Setelah mobil yang dikendarainya ini tiba di depan sekolahan kedua anaknya, ia langsung keluar dari mobilnya, dan mengeluarkan kedua anaknya dari dalam mobil. Setelahnya, ia langsung menuntun kedua anaknya ini untuk masuk ke dalam sekolah anaknya. Sampai di dalam, ia langsung bertemu dengan wali kelas dari kedua anaknya ini.
"Selamat pagi, Chenle. Selamat pagi, Jisung." Sapaan yang diberikan oleh sang guru, kepada kedua anak muridnya ini.
"Selamat pagi juga, miss Echan." Sapaan balik yang langsung kedua anaknya berikan secara bersamaan. Membuat dirinya langsung tersenyum begitu melihat tingkah kedua anaknya ini.
"Nah, kalian berdua kan sudah di sekolah. Sekarang waktunya kalian berdua untuk belajar disini. Ingat ya! Jangan nakal! Selalu nurut apa yang di katakan Miss Echan, ya?" Peringatan yang selalu ia berikan kepada kedua anaknya ini.
Kedua anaknya pun langsung menjawabnya dengan anggukkan kepala antusias. Sedangkan Haechan atau yang sering di sapa miss Echan ini, yang merupakan wali murid dari kedua anak ini? Ia langsung mengambil mereka berdua dari tangan sang ayah.
"Chan, aku titip kedua anakku ya. Kalau ada apa-apa sama mereka berdua atau salah satu dari mereka? Tolong segera kabari aku ya." Permintaan yang selalu ia berikan, seraya memperingati guru dari kedua anaknya ini.
"Tentu saja. Kau tidak usah khawatir. Aku gurunya mereka bedua di sini, yang akan selalu menjaga mereka berdua dan anak lainnya." Ujar Haechan, menyanggupi permintaan pria ini.
"Oke anak-anak. Kalau begitu ayah pergi dulu." Ujarnya, yang langsung menyamakan tingginya dengan kedua anaknya ini. Lalu ia mencium kening milik kedua anaknya. Sementara kedua anaknya ini mencium pipinya. Anak sulungnya yang mencium pipi sebelah kanan, sedangkan anak bungsunya yang mencium pipi sebelah kiri.
"Hati-hati ya, ayah!" Seruan yang mereka berdua berikan, sebelum masuk berdua ini ke dalam kelasnya bersama dengan gurunya.
Dan ia langsung menjawabnya dengan menganggukkan kepalanya, dan langsung pergi dari sekolah kedua anaknya, menuju kantornya.
---
Sampai di kantor, ia langsung di hadapi tumpukan berkas mengenai kegagalan perusahaannya dalam menarik beberapa investor untuk menjalin kerjasama proyek yang sangat besar. Kerugian yang sangat besar langsung menghampiri perusahaan miliknya. Katanya, perusahaan miliknya ini menjiplak karya yang sebelumnya di miliki perusahaan lain.
"Hah~~~" helaan nafas frustasi yang terus di keluarkan olehnya, yang benar-benar tidak tau kenapa ini bisa terjadi, atau lebih tepatnya kenapa ini terus-terusan terjadi kepada dirinya dan perusahaannya.
Kalau seperti ini terus? Perusahaan miliknya ini akan mengalami kebangkrutan. Perusahaannya tidak akan bertahan lama, kalau dia terus mengalami kegagalan seperti ini.
Dan tentunya dampak dari bangkrutnya perusahaan miliknya ini adalah depan kedua anaknya yang akan terancam. Serta kebutuhan istrinya san kedua anaknya yang juga turut terancam.
Ketukan di ruangan miliknya ini sukses membuat dirinya langsung membuyarkan lamunannya, dan tentunya langsung mengalihkan perhatiannya dari yang awalnya menatap berkas, jadi menatap pintu ruangannya. "Masuk." Ujarnya, dan orang yang dari luar pun masuk ke dalam.
"Loh, ayah? Ada apa ayah kemari?" Pertanyaan yang langsung ia berikan, ketika netranya menangkap sang ayah yang ternyata datang ke ruangannya.
"Aku dengar perusahaan keluarga kita sedang terancam? Kenapa bisa?" Pertanyaan yang langsung Jaehyun berikan, yang merupakan ayahnya.
Tanpa banyak bicara, ia langsung memberikan dokumen yang ia pegang kepada sang ayah, biar ayahnya sendiri yang melihat bagaimana keadaan perusahaannya yang sekarang, tanpa dirinya harus capek dalam menjelaskannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
HIDDEN - MARKMIN
FanfictionCERITA INI KHUSUS UNTUK MARKMIN (MARK X JAEMIN) SHIPPER! APABILA KALIAN TIDAK MENYUKAI SHIPPER INI? DIHARAPKAN UNTUK TIDAK BACA CERITA INI! TAPI JIKA KALIAN MEMAKSA UNTUK MEMBACA CERITA INI? JANGAN BERKOMENTAR NEGATIVE DI KOLOM KOMENTAR / DI KEHIDU...
