"GUE SUKA SAMA LO! GUE CINTA SAMA LO!!"
" ... "
"AARGHH!!"
Gue bener-bener ngucapin, ya? dasar bodoh, kenapa lo ngga peka juga? tinggalin Sae atau lo bakal sakit hati. Bisa ga? gausah pala batu sekali aja.
Gue cuma gamau lo sakit hati gegara-
Aku terdiam dan mataku melebar saat melihat seseorang berdiri di belakang [Name], entah sejak kapan dia berada di sana.
Sae ..
Rahangku mengeras begitu melihat Sae.di dekat [Name], rasanya ingin sekali aku menumbuk wajah nya yang sok keren.
- - - ♡ - - -
"Sayang, kok lama? aku nungguin loh"
"Sae?! eh- ahh itu .." kamu melirik Rin sejenak.
"Rin, sampai nanti, daah .." Sae kemudian merangkul mu dan berjalan pergi dari sana.
"Kenapa kamu bisa sama Rin, hm?"
"Ngga sengaja berpapasan tadi, ngga ada yang lain"
Sae dan kamu berbincang sambil berjalan menuju ruang ganti pemain untuk Sae bersiap sementara kamu menuju tribun setelah Sae memasuki ruang ganti nya.
Sementara Rin hanya bisa melihat punggung kalian yang perlahan menjauh sambil menahan sesak di dadanya.
"Dasar dua orang bodoh. Apakah kau tidak tahu mana yang baik dan tidak? Dia akan mematahkan hati mu, tunggu saja." kemudian Rin berjalan pergi menuju ruang ganti nya.
.
.
.
Kenapa lo ngga jadi milik gue aja? [Name] .. dari banyaknya orang, kenapa harus Sae?
Aku menggelengkan kepalaku, iya, ini bukan saatnya untuk melamun dan galau. Aku harus buktikan pada semuanya kalau aku lebih baik dari Itoshi Sae, dan membuatnya mengakui ku.
- - - ♡ - - -
Apa Rin baik-baik saja? aku harap dia bisa fokus dengan permainan nya kali ini. Pertandingan kali ini adalah pertandingan U-20 melawan tim sepak bola Blue Lock, yang mana Rin dan Sae akan saling berhadapan.
Rin, aku tau kau selalu ingin mengalahkan Sae agar di akui oleh nya. Hati ku pun menjadi bimbang karena pernyataan yang di ungkapkan oleh Rin tadi.
Aku ingin mendukung Sae, tapi disisi lain, Rin juga sahabat baik ku, aku bingung ..
.
.
.
Pertandingan berakhir dan dimenangkan oleh tim Blue Lock dengan skor 3-4. Namun, kenyataan bahwa Itoshi Sae yang memilih untuk mengakui Isagi Yoichi di banding diri nya membuat hati Rin hancur untuk yang kesekian kali nya.
Meskipun kalah, wajah Sae tetap terlihat datar seperti biasanya. Begitu pertandingan selesai, [Name] bergegas untuk menghampiri Sae dan memberinya pelukan hangat untuk menghibur nya.
Namun, disaat yang bersamaan juga Rin menyaksikan adegan tersebut. Meskipun sakit, tapi ia lebih memilih untuk berpura-pura tidak melihat apapun.
Tak lama setelah itu, ketika Rin hendak membereskan barang-barang nya dan keluar dari locker room, Rin melihat Sae sedang memojokkan [Name] di tembak dan hendak mencium nya, tapi [Name] menahan Sae karena ia menyadari kalau Rin sedang memperhatikan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝗜𝗗𝗜𝗢𝗧 - 𝗜𝗧𝗢𝗦𝗛𝗜 𝗥𝗜𝗡
FanfictionBayangin kalau teman mu yang selama ini bersikap dingin dan ketus dengan mu ternyata diam-diam menyimpan perasaan kepada mu? Tapi gimana jadinya kalau dia terlambat mengungkapkan nya karena kamu sudah terlanjur jadian dengan laki-laki lain? Akanka...
