011 : Those eyes.

2.1K 294 87
                                        

ENAMORED.

━━━ 011 : Those eyes.
























.

.

.
























Apapun yang ada dibuku, dimohon untuk tetap dibuku saja.

Warning untuk typos, NSFW ke arah seksual sebagai pelecehan atau adegan tak senonoh masa lampau, dan bahasa juga candaan yang terkesan nyeleneh.






















.

.

.
































Terima kasih atas vote dan comment jika sudah membaca atau sebelum membaca cerita, feedback dari kalian sangatlah berharga untukku dan otakku.

Selamat membaca kalau begitu, sayangie.


























































...

ENAMORED,

THOSE EYES.

...

SELEPAS sarapan bersama keluarga Kastuari muda ini, Sierra menggiring Basagiri dan Arunika untuk pergi ke rumahnya dengan Jendra.

Membiarkan Mahes juga Padma yang membereskan bekas sisa sarapan mereka.

Yang tentu saja membuat Mahes mendengus malas.

Satu, dirinya sudah masak.

Tapi malah disuruh mencuci bekas piring mereka semua dan merapihkan meja makannya lagi, astaga, benar-benar tak tahu diri.

Kedua..

Kenapa juga harus ditinggalkan berdua saja dengan Padma?

Padahal Arunika bisa tinggal bersmaa mereka berdua; selagi abang, kakak ipar, keponakan, juga saudara kembarnya bisa pergi kemana saja yang mereka mau.

Sementara itu Padma tengah berkecamuk dalam hatinya, harus mengatakan apa dirinya?

Maaf?

Atau pura-pura membahas perkataan; topik yang lainnya?

Padma tak sedekat ini dengan Mahes dan semalam juga tak membuatnya tenang karna adegan cium pipi yang sama sekali tak disengajanya itu.

Oh. Ya, ampun.

"Kamu istirahat aja," ujar Padma dengan canggung saat Mahes akan membantunya mengelap piring yang sudah dicuci.

Itu membuat Mahes mengerutkan kening sesaat.

Ini perasaannya saja atau memang Adhisti merasa butuh ruang banyak? Apa karna kejadian semalam yang melipatkan kecupan pada pipinya tersebut? Mahes berucap dalam hati.

Tapi anehnya.

Mahes justru menarik salah satu sudut bibirnya, "Tegang banget," katanya acuh tak acuh.

"Apasih?"

Padma jadi mendengus dan menyikut si surai pendek dengan strike putihnya tersebut secara pelan, cukup menyenggol bagian atas perut tapi malah membuat mereka berdua tertawa pelan.

ENAMORED | WINRINATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang