuk mengabaikan nya dan bersikap cuek akan hal itu, meskipun dalam hati nya lain.

Sementara Rin sedang fokus pada seleksi perwakilan peserta lomba futsal yang akan ia ikuti dari sekolahnya, [Name] tengah pendekatan dengan abang nya Rin, Itoshi Sae, tanpa sepengetahuan Rin.

Namun, yang menakjubkan nya adalah pendekatan yang [Name] lakukan sama sekali tidak berefek negatif sampai mengganggu latihan voli nya, justru sebaliknya, itu membuatnya semangat karena pendekatan yang ia lakukan berjalan mulus dari yang ia pikirkan.

Seperti saat ini, hari ini [Name] sedang pergi kencan dengan Sae di salah satu taman yang ada di bogor.

"Eum .. kak Sae"

"Iya? eh- ada apaan tuh di kepala kamu?"

"ih mana?!" kamu panik karena kamu pikir itu adalah serangga.

"Itu, itu coba kamu diem dulu deh sebentar"

Mendengar perkataan calon pacar, kamu pun langsung diam dan membiarkan Sae mengambil sesuatu yang Sae maksud tadi.

Tapi sebenarnya itu tidak ada apa-apa dan kemudian ...

Cup!

Wajah [Name] memerah kala Sae mengecup kepala nya agak lama.

"K-kak?"

"[Name], kamu mau .. jadi pacar kakak?"

DUARR!!

"Hah! mimpi apa gue semalam?!" batin mu.

"Kakak .. bercanda, ya?"

"Ngga, kakak gak bercanda"

" ... seriusan dong anjirr!!" jerit mu dalam hati.

"So .. will you be my girlfriend?" saking tak nge-blank nya otak mu sampai tak bisa berkata-kata.

akhirnya kau hanya menjawabnya dengan anggukan pelan.

"So, is that a "yes"?" kamu menganguk lagi.

"Syukurlah" tanpa berlama-lama Sae langsung memeluk mu dan mencium pucuk kepala mu.

"Kalau begitu berarti sekarang kamu punya ku"

"Iya, kak"

"AAAAKH! MIMPI GUE PASTI!! INI PASTI MIMPI" jerit mu lagi dalam hati.

" ... "

Swoshh~

angin berhembus dan suasananya entah mengapa menjadi canggung.

" ... canggung banget, ayo dong cari topik .. cari topik .." batin mu lagi.

"[Name], kamu suka ice cream, ga?"

"Ice cream? sukak! kenapa emangnya, kak?" kamu bertanya dengan antusias, Sae tersenyum.

"ANJIR DEMI APA BANG SAE SENYUM KE GUE MANIS BANGET GILA!!"

"Gapapa, yuk"

Sae menggandeng tangan mu lalu pergi menghampiri abang-abang es krim yang saat itu kebetulan lagi mangkal.

"Kamu suka rasa apa?"

"Eh?"

"Udah gapapa, suka rasa apa?"

"Aku .. [ice cream favorite mu]"

"Oke."

Setelah itu Sae membelikan ice cream rasa kesukaan mu kemudian membayar nya, setelah itu kalian duduk di kursi taman yang ada disana.

𝗜𝗗𝗜𝗢𝗧 - 𝗜𝗧𝗢𝗦𝗛𝗜 𝗥𝗜𝗡 Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang