Hendery dapat melihat kegelisahan di mata cantik pria manis itu, lantas ia langsung berbicara sekaligus bersikap dengan gentle.
"Tenang, ok? gue disini gabakal aneh-aneh sama lo, lagi. Gue disini pure mau minta maaf kalau semisalnya gue punya salah, juga.." Hendery menggantung ucapan nya sejenak demi mengambil nafas, "Kalau lo mau, ayo jalan." Lanjutnya dengan ajakan to the point.
Terdengar suara hembusan nafas dari salah satu dari dua Adam yang tengah duduk itu, tebak siapa?
Hendery? Jelas salah.
Itu adalah si alis tebal! Yaa! Dejuunn!!
"Sorry, nanti gue kabarin lagi." Ungkap Xiaojun menimbulkan rasa kecewa dari pihak Hendery.
Suara gesekan sepatu dan tanah terdengar, juga terlihat Xiaojun yang akan meninggalkan gazebo juga dirinya.
"NOMER GUE MASIH SAMA, JANGAN LUPA!" Teriak Hendery tanpa tahu malu, tanpa peduli para tetangga yang akan terusik dengan teriakan nya. Lantas teriakan tersebut mengundang rasa kesal Xiaojun kepada Hendery! Aiiisshh, padahal baru saja Xiaojun akan berbaikan dengan Hendery!
Tapi lelaki aneh itu selalu mengacaukan semua rencananya! Selalu saja, hah! Dia selalu menyebalkan, itu membuat niat nya diurungkan, lagi.
Entah akan berapa lama lagi Xiaojun mengurungkan niatnya, dan entah keberapa kali-nya ini.
Xiaojun masuk kedalam rumahnya dengan perasaan marah, kesal, sebal terhadap Hendery.
Ia mengabaikan hal-hal yang sudah dia siapkan di dapur, rencana yang tadi lho. Membuat aneka kue sebagai buah tangan, ia mengundur itu semua. Salahkan pada anak sulung keluarga Seo!
Pokoknya ia tidak mau melihat wajah menyebalkan itu lagi! Ia menyesal tentang pikirannya yang kemarin akan berbaikan dengan si pria Bangir itu.
Ah baiklah, kita sudahi semua ini. Bagaimana? Tentu saja satu-satu nya cara ialah tidur.
.
.
.
Saat sudah sampai di rumah, wajah Hendery begitu berbinar bak seorang rakyat biasa yang telah bertemu pangerannya.
Ya, memang! Dia baru saja bertemu kekasih hatinya (belum) !
Setidaknya telah mengobati rasa rindunya pada lelaki beralis tebal itu.
back to laptop, atuh
Hendery mengetuk pintu rumahnya dengan tidak sabaran, ia akan segera mandi dan mencoba memakai luck nya sekali lagi.
apasih segala luck luck? lu olang mau togel ya?
"Aduh, siapa sih yang di rumah. Lama banget, emangnya jarak dia sama pintu ini berbatasan langsung sama samudra kah." Komentar Hendery, gila.
"Eh cakep, udah pulang ya. Darimana aja?" Suara lembut mengalun di telinga nya, oh tidak.
Bak tersambar petir, Hendery diam di tempat ia berdiri. Merinding coy, siapa yang ga kaget coba? tiba-tiba ada emak Killer nyambut kedatangan lu? kemana aja tu emak sejak kemarin? di gondol tuyul?
"Ah mae mah kebiasaan kebablasan deh cantiknya, minggir dikit bisa ga? Abang mau mandi nih, bau acem." rayuan Hendery tidak berfungsi, kawan-kawan.
"Kemana aja?" tanya si Killer, lagi.
"eh ini tua bangka nanya mulu, nanya sekali lagi gua jual ke tukang becak" cerca hendery, dalam hati. mana berani dia cuy sama si killer, pawang nya kan ATM duit gua, biar bisa nafkahin si manis.
"Abis silahturahmi tadi mae, Abang masuk dulu ya," jawaban Hendery sangat tidak jelas.
Dengan tidak sopan nya, Hendery masuk kedalam rumah tanpa basa-basi kepada sang ibu. Hanya untuk sekedar salam atau Salim juga bisa, kali. emang anak nya aja yang durhaka.
"Dasar Joni ke dua," sungut Ten asal.
.
.
.
.
Sejak tadi Haechan lagi chatan bareng gebetan nya, iya lah siapa lagi? Si subak. Tapi chatan dia teralihkan sama notif yang baru aja masuk ke hp nya, notif dari siapa coba? Tebak.
Dari kakak kesayangannya dong! -bukan Hendery, amit amit jabang kuyang!
Kira-kira seperti ini chatan nya :
Kaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa junnnnn :3
Chan, ke rumah nya gajadi ya, sorry :p
Kalau tanya kenapa, tanyain aja Abang kamu.
Setelah melihat chat itu, seketika amarah Haechan tak terbendung lagi untuk si Hendery Hendery itu, ia akan melabrak, lihat saja nanti.
.
.
.
.
.
Haechan menyelinap masuk ke kamar kakak nya yang untung saja tidak di kunci, seperti biasanya. Tetapi sang owner tidak ada disitu gais, lagi mandi kayaknya.
Rencana A Haechan gagal, dan otaknya langsung memproses. Oh ya! Rencana B mulai terpikirkan, gasken.
Ia mengacak-acak seluruh kamar Hendery, dimulai dari kasur, figura, dan lain-lain. Sebagai pembalasan dendam kalau dia ga jadi ketemu sama kakak kesayangannya!
Setelah puas melihat hasilnya, Haechan pun segera menuju pintu keluar, menghindari amukan kakak nya itu.
"Rasain lu, kuyang." Kata Haechan setelah berada di luar kamar Hendery, keren.
. . . . . .
Hendery merasa lega & bersih karena selesai mandi, ia merasa suci kembali.
Ia ancang ancang untuk segera keluar dari bilik kamar mandi, berniat buat tidur sih.
Setelah menutup pintu kamar mandi, Hendery segera berjalan menuju pintu kamar nya, dan BOOM! Hendery lemas di depan pintunya, kamarnya berantakan?!!!???
Habis ada maling atau gimana sih, pikir nya.
Setelah berpikir keras, akhirnya ia menemukan jawaban dari semuanya. Siapa lagi dan tidak bukan adik kecilnya itu? Dasar ya si gembrot.
"HECIIIIIIIIIII BERESIN GAKKKKK!!!!" Teriak Hendery sembari melangkahkan kakinya menuju tempat dimana kamar si Heci berada.
Hendery memutar kenop pintu, dan terbuka. Tapi tidak ada orang disana, baiklah kesabaran Hendery di uji siang ini.
Tapi Hendery gak putus asa dong, dia keliling di dalem kamarnya si Heci. Soalnya si gembrot itu suka sembunyi ga tau tempat, alias persembunyian nya bakalan selalu ketauan.
Setelah mengeledah, mengacak, dan mengobrak-abrik di dalam kamar Haechan, ia tak kunjung menemukan seseorang yang bernapas itu. Tapi setidaknya ia berhasil membalaskan situasi yang di alaminya, kamar Haechan sekarang juga berantakan seperti kamarnya.
Niat Hendery kali ini sih ga banyak, cuma bakalan beresin tempat tidurnya dan tentu aja bakalan bogan. (Bobo ganteng) :3
Karena ia tau, kalau si gembrot kabur dari rumah.
Daripada lama nunggu, mending dia punya inisiatif sendiri, kan? Mandiri nih Bozzzz.
Hendery masuk ke kamar & mulai memilih baju yang ada di lemari, ia menggunakan baju santai di rumah. Lalu setelahnya, segera membereskan kasur yang berantakan nya minta ampun.
Segala guling nya nyangsang di ac, kenapa bisa gitu coba? Ga masuk di akal emang kelakuan si Heci nih.
Harusnya tadi juga Hendery sembunyiin barang-barang kesayangan si Heci di atas lemari yang tinggi nya 2 meter itu, biar impas.
Tapi tenang saja gaisss, hendery kan tinggi. Jadi lumayan gampang tuh ambil guling nya yang ada di atas ac, tinggal pake kursi belajarnya aja.
TBC
HII, AKU KEMBALI setelah 6 bulan lamanya ~~
Masih ada yang nunggu? Nggak yaa? Gapapa~~
Untuk update, belum ada jadwal resminya ya.
Tq buat yg udah nunggu dengan sabarrr <3
See u next time!
KAMU SEDANG MEMBACA
Standar [Henxiao] ON GOING
Teen Fiction"tipe gue sih, standar ya." Henxiao (Hendery x xiaojun) Cerita ini alur nya gajelas, PERHATIAN 🚫BL 🚫 ALIAS BOYS LOVE 🚫GAY🚫 YG GASUKA GAUSAH BACA. 🚫MPREG🚫 ⚠️NON BAKU⚠️ Kadang juga baku, sesuai mood. CERITA INI MURNI PEMIKIRAN SENDIRI & J...
![Standar [Henxiao] ON GOING](https://img.wattpad.com/cover/330712504-64-k473021.jpg)