Bab 11 : Deras

88 8 0
                                        

Hari ini, hujan mengguyur wilayah kota dengan deras. Membuat siapapun yang terkena airnya pasti memilih untuk mengungsikan diri di tempat yang teduh, menghindari percikan air dari langit yang membasahi seluruh tubuh.

Lain hal nya dengan anak anak SMA ini, mereka lebih memilih untuk pulang dengan keadaan basah kuyup. Mereka menganggapnya masa kecil kurang bahagia atau hanya sekedar nostalgia, mungkin?

Disisi lain, Dejun hanya bisa memandang ke luar jendela yang sedang hujan deras itu. Dia sangat benci pada hujan, apalagi jika sudah ada petir yang menyambar.

"Aku juga mau pulang seperti mereka," tuturnya sedih di dalam ruangan yang hampa dan hanya terdengar suara dentingan jarum jam yang bergerak dengan lambat seperti siput itu. Sembari melihat ke arah luar, Dimana banyak anak anak seumuran nya sedang berlarian di bawah hujan deras itu. Ia merasa prihatin kepada mereka, jika mereka sakit bagaimana?

Kebetulan saja Hendery baru turun dari kelas nya, ia tadinya akan menerobos hujan mengingat adik nya tidak ada yang menjemput selain dirinya. kalau bukan gue, siapa lagi? gitu katanya.

Saat melewati kelas kelas lain, ia merasa bulu kuduk nya merinding. Hanya terdengar suara langkah kakinya juga suara angin atau hujan yang menerobos masuk lewat beberapa jendela. Hujan deras itu seolah sedang menembak kaca, memaksa sang kaca untuk segera pecah lalu membiarkan mereka masuk dan membuat ruangan itu penuh dengan air.

Saat turun lantai, Ia melewati kelas Xiaojun yang memang kelasnya sangat dekat dengan tangga. Dirinya melihat Xiaojun seperti sedang sedih dengan wajah yang di benamkan di kedua tangan nya.

fyi: kelas Hendery berada di lantai 5 sementara Xiaojun berada di lantai 4

Hendery jelas tak tega dengan keadaan Xiaojun yang seperti itu, Dirinya langsung memasuki kelas tersebut tanpa meminta izin kepada penghuni yang ada. Lalu ia melempar tas nya dengan sembarang arah dan mendekati Xiaojun

Tangan nya tidak bisa diam, Dengan nakalnya ia mengusap rambut Xiaojun dengan lembut. Hingga sang empu pun terbangun dari sedih nya, ia menatap raut Hendery dari bawah. (posisinya Hendery berdiri di sebelah meja, lalu xiaojun yang duduk di kursi)

"Lo gapapa?" Tanya Hendery sedikit khawatir, pasalnya di sekolah ini sepertinya hanya mereka yang tersisa. Guru guru pun sepertinya sudah pulang ke rumah masing masing. Ia takut Xiaojun di jahati oleh orang asing yang menyelinap masuk ke sini.

"Gue fine, thanks. Lo bisa keluar dari sini," ucap Xiaojun lemah, ia butuh istirahat tapi bukan di sini tempatnya.

Hendery mengangguk kecil lalu berkata "Tunggu gue disini, jangan kemana-mana sebelum hujan nya selesai." Dan ia pun langsung pergi dengan bertujuan menjemput adiknya terlebih dahulu lalu memutar arah untuk ke sekolah ini lagi. Sebelum ia kesini, ia akan membeli makanan dan memberikan jaket demi kenyamanan Xiaojun.

Xiaojun tidak menghiraukan perkataan Hendery, yang ia butuhkan sekarang hanyalah istirahat. Dia membenamkan wajahnya di sela sela 2 tangan yang sedang berada di atas meja, lalu tidur dengan perasaan tidak nyaman.

Beberapa menit berlalu, mungkin ia sudah tidur hampir 1 jam? entahlah. Tapi sekarang dia sangat lah pusing, untuk sekedar berdiri dari duduknya pun terasa berat.

Ia menoleh ke arah jendela, gerbang sudah setengah menutup dan hanya menyisakan 2 orang satpan sekolah dan 2 orang murid, mungkin adik kelasnya. Ia belum melihatnya belakangan ini

Disisi lain, Hendery menerobos hujan dengan motor Honda CBR600RR nya dan langsung menjemput adiknya untuk pulang ke rumah.

Saat sampai di sekolah Haechan, Hendery tak ayal mendapatkan gerutuan dari sang adik, ataupun sang adik yang memakinya di bawah hujan.

Standar [Henxiao]    ON GOINGCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang