4- Rencana awal

104 8 2
                                    

Kantin siang ini dipenuhi para makhluk kelaparan, siapa lagi kalau bukan seluruh siswa-siswi SMA Nusantara

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kantin siang ini dipenuhi para makhluk kelaparan, siapa lagi kalau bukan seluruh siswa-siswi SMA Nusantara.

Fera berjalan mengikuti Fely yang menuntunnya ke arah kantin.
"Lo kayanya pendiem ya, Fer. Dari kemaren lo diem aja perasaan"

Fera hanya tersenyum sekilas, ia kemudian mengibaskan rambut nya yang dibawah sebahu kebelakang, namun sedetik kemudian ia merapatkan kembali poni rambutnya.

Brukk!!

"Ah, f*cking sh*t! Jalan yang bener dong!"

Fera mendelik tajam kearah cowok yang juga hanya terdiam melihat minumannya tumpah diatas baju milik Fera.

Namun detik kemudian mata mereka bertemu, cowok itu tak mengucapkan apa-apa hanya diam dan menaikkan sedikit alisnya.

"Tanggung jawab! Gara-gara lo baju gue jadi basah!" Fera menatap tajam kearah cowok itu yang hanya dibalas tatapan datar.

Sedangkan disebelah sana, Fely sudah keringat dingin melihat adegan ini. Fer, iya gue tau lo anak baru tapi lo juga harus tau siapa yang lo hadapin sekarang!

"K-kak.. Maafin Fera, dia anak baru" Belum sempat Fely menarik tangan Fera, Fera sudah lebih dulu ditarik oleh cowok itu.

"Lo, gila?! Lepasin!" Fera berusaha melepas dirinya dari cowok itu namun cowok itu tak mendengar nya dan tak memperdulikan Fera yang berusaha melepas dirinya.

Langkah kaki nya kemudian berhenti di depan pintu kamar mandi cewek kemudian masuk ke dalam.
"Lo mau ngapain ngajak gue kesini?"

"Menurut lo?"

Tanpa aba-aba Cowok itu melepas baju seragam miliknya dan memberikannya pada Fera, gadis itu yang masih mencerna kejadian apa yang tengah menimpanya hanya diam menatap tubuh cowok itu.

"Pake sebelum lo sakit dan malah nyalahin gue" ucapnya sambil menyerahkan seragam putih miliknya.

Fera yang sadar dari lamunannya langsung mengangkat tangannya perlahan ke udara, meraih baju seragam cowok itu.

"M-makasih" Fera kemudian masuk kedalam ruang ganti toilet itu dan mengganti baju nya dengan baju milik cowok itu.

Setelah dirasa selesai Fera langsung keluar dan menangkap punggung cowok itu yang menunggunya sambil membelakanginya.
Dia ngapain masih disini?

"Ekhem, kalo boleh tau nama lo siapa?" Tanya gadis itu basa-basi  sambil merapihkan bajunya yang basah, untung di toilet ini hanya ada mereka berdua jadi para kaum hawa itu tak akan melihat betapa bagusnya badan milik cowok dihadapannya ini.

"Rayyan" Singkatnya tanpa menoleh.

Fera hanya mengangguk kecil kemudian kembali bertanya, "Lo.. gak keluar?"

Rayyan menaikkan sebelah alisnya, "Lo pikir gue bakal keluar dengan kondisi yang kaya gini?"

Fera menggaruk tengkuknya yang tak gatal, benar juga.
"Sekarang lo ke kelas IPA 1 ambil salinan punya gue, cepet!"

65 DAYS-of missionTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang