Stefani yakin, sangat yakin bahwa dia sudah membunuh Wonbin.
note: seluruh isi dari cerita berikut hanya fiksi! karakter dan sifat seluruhnya hanya karangan semata!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
12 Juli, pukul 1 dini hari, sepekan setelah dia untuk yang terakhir kalinya bertemu dengan Wonbin, duduk di teras sebuah rumah, tentunya jam yang sangat tidak wajar bagi siapapun untuk duduk berdiam di teras rumah.
Bangkit dari duduknya, dia masuk ke dalam rumah, mengunci pintu dan berjalan menuju kamar tidur.
Di ambang pintu dia berdiri, membatu. Saat itu dia merasa seperti tercekat, napasnya tertahan dan tak mau keluar.
Cepat, tangannya bergerak menepuk saklar lampu di dinding dekat pintu. Kosong, tak ada siapa-siapa di kamarnya.
Dia yakin, tadi dia melihat sesuatu di sana, di dekat lampu tidurnya, berdiri menatap ke arahnya, dengan wajah familier yang 5 tahun selalu muncul di depan mukanya.
Enggan masuk ke kamarnya, dia berbalik badan dan refleks menahan napas, matanya membulat melihat sosok yang kini berdiri di hadapannya, memberikan tatapan kecewa dan kesal pada dirinya.
“Lega lo, gue udah gak ada?”
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.