Bab 12: Usaha / (?)

65 6 0
                                        

"Pulang ke rumah mu atau pulang kepada tuhan?" Ancam Yuta kepada pemuda di depan nya ini, seolah bertindak polos dan tidak terjadi apa-apa.

"Baik yah, eh-Om!" ceplos Hendery tidak sengaja, astaga dia benar-benar ingin pulang kepada tuhan sekarang juga?

"Permisi om," Hendery membungkukkan badan nya dan langsung melesat keluar dengan perasaan tidak enak, badan nya penuh keringat dan panas. Padahal di luar hujan masih turun meskipun tidak deras lagi.

"Hadeh, dasar anak muda," keluh Yuta setelah melihat Hendery pulang ke rumahnya.

Ia langsung pergi ke mobil nya keluar dari halaman rumah Nakamoto, hatinya berdegup kencang.

Setelah Hendery sampai rumah, ia langsung mandi dan makan. Perutnya kosong sejak tadi siang, mengigat ia juga harus bulak-balik mengantar Xiaojun. Tidak, dia bukan nya tidak ikhlas, malah ia senang bisa mengantarkan Xiaojun meskipun ending nya seperti tadi.

Sesudah menghabiskan makanannya, Hendery langsung mencuci piring bekasnya dan dihadiahi pertanyaan oleh Haechan, "Abang tadi kemana?" tanya Haechan penasaran.

"Dibilangin juga, ke rumah calon." jawab Hendery santai sembari meletakkan piring yang bersih ke tempat asalnya.

"Emangnya abang dijodohin ya, sama mae?" Bingung Haechan.

"Ada deh, tunggu aja nanti," Sahut Hendery berjalan menuju ruang tengah, niatnya ingin menonton televisi.

"HAH ABANG DIJODOHIN SAMA SIAPA, KOK ADA YANG MAU DIJODOHIN SAMA ABANG?!?!" Teriak Haechan menggelegar di ruang makan

Haechan terus membuntuti Hendery kemanapun kakak nya pergi, sepeti anak ayam pada induknya.

"Heci astaga, jangan berisik. Nanti Abang ceritakan tapi nggak sekarang," jawab Hendery yang memilih untuk sabar pada Haechan, tidak seperti biasanya.

Biasanya mereka bertengkar, meskipun hal kecil. Tapi tidak sampai bertengkar hebat, mereka bertengkar untuk memperkuat tali persaudaraan, begitu kata Hendery dulu pada Daddy nya.

"Aaaaabbbbbaaaaaaannnnnngggggggggg, sekarang doooonngggg," paksa Haechan yang sekarang sudah duduk tepat di samping Hendery yang tengah menonton televisi.

"Berisik, nanti Abang suruh Daddy kurangin uang jajan kamu," ancam Hendery yang langsung membuat Haechan kaku di tempatnya, ayolah! Ancaman nya sangat tidak adil, bagi Haechan.

.
.
.
.

Sekarang, Hendery bingung.

Ya, bingung.

Ia tak kunjung menemukan Xiaojun sejak kejadian 5 hari yang lalu, apakah Xiaojun menjauhi nya karena larangan ayahnya? Begitu pikir Hendery.

Tapi kadang kala, Hendery mencari kesempatan untuk menanyakan keadaan Xiaojun pada teman-teman nya, terlebih pada sang -baba.

Setiap kali bertemu atau hanya sekedar pas-pasan di jalan, Hendery selalu menanyakan Xiaojun.

Kalau di bilang bucin, memang.

Hendery telah jatuh cinta pada Xiaojun, saat pertama kali bertemu.

Xiaojun juga yang menjadi cinta pertama Hendery, tidak seperti anak lain yang biasanya cinta pertamanya adalah ayah atau ibu.

Hanya Xiaojun yang bisa membuat Hendery nyaman, meski ia tau bahwa Xiaojun sedikit tidak nyaman saat berada di dekatnya.

Tapi tak apa, Hendery akan berusaha.

Sama seperti dulu Daddy-nya mendapatkan mae-nya.

Ya, ia akan mengikuti jejak sang ayah, demi sang pujaan hati.

Tak apa jika Hendery tidak di beri restu oleh ayah Xiaojun, ia akan membawa lelaki manis itu tanpa jejak.

Itu pun jika terpaksa, jika benar-benar Yuta tidak ingin anak sulungnya di pinang oleh Hendery.

Oh ya, Hendery akan bekerja keras demi Xiaojun, ia tau itu tak mudah.

Xiaojun butuh makan, kebutuhan primer dan sekunder pasti sangat banyak.

Maka dari itu, Hendery akan bekerja mulai sekarang.

Apapun itu, selagi ia bisa, maka ia akan mengambil job nya.

.
.
.
.

Jika berfikir kembali, mengapa Hendery harus bekerja jika ayahnya -sang Daddy telah kaya raya? Bukan kah itu lebih menjamin?

Tentu, tentu saja sangat menjamin hidup mereka berdua -nantinya.

Tetapi, Hendery mempunyai prinsip, ia tidak mau memakai harta orang tuanya untuk menghidupi cintanya -keluarga barunya nanti.

Ia pernah di beri petuah, entahlah ia lupa siapa orangnya, tapi ia ingat apa katanya.

"Sukses lah, tapi jangan memberatkan orang tuamu."

Begitu, katanya.

Maka ia akan terus mengingat petuah itu, ia akan sukses di masa depan! Hendery yakin itu.

tBc

ok gaiss, haloo

suprise awal tahun, hehe.

anw happy new year gais, ga nyangka umur ini book sekitar 27± days bakalan 1 tahun😭

Dan masalahnya, aku belum selesaiin. kayak, susah banget?!?

aku kebanyakan Hiatus nya huhuhuuu, sorry T__T

juga, aku rasa tulisan ku sekarang beda banget pas awal-awal.

harusnya ini genrenya masih comedy, sih.

tapi entahlah tangan ini terus menuliskan kata dan kalimat formal 😭

kalian pasti bingung sama alurnya? aku juga, tapi nanti aku perbaiki, kok!

happy holiday 🤍

Standar [Henxiao]    ON GOINGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang