Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Setelah melalui berbagai drama penjemputan Tiffany hingga menembus macetnya Kota Jakarta. Akhirnya Karrina dan Tiffany sampai disebuah restoran dengan nuansa Khas Bali yang masih melekat erat disana. Setelah mendapat meja dan memesan makanan, tak lama kemudian dua orang pelayan datang dengan masing — masing sebuah nampan penuh berisi pesanan keduanya.
"Terimakasih." Ucap keduanya Kompak sebelum dua pelayan tersebut meninggalkan tempat.
"Selamat makan!" ucap Karrina sebelum mulai menyantap makan siangnya.
Sembari menikmati makan siangnya, tangannya sesekali sibuk mengutak atik ponselnya sekedar untuk memeriksa apakah ada hal urgent yang bisa ia kerjakan setelah istirahat nanti atau tidak.
"Nasi campur disini emang gak pernah gagal." Puji Karrina.
"Kamu sering kesini ya Dek?" Tanya Tiffany.
"Sering Kak. Dulu sama pacar aku." Jawab Karrina seadanya.
"Hm? kamu punya pacar?" Tanya Tiffany.
"Dulu, sempet punya. Sekarang udah enggak. Hahaha." Jawab Karrina."
"Aku bukannya udah sempet cerita ke Kak Fany ya? Apa belum? Lupa deh." Lanjut Karrina.
"Belum kayanya, kamu gak pernah cerita apa — apa sama aku. Malah kayanya kamu yang tau cerita aku." Jawan Tiffany.
"hahaha, enggak juga." Elak Karrina.
"Aku mau nanya ke kamu boleh gak?" Ucap Tiffany tiba — tiba.
"Boleh aja, apa tuch?"
"Kamu lagi deket sama Bang Bey ya?" Tanya Tiffany to the point
Karrina mengernyit heran atas pertanyaan Tiffany.
"Enggak deket, cuma ya kenal aja. Kenapa?" Tanya Karrina balik.
"Gapapa sih nanya aja. Tapi misal kamu deket sama Bang Bey ya gapapa sih dek. Aku setuju — setuju aja." Ucap Tiffany.
"Ahahaha apaan sih. Enggak. Btw kakak sendiri gimana sama Daniel?" Tanya Karrina.
"hm?"
"Hubungan kakak sama Daniel, Gimana?" Ulang Karrina.
Tiffany menghela nafasnya jengah dengan wajah lesu. Karrina yang merasa punya kesempatan untuk masuk dalam inti pembicaraannya pun tak menyia — nyiakan kesempatan itu.
"Baik — baik aja kan?" Tanya Karrina memastikan. Tiffany menggeleng pelan sebagai jawaban.
"hah? kenapa?" Pancing Karrina,
"Wait, kamu masih chatt an sama Daniel gak?" Tanya Tiffany.
"Enggak, udah lama gak chatt an setelah kejadian di kantor tempo lalu." Bohong Karrina.
"Hmm, oke deh aku ceritain ke kamu tapi kamu janji jangan bilang ke Daniel ya." Ucap Tiffany yang di angguki oleh Karrina.
'Aduh sorry banget harus bohong kak.' Batin Karrina,
"Aku sama Daniel udah gak ngomong semingguan deh kayanya." Tutur Tiffany.
"Kenapa? Kok bisa?" Tanya Karrina.
"Iya, aku jaga jarak ke dia." Jawab Tiffany.
"Kenapa lagi?" Desak Karrina.
"Aku bingung dek, aku bingung. Kamu inget kan kalo abis event ini aku bakal di mutasi ke luar kota?" Tanya Tiffany.
"Iya, jadi?"
" Jadi karena itu aku diemin Daniel, aku takut bilang sama dia kalo aku di mutasi. Aku takut dia gak siap dengan hubungan kita yang harus LDR nantinya. Aku gak mau bikin dia kecewa atau sedih." Ucap Tiffany.
"Okay, terus sampe sekarang Daniel belum tau apapun tentang hal ini? Jangan bilang kaka jaga jarak sama Daniel sejak hari itu? hari dimana kaka chatt aku pake nomor pribadi kakak?" Cecar Karrin yang hanya di angguki oleh Tiffany. Karrina menghela nafasnya jengah.
"Kak, aku paham banget apa yang kamu khawatirin dan aku juga bukan mau bermaksud ngebela satu diantara kalian." Karrina menjeda sejenak kalimatnya.
"Tapi Kakak pernah gak coba ngomong sama Daniel kalo ada masalah kek gini? Apalagi yang menyangkut hubungan kalian berdua, coba deh libatin Daniel dalam setiap keputusan yang kamu ambil dalam hubungan kalian." Ucap Karrina.
"Selama berhubungan sama Daniel apa pernah dia marah sama Kakak? Dengan ngediemin dia kaya gini justru bikin dia sedih. Orang di silent treatment itu capek tau kak. Capek, bingung, sedih macem — macem deh rasanya. Coba deh omongin sama Daniel, dia pasti ngerti."
"Tapi takut banget." Ucap Tiffany.
"Di coba dulu, bisa kok." Kata Karrin.
"Kalo dia nantinya malah marah balik gimana?"
"Take your consequencess dong. Mau gimana lagi" JawabKarrina,
"Ih dekk aku takut."
"gapapa, coba aja dulu. Ajak bicara baik baik pasti mau denger kok." Kata Karrin.
"Inget ya kak, Hubungan itu dijalani berdua. Kalo semua keputusan diambil sendiri apa gak egois itu namanya?" Pungkas Karrina membungkan mulut Tiffany.
"I- Iya... makasih ya dek sarannya." Ucap Tiffany.
"Sama — sama."
"Yaudah lanjutin makanya, abis itu langsung ke studio terus ke venue." Titah Karrina yang diangguki oleh Tiffany.
'Sorry banget Kak Fan harus pake bahasa yang sedikit nyelekit tapi gimana dong? buat nyadarin orang begini emang harus langsung ditembak ke intinya.' Batin Karrina
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.