__
Saat Aku terbangun dan sudah berada di rumah sakit.
"Kay"terdengar suara seorang wanita yang sangat familiar.
Aku menoleh ke ara pintu dan melihat seorang wanita berambut merah.
"Ibu"ucapku tersenyum
Dia adalah ibu dari Killian lebi tepatnya mertua ku.
"Kay, apa kau baik baik saja"ucap dia panik
Aku mengangguk sambil tersenyum
"Astaga kenapa Killian bisa melakukan ini kepada bayi ku"ucap ibu memelukku.
Kedua tanganku terbungkus oleh perban.
"Ibu, kenapa ibu bisa di sini?"tanyaku.
"William memberitahuku kalau Killian menyiksamu lagi"ucap ibu menyentuh tanganku yang di perban.
"7 dari 10 kukumu lepas, dan jari jari mu tergores"ucap ibu mulai menitikan air mata.
"Ibu, aku baik baik saja"ucapku sambil tersenyum
"Bagaimana bisa bayi ku menderita seperti ini"ucap ibu mengelus elus Rambutku.
"Ah benar, ibu membuatkanmu sup daging. Tolong di makan"ucap ibu sambil menaruh kotak
Aku mengangguk, ibu keluar dari Ruangan.
Brak tiba tiba terdengar suara keras dari luar, aku yang kaget langsung berdiri dan membuka pintu dan terlihat Killian yang tersungkur menabrak dinding.
"Killian aku membesarkanmu, bukan untuk menjadi bajingan seperti ayahmu"teriak ibu sambil mencengkram Rambut Killian.
"Kau tau sendiri, aku tidak perna mengizinkan mu untuk melukai Kay. Kenapa kau melakukan itu bajingan"ucap ibu menampar waja Killian
"Ini Urusanku, bukan urusanmu. Lagian ayah menjadi brengsek karna kau yang tak pandai mengurus Rumah"teriak Killian pada ibu.
"Sepertinya aku tidak membesarkan manusia ya"ucap ibu brak menendang wajah Killian.
Ah aku lupa bilang ibu itu 7 tahun berturut turut memenangkan pertandingan taekwondo antar kota.
"Aku paling benci mengulang kata kata ku Killian. Kalau aku mendengar kau menyakiti Kay lagi. Aku benar benar akan mengeluarkanmu dari hak pewaris"ucap ibu.
Wajah ibu mengerikan.
"I ibu"ucapku
"Kayyyyyy"ucap ibu memperlihatkan senyumnya padaku.
"Kenapa kamu disini, seharusnya kamu berbaring"ucap ibu sambil terpata pata.
"Emh aku tidak apa apa, aku hanya ingin mencari angin"ucapku.
"Begituka, bagaimana kalau ibu temani"ucap ibu tersenyum
Aku mengangguk
Dan kami meninggalkan killian yang masih terduduk di lantai dengan memar yang cukup para.
___
"Ibu, bukanka kau sudah terlalu jauh tadi"ucapku sambil menyeruput Kopi.
"Tentang apa?"ucap ibu sambil memakan Es crim.
"Killian"ucapku.
"Ah, soal Killian yah. Itu juga salahku karna aku tidak membesarkannya dengan baik"ucap ibu.
"Aku terlalu sibuk Berbisnis dan membangun kekayaan lalu akhirnya aku melupakan dia. Aku tidak peduli dia sakit atau terluka, karna itulah dia besar menjadi seperti ini"ucap ibu dengan ekspresi muram.
"Itu, bukan semuanya salah ibu. Ibu hanya ingin dia hidup dengan kekayaan yang kau timba, tapi dia salah mengartikannya"ucapku.
"Kay, kau benar benar baik. Berbeda dengan kakakmu"ucap ibu.
"Meskipun dia mirip denganmu, matanya dan Sifatnya benar benar berbeda denganmu. Sifat angkuh nya menjijikan"ucap ibu.
"Ibu, kenapa kau begitu baik padaku?"tanyaku.
"Itu Rahasia"ucap ibu Tersenyum.
"Benar juga, kemarin lusa ulang tahunmu kan. Ibu memberikan sebuah hadiah di rumah mu. Jadi lihatlah besok di Ruang Kosong di samping kamarmu"ucap ibu berbisik.
"Terima kasih, Bu"ucapku tersenyum.
"Aaah, bayiku benar benar imut. Kenapa Killian melakukan hal jahat itu pada bayi ku ini. Aku pasti akan memukulnya dengan sangat keras nanti"ucap ibu menggosok gosokan pipinya dengan wajahku.
"Ibuuu, hentikan"ucapku .
_Esok hari_
Dokter berkata kalau aku sudah boleh pulang karna semua tubuhku sudah membaik.
"Selamat datang tuan"ucap para pelayan membungkuk padaku.
"William"ucapku
"Iya tuan?"tanya William.
"Tolong buatkan aku Teh dan Sedikit kue. Lalu bawah keruangan Di samping kamarku"ucapku melepaskan mantelku.
"Baik tuan"ucap William lalu pergi
Aku masuk kedalam Ruangan yang di katakan ibu dan terlihat sebuah piano berwarna putih, pantulan sinar bulan membuatnya semakin bersinar .
Aku duduk di kursi pianis,
Dan mulai menarikan jariku di atas tuts tuts piano.
Suara halus yang keluar dari piano membuat suasana hatiku ikut membaik
"Tuan, teh anda"ucap William.
"Taruh saja di atas meja"ucapku
William menaruh nampan yang berisi teh dan beberapa kue.
"Kalau begitu saya permisi tuan"ucap William.
"Tunggu William, apa kau bisa menemani aku bermain"ucapku tersenyum.
"Baik tuan"jawab William lalu berdiri di sampingku
"William, apa kau memiliki lagu yang ingin ku mainkan?"tanyaku.
"Kalau begitu tolong lagu 'i love you again' "ucap William.
"Kau masih sangat menyukai lagu itu ya, William"ucapku tersenyum dan mulai memainkan lagu dengan lembut.
William khein, seorang pria berumur 27 tahun yang sudah melayani keluarga welton sejak berumur 10 tahun.
Rambut berwarna hijau ke hitaman, seorang laki laki yang mengabdikan untuk menjadi pelayan terbaik.
"William, apa menurutmu aku tak pantas di cintai karna aku seorang pengganti?"tanyaku.
"Tuan itu"ucap William terhenti
"Kau tak perlu menjawab ku Willian, aku juga sadar tempatku. Suatu hari nanti saat kakakku kembali dari kuliahnya, aku akan pergi dari Rumah ini"ucapku tersenyum.
"Tuan, bukanka anda terlalu berfikiran negatif"ucap William.
"William itu bukan pikiran negatif, tapi sadar akan tempatku yang sebenarnya"ucapku tersenyum.
"William pernahkah kau berfikir, kalau kau ingin membunuh seseorang hanya karna kau takut kalau orang itu akan mengambil sesuatu milikmu"ucapku.
"William, bisakah kau biarkan aku sendiri sebentar"ucapku.
"Baik tuan"ucap William keluar dari pintu.
Aku berdiri dan mengambil teko teh.
Dan menaruh teh ke dalam gelas.
Trink trink tiba tiba Hpku berdering dan ternyata telpon dari kakakku.
"Hallo kak?"tanyaku
"Begitu yah, kuliahmu selesai kemarin"ucapku.
"Begitu kah, kau sudah mengabari Killian, kalau kau akan mendarat besok. Tentu saja, aku juga merindukanmu"ucapku mematikan Telpon.
Tut Tut Tut
Aku menggenggam Hpku, brak aku membantingnya ke dinding.
"Aaaaaghhh"teriakku membanting teko teh itu ke lantai.
"Kenapa?, Hiks kenapa. Kenapa mencintai sesakit ini"tangisku dalam Ruangan dingin itu.
Mulai besok aku harus pergi dari tempat ini, meninggalkan semua hal yang sudah coba ku bangun dalam 2 tahun ini.
Pernikahan sepihak, cinta sepihak dan Rasa sakit sepihak.
Aku berbaring di lantai sambil memandang langit langit yang tinggi.
"Aku.... Hah "ucapku mengangkat ke dua tanganku.
Crak suara pintu terbuka.
"Kau brantakan"terdengar suara Killian dari ara pintu.
Aku melihatnya sambil terus berbaring.
"Kau sudah tau kan, Lay akan pulang besok"ucap Killian .
"Emh tentu"ucapku tersenyum.
"Bukanka kau sudah tau apa artinya"ucap Killian dengan pandangan dinginnya.
"Aku sangat tau"ucapku.
"Beresi pakaianmu dan enyah dari hadapanku"ucap Killian.
"Emh, baiklah"ucapku menunjukan senyum.
"Senyuman itu menjijikan"ucap Killian keluar dari ruangan tanpa berbalik.
____
"Tuan"ucap William mendekatiku yang masih terbaring di lantai.
"Ah, William"ucapku.
"Apa anda akan pergi dari sini?"tanya William.
"Tentu saja, tugasku sudah selesai"ucapku.
"Tapi bukanka anda sangat mencintai Tuan mudah"ucap William.
"William, tidak semua perasaan seseorang akan tersampaikan. Sama halnya seperti akar yang tumbuh di lahan tandus. Tidak semua dari akar akan mencapai sumber air yang berada jauh di dalam tanah"ucapku.
Tis tis tiba tiba air mengenai wajahku.
Aku melihat ke atas, dan melihat pemandangan yang tak perna kulihat sebelum.
William, dia......menangis.
KAMU SEDANG MEMBACA
please love me(BL)
Romansakay memiliki orang yang sangat ia cintai, seorang pria tampan yang begitu menawan. tapi ... sebesar apapun cinta kay pada pria itu. kay tetaplah seorang pengganti kakak kembarnya
