Areta zefany, gadis tomboy di SMA Pelita dan merupakan ketua geng ternama di Bandung.
Kurangnya kasih sayang dan perhatian membuatnya haus akan hal itu hingga menjadikannya gadis berandalan dan selalu mencari masalah.
Hingga suatu saat, Reina, sahab...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Brakk!!
Gadis bernama Fera itu menutup pintu kamar nya dengan kasar, ia melempar tas nya dengan sembarang kemudian merebahkan tubuhnya diatas kasur king size berwarna putih ini.
Fera terdiam menatap langit-langit kamarnya, namun tak berapa lama kemudian tangannya meraba saku rok nya dan mengeluarkan benda pipih berwarna hitam.
Gadis itu mencari nomor seseorang dan menghubunginya, beruntung nya orang yang dihubungi langsung menjawab teleponnya.
"Gimana bos, aman?"
Fera tersenyum kecil, "Aman, sekarang tinggal nunggu semua rencana gue lakuin"
"Tapi lo kenapa gak nyuruh bokap lo aja urus kasus ini?"
"Lo pikir ini gampang? Kita juga harus main rapi biar bukti nya akurat"
Terdengar helaan nafas dari seberang telepon, kedua nya sesama terdiam. "Halo, bos! Gimana kabar, sehat?"
"Apasih lo, balikin hp gue!"
"Yaelah, Er! Minjem bentar kenapa si?"
Fera reflek menjauhkan ponsel itu dari telinga nya kala sebuah suara melebihi toa masjid menyeruak di gendang telinga nya. "Siapa lo? Sokap amat"
"Yaelah, si bos amnesia"
"Berisik lo, oh iya, kalian udah ngelakuin apa yang gue suruh belum?" Tanya gadis itu sambil memperhatikan kuku-kukunya.
"Udah bos, aman. Kita tinggal nunggu info selanjutnya aja"
Fera tersenyum puas kemudian mematikan teleponnya dan beranjak duduk dari posisinya. Gadis itu mengeluarkan beberapa lembar foto yang berhasil ia tangkap hari ini.
Fera menatap ke empat foto orang yang akan menjadi target dirinya. "Tenang, Rein. Nyawa dibales nyawa"
"Dan buat si ketua itu, gue pastiin dia jatuh ke tangan gue"
***
Derap langkah cowok bernama Rayyan itu mengisi di sepanjang koridor. Tatapan matanya tak berpaling sedikit pun dari benda pipih yang ada di tangannya.
Cowok itu terdiam seperti biasa memperhatikan cewek berkacamata di hadapannya itu yang tengah meringis sambil memperhatikan beberapa buku yang berserakan.
Cewek itu mendongak dan ya! Dirinya seolah terbius dengan manik mata cokelat muda itu. Mata yang sangat persis dengan mata milik Queen Areoz itu.
"M-maaf" ucapnya sambil merapikan beberapa poni nya yang acak-acakan.
"Jalan tuh pake mata!" Ketusnya namun ia tetap diam disana, perasaannya sungguh dilema melihat manik mata itu.