10. Selesai (Tamat)

272 19 1
                                        

_
Roy keluar dari ruang UGD dengan tatapan membeku.
"Bagaimana dengan Kay, apa yang terjadi?"tanya Killian yang sedari tadi sudah berkeringat
Roy terdiam sesaat.
"Hei katakaan padaku"teriak Killian keras.
Roy yang hampir tenggelam dalam lamunannya kembali dalam kesadaranya.
Dia memberikan sebuah handphone dengan beberapa titik darah di cashing nya.
"Saya turut berduka"ucap Roy yang segera beranjak.
"Eh apa?"ucap Killian yang masih tak percaya
"Apa apa maksudmu dengan berduka cita, hei jawab aku"ucap Killian menarik Roy.
Roy terdiam dan melepaskan pegangan Killian dengan kasar dan pergi dari depan ruangan itu.

Roy berlari keatas Rumah sakit, di sebuah Rooftop
Dia bersandar pada sebuah dinding.
Bruk Roy terjatuh dengan keras.
"Akh"
"Aghkkkkkkkkk"teriakan penuh keputus Asahan keluar dari mulut Roy
"Roy, aku bisa sembuh kan"terbayang lagi kata kata Kay didalam ingatan Roy.
"Yah kau pasti sembuh"
"Apanya pasti sembuh, apanya yang dokter jenius. Apanya yang dokter hebat kalau aku bahkan tidak bisa menyelamatkan orang yang kucintai"ucap Roy yang memukul mukul lantai.
Rintik hujan mulai turun dengan deras Roy berteriak keras di tengah hujan.
Air mata penuh kesedihan tersamarkan oleh hujan  deras yang membasahi tubuhnya.

___
Keesokan harinya
Sebuah peti putih berisi seorang pria yang sudah kaku akan dimasukan kedalam makamnya.
Wajah yang seakan tidur serta bunga bunga tulip berwarna putih yang sangat disukai pria yang terbaring itu membuat dia terlihat seperti hanya sedang tertidur.
Semua orang menghadiri makam pria itu kecuali 2 orang pria.
Yaitu Killian dan saudara kembar pria itu lay.
_
Killian terdiam di sebuah ruangan gelap sambil terus memeluk pakaian Kay.
Dia tidak menangis, dia hanya memeluknya dengan tatapan sendu tanpa mengeluarkan air mata.
Dan matanya tertuju pada sebuah handphone yang tak jauh darinya.
Tanganya mulai beranjak dan mengambil handphone itu.
"Vidio?"tanya Killian yang baru saja melihat galeri.

Lalu Vidio terputar.
"Hei apa hpnya sudah menyalah?"terdengar suara yang begitu lekat pada Killian.
Seorang pria berambut coklat mudah yang terduduk di sebuah tempat tidur pasien dengan wajah pucatnya.
"Hallo Killian"ucap pria itu penuh semangat.
"Hei, kenapa kau menangis seperti itu. Hei kau dengarkan jangan menangis, ku katakan jangan menangis"ucap Kay yang berada dalam Vidio.
Killian terus menonton setiap detik Vidio itu terputar.
"Ah akhirnya kau berhenti menangis juga hahah, kau tau Killian. Kau itu sangat tampan apa lagi saat kau tertawa. Tapi kau benar benar jelek saat kau menangis. Eh lihat kau menangis lagi, sudah kukatakan jangan menangis lagi ,dasar pria ini"ucap Kay.

Tis perlahan darah mulai mengalir dari hidung Kay.
"Ahhh hidungku mimisan lagi,.emhhh ah benar waktunya perpisahan Killian"ucap Kay.
"Tunggu Kay, apa apa maksudmu dengan perpisahan"teriak Killian keras.
"Oke emh perpisahannya apa yah, uhuk"Kay terbatuk dan memutahkan darah cukup banyak dari mulutnya.
"Ah benar, aku sangat sangat mencintaimu Killian. "ucap Kay lalu tiba tiba dia terjatuh.
"Cepat infus infus"teriakan terdengar dan vidiopun terhenti.

"Kau menyuruhku untuk tidak menangis. Bodoh kau bodoh"ucap Killian dengan air mata yang terus menetes.
Dia memutar lagi Vidio itu berulang ulang.
Dia mengambil sebuah tali yang cukup kuat lalu berdiri di sebuah kursi.
"Aku benar benar mencintaimu killian"ucap Vidio itu lagi.
"Aku juga mencintaimu"ucap Killian menendang kursi itu dan membuat tubuhnya tergantung begitu saja.

.....
Tap tap langka kaki mendekat ke ara kamar Killian.
Suara langkah kaki dari seorang ibu yang baru kehilangan anaknya.
Ia baru saja menghadiri pemakaman anaknya.
"Killian apa kau yakin tak ingin pergi ke makam Kay"ucap ibu Killian membuka pintu.
Sontak matanya tertuju pada seorang pria yang sudah tergantung di langit langit kamar

Ibu Killian terdiam mematung.
Bruk
dia menjatuhkan tas yang sedang di pegangnya.
"Kill"ucap ibu Killian dengan suara bergetar.
"Killiiiiaaaaaan, tidaaaak"teriakan seorang ibu yang langsung kehilangan kedua anaknya di hari yang sama.
Teriakan keputus Asahan penuh dengan kepedihan seorang ibu.

__
Di sisi lain.
"Cih, akhirnya dia mati yah"ucap lay yang baru keluar dari bar.
"Itu dia"tiba tiba terdengar teriakan dari belakangnya.
Lay berbalik dan melihat orang orang penagih hutang.
"Sialan kenapa mereka selalu ada dimanapun"ucap lay yang mulai berlari.
Dia berlari dan berlari dengan panik.
Tapi kemudian dia tertangkap oleh orang orang.
Mereka membawa lay ke sebuah tempat seperti gedung terbengkalai.
Di sana mereka memperkosa lay, lay berusaha mencoba untuk  melawan.
Namun karna tubuh lay yang kecil dan ramping sedangkan orang orang itu kekar, dia pada akhirnya tak bisa melawan dan menerima semua pelecehan itu dengan tak senang.

Darah keluar dari lubang lay, lay sesekali mencoba melawan dan akhirnya dia di pukul menggunakan batu oleh beberapa pria itu.
Saat orang orang sudah selesai mereka pergi meninggalkan lay dengan pakaian robek dan memar di mana mana.
Dara terus mengalir dari lubangnya, ia mencoba bergerak meski hanya sakit.
Semua mata menusuk tajam melihat penampilan lay yang berantakan, lay merasa malu dan berlari.
Lalu brak
"Eh apa?"
Lay tertabrak sebuah truk pengangkut barang, yang membuat kepalah dan tubuhnya terpisah.
Dengan kesadaran yang masih ada beberapa detik dia melihat tubuhnya sendiri yang sudah tak memiliki kepala.

*****
Terima kasih sudah membaca cerita "please love me" setelah itu saya minta maaf karna tidak bisa memberikan akhir yang bahagia di cerita ini, karna pada awalnya killian tidak pantas menerima cinta tulus dari Kay. Meskipun killian menyesal dan mulai mencintai Kay kembali, rasa saki Kay tidak akan terlupakan. Ini adalah cerita pertama saya yang berakhir bad end, mungkin tidak terlalu sedih. Jujur saat membuat cerita ini saya sedikit menangis saat membuat bagian Kay saat mengucapkan kata perpisahan. Karna sebagai author sendiri saya lebih suka akhir yang happy dari pada Sad. Tapi rasa benci saya kepada killian, membuat saya tidak ingin menyerahkan kau kepelukan pria itu.

Mungkin itu saja.....
Semoga para pembaca tetap menyukai cerita buatan saya ini.

Terima kasih
*******
Foto dibawa adalah cerita yang baru saja buat, semoga suka.

Terima kasih*******Foto dibawa adalah cerita yang baru saja buat, semoga suka

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 17, 2024 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

please love me(BL)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang